- Perusahaan menargetkan penjualan 95 unit senilai Rp73 miliar pada 2025, namun hingga triwulan baru tercapai Rp6,3 miliar.
- Target laba bersih 2025 ditetapkan Rp15 miliar; realisasi 2024 baru sekitar 54% dari target tersebut.
- Tidak ada rencana aksi korporasi seperti rights issue, private placement, atau buyback pada 2025.
- Tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2024 karena laba ditahan untuk pengembangan usaha.
- Tidak ada tambahan belanja modal (capex) di 2025; fokus tetap pada proyek yang sedang berjalan.
Cari saham bagus tapi bingung mulai dari mana? Ini dia panduan yang kamu butuhkan.


