ININEn +62831-1918-1386 Mon - Fri 10:00-18:00s +62831-1918-1386
Info@pintarsaham.id
Sertifikasi Internasional
CFP@ | Certificate Financial Planner
Team Berpengalaman
Lebih dari 7 tahun
Kontak Kami

Skydrugz Radar 8 September 2021: Saham Repo

Skydrugz Radar 8 September 2021: Saham Repo

Pintarsaham.id
Give away Pintarsaham: https://www.instagram.com/p/CTcGHFBhwWA/?utm_medium=copy_link Webinar Digibank: https://bit.ly/pintarahamxdigibank

Beberapa hari terakhir ini, top Gainer IHSG mayoritas merupakan saham third-liner. Beberapa di antaranya pernah dibahas di Pintarsaham.id seperti BKSL, GPRA, dan OKAS. Namun perlu diingatkan bahwa saham third-liner adalah saham yang high risk. Saya sendiri terus terang kaget karena mereka cepat sekali diapresiasi oleh market.

Thesis investasi di BKSL dan GPRA sangat mirip yakni keduanya memiliki aset lancar dan tidak lancar yang di masa depan bisa saja dijual di atas harga perolehan awal. Hanya bedanya adalah BKSL memiliki banyak cadangan tanah sedangkan GPRA memiliki banyak persediaan. Sedangkan thesis investasi di OKAS adalah perusahaan ini merupakan suplier dinamit untuk tambang. Dengan meningkatnya harga komoditas tambang akhir – akhir ini maka terdapat potensi peningkatan pesanan dinamit untuk pertambangan. Namun perlu diingatkan bahwa ketiganya memiliki inherent risk yakni di masalah utang. Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, BKSL untuk mengatasi utang sampai harus menjual AEON Mall, GPRA untuk mengatasi masalah utang, PSP nya sampai harus melakukan repo, sedangkan OKAS karena utangnya banyak sampai ekuitas minus. Untungnya ketiganya sampai sekarang belum mengalami default hingga akhirnya harus kena suspend saham seperti MDLN atau TELE. Jadi tetap waspada. Dan tetap berdoa agar manajemen ketiga perusahaan tersebut bisa tetap prudent menjaga balance sheet perusahaan agar tetap bisa membayar semua kewajiban mereka.

Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, dalam investasi tentu kita semua ingin mendapatkan saham perusahaan yang balance sheet sehat dan undervalued. Sayangnya kita seringkali harus dihadapkan dengan pilihan antara beli saham yang balance sheet safe tapi valuasi premium atau beli yang struggling with debt tapi valuasi undervalued.

Saham Repo

Hari ini ada yang bertanya pada saya terkait dengan saham repo.

Sebenarnya dulu saya pernah share mengenai beberapa contoh saham yang direpokan di sekuritas. Seperti saham yang direpokan di Mirae, Ipot, Panin, dan Trimegah.

Apakah semua saham yang direpokan itu buruk? Belum tentu. Karena bisa saja yang merepokan saham sedang butuh duit sehingga dia terpaksa melakukan repo saham.

Yang perlu kita ingat adalah semua orang bisa melakukan repo saham yang penting ada orang atau institusi yang bersedia menampungnya. Sama seperti kalau kita ambil pinjaman di bank, seringkali bank butuh jaminan pinjaman dan jaminan tersebut bisa saja dalam bentuk saham atau repo saham.

Selama bunga pinjaman repo bisa dilunasi maka tidak ada masalah. Yang jadi masalah adalah jika bunga pinjaman Repo tidak bisa dilunasi alias default maka para pemegang repo yang duitnya dipinjam bisa saja menjual saham repo yang jadi jaminan agar duitnya bisa balik.

Kalau pinjaman sindikasi bank atau obligasi mengalami default maka saham bisa kena suspend seperti yang terjadi pada GIAA, MDLN dan TELE. Apakah Saham suspend akibat default bisa dibuka suspension nya? Bisa banget. Asalkan proses restrukturisasi berjalan dengan lancar. Seperti yang pernah terjadi pada AISA, Perusahaan ini dulu kena suspend karena default gagal bayar obligasi. Tapi akhirnya setelah proses restrukturisasi selama 2 tahun, akhirnya AISA bisa open suspend. Jadi suspend GIAA TELE dan MDLN kemungkinan besar baru bisa dibuka jika mereka berhasil melakukan restrukturisasi seperti AISA. MDLN, GIAA dan TELE sedang dalam proses restrukturisasi. Cuma masalahnya kita tidak tahu kapan proses restrukturisasi mereka bisa tuntas.

Sedangkan kalau saham repo default, resikonya paling kena guyur saja. Tidak sampai harus suspend seperti yang terjadi pada default obligasi ataupun utang sindikasi bank. Kita bisa belajar pada kisah masa lalu Repo BUMI, TOPS dan MABA.

Pada akhirnya saham yang memiliki fundamental bagus jika repo-nya gagal bayar maka akan cepat rebound nya. Sebagai contoh dulu juga ada yang merepokan saham BJBR. Meskipun repo saham BJBR sempat bermasalah dan harga sahamnya anjlok < 1000, pada akhirnya BJBR bisa tetap rebound karena banyak investor yang menganggap fundamental BJBR oke.

Jadi saham repo jangan langsung di cap negatif. Kita tetap harus melihat kondisi fundamental perusahaan. Selama fundamental perusahaan bagus, biarpun saham repo tidak ada masalah. Siapa tahu saja orang repo kan saham nya hanya karena lagi butuh duit untuk biaya sekolah anak. Who knows. Yang masalah adalah jika Laporan Keuangan dimanipulasi. Sehingga kita harus hati-hati juga dalam menganalisis saham repo. Karena Saham sekelas Kraft Heinz pun masih punya peluang melakukan manipulasi Laporan Keuangan padahal jelas – jelas ada Buffett yang mengawasi langsung perusahaan ini. Jadi stay alert.

Skydrugz Bot Radar
  • Kemarin hanya 6 saham yang masuk radar. Hari ini ada 10 saham. Sayangnya mayoritas yang masuk radar adalah saham yang masuk speculation only.
  • HRTA Radar hari ke 2. ASB Play sayangnya CFO bleeding.
  • PRDA sudah exit dari Radar. Hanya 1 hari masuk radar.
  • TPIA sudah 7 hari masuk radar. Tapi PBV masih 4,6. Pasca RI masih anjlok.
  • PSAB masuk radar hari 1. Tapi saya sudah cutloss dari saham ini. Sambil menunggu kabar JRN.
  • INPC masuk radar lagi. Radar Hari 1.
  • Masih menunggu saham incaran seperti PTBA ELSA PGAS masuk radar lagi.

Dapatkan Give away Pintarsaham dengan klik link ini: https://www.instagram.com/p/CTcGHFBhwWA/?utm_medium=copy_link

Ikuti Webinar Pintarsaham.id bersama DBS Digibank 10 September 2021 dengan mendaftar di sini. Free for all.

Jika ingin mendapatkan data analisis Laporan Keuangan Kuartalan bisa pesan di sini atau menghubungi Whatsapp Admin Pintarsaham.id +62 831-1918-1386

Jika ingin mendaftar menjadi member Pintarsaham.id bisa ke link ini atau hubungi Admin Pintarsaham.id via WA +62 831-1918-1386 atau dengan Buka rekening saham di Sucor Sekuritas di sini dengan menggunakan referal TIRA2. Sedangkan jika ingin Trading Kripto bisa daftar di sini

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Disclaimer :

Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

Leave a Reply