ININEn +62831-1918-1386 Mon - Fri 10:00-18:00s +62831-1918-1386
Info@pintarsaham.id
Sertifikasi Internasional
CFP@ | Certificate Financial Planner
Team Berpengalaman
Lebih dari 7 tahun
Kontak Kami

Skydrugz Radar 7 September 2021: Asset Bust

Skydrugz Radar 7 September 2021: Asset Bust

Kebiasaan pelaku di bursa adalah ketika harga saham anjlok atau sideways lama, saham tersebut langsung dikatakan sunset. Dulu waktu TKIM INKP harga sahamnya <2000 rupiah, sideways lama di 2012-2015, orang – orang bilang bahwa bisnis kertas adalah Sunset Industry. Investor yang hold saham INKP dan TKIM dianggap orang bodoh karena hold saham di sunset industry. Namun begitu INKP TKIM meroket dari 2000 rupiah ke 20.000, orang – orang jadi lupa bahwa kertas adalah Sunset Industry. Orang – orang yang awalnya skeptis pada industri kertas langsung berubah jadi pemuja kertas.

Hal yang sama terjadi pada industri coal. Dalam 3 tahun terakhir orang – orang berkata bahwa coal adalah Sunset Industry. Tapi sekarang harga coal sudah 180 dollar. Bagaimana mungkin sebuah industri berada pada kondisi Sunset jika harga komoditas nya sudah mencapai ATH? Biarpun orang – orang berusaha menggantikan energi fossil, pada akhirnya prinsip ekonomi bekerja yakni orang mencari sumber energi yang paling murah. Recovery ekonomi butuh energi murah. Tapi sekarang energi jadi mahal karena ESG. Banyak perusahaan coal bangkrut karena tidak lagi dapat funding. Pemilik fund hanya mau beri pinjaman pada perusahaan ESG. Banyak perusahaan coal bangkrut, supply makin langka, demand tetap, harga coal makin meroket. Thanks ESG funding, kalian menciptakan kelangkaan energi. Coal adalah sunset yang indah.

Hari ini saya mendapatkan kabar kalau salah satu saham di portofolio spekulasi yakni PSAB mengalami masalah di anak usahanya. Dikabarkan anak usahanya JRN mengalami default. Ini adalah kabar buruk. Saya tinggal menunggu apa langkah manajemen untuk mengatasi masalah tersebut. Saya sudah menganggap PSAB sebagai duit hilang. Pasrah dan ikhlas. Terkadang dalam investasi, rencana kita tidak berjalan sesuai harapan. Ketika itu terjadi, maka yang bisa kita lakukan hanyalah pasrah dan move on. Tidak perlu menyalahkan manajemen ataupun orang lain ketika terjadi kegagalan dalam investasi karena saya sendiri yang memutuskan untuk beli waktu itu. Ikhlaskan apa yang telah berlalu dan jadikan sebagai pembelajaran untuk masa depan.

Meskipun ada kabar buruk di PSAB, setidaknya ada kabar baik di BKSL. Thesis investasi di BKSL dan GPRA sebenarnya sederhana banget yakni asset lancar dan tidak lancar perusahaan punya potensi untuk dijual di harga yang lebih mahal di masa depan. Saya pernah coba melakukan investasi dengan thesis yang sama di TELE dulu tapi berhubung saya melihat banyak kejanggalan di arus kas perusahaan, akhirnya saya exit dalam kondisi cuan super tipis untuk bayar fee transaksi. Investasi di saham seperti GPRA dan BKSL memang unsur spekulasinya sangat tinggi. Nasib duit kita sangat bergantung pada kehandalan dan integritas manajemen. Karena itu harus banyak – banyak berdoa agar manajemen tetap waras.

Kalau di perusahaan yang cash rich seperti HMSP UNVR ASII TLKM, saya merasa lebih safe ketimbang simpan duit di saham yang struggling with debt. Sayangnya saham yang cash rich biasanya memiliki valuasi yang premium. Jadi pilihannya adalah mau beli saham yang safe tapi valuasi premium atau beli saham yang super undervalued tapi high risk balance sheet dan struggling with debt. That’s your call.

Skydrugz After Tought 7 September 2021:
  • Soros mengkritik Blackrock karena mereka menyarankan para klien untuk menambah eksposure 3x lipat di saham China.
  • Beberapa analis mulai khawatir dengan kondisi market karena situasinya sudah mirip dengan kondisi pre-bubble di masa lalu.
    • PER SP500 berada di kisaran 22,5 dan PSR 3,1 di mana valuasi ini jauh lebih mahal dari valuasi SP500 di tahun 2000 sebelum bubble burst
    • Harga ETF QQQ lebih mahal 70% dari MA200 Weekly, yang mana ini pada posisi yang lebih tinggi dari posisi di tahun 1999/2000 sebelum bubble burst
    • Menjamurnya SPAC, emiten yang dibuat hanya untuk jadi sarana backdoor perusahaan yang fundamentalnya mayoritas meragukan
    • Penggunaan margin overdosis. Kondisi yang mirip dengan pra-Bubble di 1920-an dan 2000-an. Nyaris semua orang trading pakai margin. Kondisi ini bukan menjadi masalah selama semua orang bisa membayar bunga margin dan menyediakan collateral yang cukup. Namun ketika semua orang mengalami margin call massal maka market bisa diskon lagi berhari-hari seperti zaman margin call farmasi dan nikel di awal Januari 2021.
    • Aktivitas trading dari investor ritel meningkat. Lebih dari 20% volume transaksi harian di NYSE disumbangkan oleh investor ritel. Padahal di beberapa tahun sebelumnya <10%/hari. Di masa lalu ketika pra-bubble, aktivitas Trading harian investor ritel juga meningkat.
    • Dari 1998-2000, banyak perusahaan dengan zero earning meroket harga sahamnya. Katanya waktu itu new economy lalu akhirnya bubble burst. Kondisi serupa kembali terjadi di tahun ini.

Tapi semua poin di atas adalah hasil pengamatan di luar negeri. Apakah akan terjadi juga di Indonesia? Hanya waktu yang akan menjawabnya. Yang penting never all in, diversifikasi, dan selalu sediakan kas biarpun hanya sedikit.

Skydrugz Bot Radar
  • Radar hari ini sisa 6 saham yang masuk. Padahal kemarin masih ada 10 saham yang masuk radar. Sunyi. Market lagi optimis.
  • INPC sudah exit dari radar. Hanya 4 Hari di radar. Harganya belum bergerak.
  • CFIN exit dari Radar. Hanya 2 hari dalam radar. Harga belum bergerak juga.
  • KINO exit dari Radar. Hanya 1 hari dalam radar.
  • TSPC exit dari Radar. Hanya 1 Hari dalam radar.
  • PRDA MCOL TPIA menarik sayangnya valuasi kurang murah.

Dapatkan Give away Pintarsaham dengan klik link ini: https://www.instagram.com/p/CTcGHFBhwWA/?utm_medium=copy_link

Ikuti Webinar Pintarsaham.id bersama DBS Digibank 10 September 2021 dengan mendaftar di sini. Free for all.

Jika ingin mendapatkan data analisis Laporan Keuangan Kuartalan bisa pesan di sini atau menghubungi Whatsapp Admin Pintarsaham.id +62 831-1918-1386

Jika ingin mendaftar menjadi member Pintarsaham.id bisa ke link ini atau hubungi Admin Pintarsaham.id via WA +62 831-1918-1386 atau dengan Buka rekening saham di Sucor Sekuritas di sini dengan menggunakan referal TIRA2. Sedangkan jika ingin Trading Kripto bisa daftar di sini

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Disclaimer :

Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

Leave a Reply