ININEn +62831-1918-1386 Mon - Fri 10:00-18:00s +62831-1918-1386
Info@pintarsaham.id
Sertifikasi Internasional
CFP@ | Certificate Financial Planner
Team Berpengalaman
Lebih dari 7 tahun
Kontak Kami

Skydrugz Corner: BKSL, Apakah Berhasil Turnaround?

Skydrugz Corner: BKSL, Apakah Berhasil Turnaround?

Beberapa bulan yang lalu ada seseorang yang bertanya pada saya mengenai BKSL. Dia bilang beli BKSL sejak 2018 di harga 100an rupiah. Waktu itu dia ikutan hype karena katanya ada anak Konglomerat yang borong saham BKSL di harga premium. Karena yakin dengan prospek Sentul City di masa depan bakalan cerah karena katanya akan ada kolaborasi antara Konglomerat, maka dia keep hold BKSL tidak mau Take Profit biarpun sudah cuan >20%, targetnya adalah multi bagger. Tapi yang terjadi adalah floating cuan yang awalnya >20% malah berubah jadi floating boncos >50% karena BKSL sempat parkir lama di gocap. Dia sempat stress karena banyak bad news di BKSL, terutama dengan adanya PKPU berjilid-jilid. Meskipun pada akhirnya BKSL berhasil lolos dari PKPU setelah jualan banyak aset. Thesis investasi awalnya adalah follow the konglo, tapi sekarang Konglomerat tersebut sudah hilang dari pemegang saham >5%. Dengan hilangnya anak konglo dari pemegang saham 5%, maka thesis investasi kolaborasi konglo menjadi tidak valid lagi. Sehingga hal tersebut menimbulkan tanya, apakah BKSL masih layak untuk investasi? Mari kita lihat sekilas laporan keuangannya yang terbaru.

Laporan Keuangan BKSL H1 2021

Dari laporan keuangan H1 2021, kita bisa melihat bahwa manajemen BKSL sedang dalam proses menuju perbaikan. Mereka malah sampai mereka mantan petinggi KPK untuk menjadi Komisaris perusahaan. Itu menurut saya adalah salah satu bentuk goodwill untuk transformasi perbaikan. Apalagi menurut saya owner BKSL akan bebas tahun ini sehingga ada potensi perbaikan di BKSL. Semua orang bisa berubah menjadi lebih baik. Semoga BKSL juga bisa menjadi lebih baik. Apa yang sudah terjadi di masa lalu dijadikan saja sebagai pelajaran untuk perbaikan di masa depan.

Cadangan kas BKSL 408 milyar. Persediaan yang siap dijual 3,2 Triliun. Dan cadangan tanah 9,4 Triliun yang bisa dijual di masa depan. Total kewajiban BKSL adalah 6,4 Triliun rupiah. Dengan begitu potensi nilai Aset bersih BKSL adalah 6,2 Triliun rupiah. Di harga 54 rupiah, market cap BKSL adalah 3,6 Triliun rupiah. Sehingga bisa dikatakan bahwa market capital BKSL undervalued jika dibandingkan dengan potensi aset bersih nya di masa depan. Dengan premis dan asumsi bahwa semua persediaan dan cadangan tanah perusahaan bisa terjual di masa depan. Dan yang paling utama adalah semoga saja semua persediaan dan cadangan tanah tersebut tidak bodong.

Soal nanti apakah Sentul City bisa menjual persediaan dan cadangan tanahnya itu tergantung kemampuan manajemen. Jika manajemen jago, maka harusnya semua persediaan dan cadangan tanah tersebut bisa dijual di atas harga perolehan. Lalu soal apakah aset persediaan dan cadangan mereka bodong atau tidak, itu biarlah menjadi tugas auditor yang memeriksanya.

Untuk saat ini saya pakai asas paraduga tak bersalah dan menganggap bahwa LK Sentul City disampaikan dengan benar. Jadi menurut saya BKSL undervalued.

Revenue BKSL di H1 2021 mencapai 2,4 Triliun. Ini adalah Revenue terbesar BKSL sepanjang sejarah. Tidak pernah Sentul City mencatat revenue lebih dari 2 Triliun dalam setahun. Di masa lalu revenue BKSL adalah sebagai berikut:

  • 2008 80 M
  • 2009 163 M
  • 2010 444 M
  • 2011 458 M
  • 2012 623 M
  • 2013 962 M
  • 2014 712 M
  • 2015 560 M
  • 2016 1,2 T
  • 2017 1,6 T
  • 2018 1,3 T
  • 2019 951 M
  • 2020 452 M
  • H1 2021 2,4 T

Jadi bisa dikatakan revenue H1 2021 BKSL adalah rekor tertinggi dalam sejarah. Dan angka itu masih bisa bertambah di Q3 dan Q4 2021.

Yang jadi pertanyaan kemudian adalah apakah mungkin di masa depan revenue setinggi ini bisa terulang kembali? Berhubung Revenue tinggi baru – baru ini terjadi karena mereka jual AEON Mall.

Itu biarkan waktu yang menjawabnya.

Menurut saya LK H1 2021 BKSL menarik. Meskipun memang saat ini kendala terbesar perusahaan adalah utang mereka terlalu besar dan mereka agak kesulitan dalam menjual Asset persediaan yang mereka miliki serta mereka kesulitan mengolah cadangan tanah mereka yang begitu luas. Jika mereka bisa mengatasi semua masalah tersebut maka Sentul City bisa menjadi pilihan investasi yang menarik. Namun jika semua masalah tersebut gagal diatasi maka akan sia – sia semua aset Sentul City yang sangat besar tersebut.

Keputusan jual dan beli berada di tangan masing-masing investor.

Ikuti Webinar Pintarsaham.id bersama DBS Digibank 10 September 2021 dengan mendaftar di sini. Free for all.

Jika ingin mendapatkan data analisis Laporan Keuangan Kuartalan bisa pesan di sini atau menghubungi Whatsapp Admin Pintarsaham.id +62 831-1918-1386

Jika ingin mendaftar menjadi member Pintarsaham.id bisa ke link ini atau hubungi Admin Pintarsaham.id via WA +62 831-1918-1386 atau dengan Buka rekening saham di Sucor Sekuritas di sini dengan menggunakan referal TIRA2. Sedangkan jika ingin Trading Kripto bisa daftar di sini

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Disclaimer :

Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

Leave a Reply