Skydrugz Corner: Apa Itu Coking Coal?
Dalam bidang ilmu geologi batubara dikenal sebagai salah satu jenis batuan sedimen yang memiliki sifat dapat terbakar, terbentuk dari akumulasi sisa-sisa tumbuhan yang terendapkan dan termampatkan dalam periode waktu panjang dan mengalami proses pembatubaraan.
Secara berurutan batubara terbentuk dari sisa material tumbuhan yang terkonversi menjadi:
- gambut, kemudian menjadi
- lignite, lalu menjadi
- Sub-bituminus,
- bituminus, dan terakhir menjadi
- antrasit.
Sedangkan dalam industri, ada tiga jenis batubara yaitu:
- Thermal coal
Thermal coal atau yang dikenal juga sebagai steaming coal adalah batubara yang biasa dibakar untuk menggerakkan turbin penghasil listrik baik itu untuk pemenuhan kebutuhan energi publik maupun industri(seperti industri keramik, manufaktur kertas, industri semen, dll). Selama proses dihasilkannya energi batubara dihancurkan hingga berukuran halus kemudian dibakar di dalam boiler untuk menghasilkan uap(steam) yang akan menjadi penggerak turbin. Indonesia adalah negara yang dikenal sebagai ekportir utama thermal coal disamping juga Australia, Afrika Selatan, Kolombia, Russia, dan Amerika Serikat.
Batubara yang bisa dimanfaatkan untuk steming coal adalah batubara dengan rank subbituminus dan bituminus. Untuk batubara dengan rank subbituminus, sifat non-coking yang dimilikinya membatasi pemanfaatan batubara ini untuk bahan bakar pembangkit tenaga. Batubara yang dimanfaatkan sebagai thermal coal pada umumnya memiliki karakteristik kandungan fixed carbon antara 35% hingga 85%, ash content berkisar dari 5% hingga 12%, moisture hingga 17%, dan kisaran volatile matter yang bervariasi.
- Coking coal
Coking coal adalah batubara yang digunakan dalam proses pembuatan coke atau kokas yang dipakai dalam industri pembuatan baja dan besi. Istilah lain yang menjadi sinonim untuk coking coal adalah metallurgical coal.
Coke atau kokas sendiri adalah bahan keras yang memiliki porositas dan konsentrasi karbon tinggi yang dihasilkan dari proses pemanasan batubara bituminous tanpa udara pada temperatur yang sangat tinggi(pirolisis). Coke dihasilkan dengan memanaskan batubara di dalam coke oven pada keadaan reduksi. Seiring dengan bertambahnya temperatur, batubara akan menjadi bersifat plastik, mengalami fusi secara bersamaan sebelum mengalami resolidifikasi menjadi partikel coke. Ini dikenal sebagai proses caking.
Coking coal pada umumnya dimanfaatkan untuk industri baja atau besi yang terintegrasi. Saat proses pembuatan baja dilakukan, terdapat dua bahan mentah yang dibutuhkan yaitu biji besi dan kokas. Kokas yang berasal dari coking coal digunakan untuk mengkonversikan biji besi menjadi besi cair. Dalam penggunaannya terdapat tiga kategori coking coal: (1) hard coking coal yang menghasilkan kokas dengan kualitas tinggi; (2) semi-soft coking coal yang menghasilkan kokas dengan kualitas lebih rendah; dan (3) PCI coal. PCI coal secara umum tidak dianggap sebagai metallurgical coal, dan lebih digunakan untuk menggantikan kokas yang mahal pada proses injeksi di tanur. Instalasi pembuatan baja akan mengoptimasi penggunaan semi-soft coking coal dan PCI coal dalam rangka mereduksi biaya operasional keseluruhan.
- Antrasit
Antrasit biasa ditambang dari formasi yang berumur sangat tua secara relatif, sehingga secara otomatis batubara jenis ini telah mengalami tekanan dan panas, membuatnya menjadi batubara dengan kekerasan tertinggi. Antrasit memiliki potensi untuk menghasilkan energi panas lebih tinggi dibandingkan bituminous dan subbituminus yang secara geologi lebih muda. Antrasit memerlukan waktu yang lebih lama untuk dapat dibakar, dan saat dibakar akan menghasilkan nyala api biru yang sangat panas. Antrasit memiliki karakteristik kandungan fixed carbon tinggi(80 hingga 95 persen) dan kadar sulfur serta nitrogen rendah(masing-masing kurang dari 1 persen). Volatile matter rendah dengan kisaran 5 persen, dengan kandungan ash pada kisaran 10 hingga 20 persen.
Secara harga, batubara antrasit dan coking coal lebih mahal dari thermal coal. Biasanya harga coking Coal 2x lipat harga thermal coal.
Contoh produsen thermal coal = PTBA, BUMI
Contoh produsen coking coal = ADMR, UNTR
I am Not a Professional Financial Analyst and Advisor. Instrumen saham dan kripto adalah investasi yang beresiko tinggi. Resiko duit hilang 100% tetap ada. So be wise. Keputusan Jual dan Beli ada di Tangan Masing-masing. .
Jika ingin membuat rekening sekuritas bisa chat via whatsapp nomor 083119181386
Beli Merchandise Kaos Pintarsaham.id di tokopedia.com/pintarsaham
Gunakan kode voucher PINTARSAHAM untuk dapatkan cashback 15%
Kalau niat buka tabungan Bank Jago untuk dapat cashback 25.000 gunakan Referal bank Jago DRS4DBA0 https://jago.com/download
Kalau mau buka rekening Bank Neo Commerce untuk dapat cashback bisa pakai link ini https://s.bankneo.co.id/qPJh00 atau kode referal R35000
Bila ingin mendaftar menjadi member Pintarsaham.id bisa hubungi Admin Pintarsaham.id via WA +62 831-1918-1386
Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id
Disclaimer :
Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.


