PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) merencanakan penambahan kegiatan usaha melalui dua anak perusahaan terkendalinya, yakni PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) dan PT Iforte Solusi Infotek (Iforte). Langkah strategis ini mencakup ekspansi ke sektor energi terbarukan, pusat data (data center), serta layanan nirkabel yang akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 20 Mei 2026. Inisiatif ini diproyeksikan memberikan kontribusi pendapatan sebesar 26% terhadap total pendapatan konsolidasian tahun 2025 selama periode 2026-2035.
Rincian Rencana Perubahan Kegiatan Usaha PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)
Rencana ini melibatkan penambahan beberapa kode Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025 yang belum tercantum dalam anggaran dasar anak perusahaan. Protelindo akan memfokuskan ekspansi pada enam kategori usaha baru, termasuk penyewaan mesin, pembangkitan tenaga listrik energi terbarukan, hingga pemasangan jaringan listrik.
Penambahan kegiatan usaha Protelindo bertujuan mendukung transformasi perusahaan dari sekadar penyedia menara menjadi penyedia infrastruktur digital (digital infrastructure provider). Hal ini mencakup penyediaan layanan infrastructure sharing serta monetisasi aset non-menara melalui skema active sharing.
Selain itu, Protelindo akan mengelola pembangkitan tenaga listrik dari sumber energi terbarukan seperti panel surya untuk memenuhi kebutuhan energi di lokasi menara. Strategi ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada energi konvensional dan meningkatkan efisiensi biaya operasional jangka panjang.
Sementara itu, Iforte berencana menambah empat kategori usaha baru yang meliputi aktivitas perusahaan induk, penyediaan infrastruktur komputasi (hosting), dan aktivitas telekomunikasi nirkabel. Ekspansi ini bertujuan melengkapi ekosistem infrastruktur digital melalui layanan konektivitas dan jaringan serat optik secara menyeluruh.
Unit usaha pusat data (data center) akan menjadi salah satu pilar strategi bisnis baru bagi Iforte untuk menjawab kebutuhan percepatan transformasi digital. Penyesuaian kode KBLI 2025 juga dilakukan untuk aktivitas telekomunikasi nirkabel yang sebelumnya tergabung dalam kategori telekomunikasi dengan kabel.
Baca juga: Mengenal Berbagai Strategi Aksi Korporasi Emiten di Bursa Efek Indonesia
Sumber Informasi: Keterbukaan Informasi Rencana Perubahan Kegiatan Usaha TOWR
Jadwal Lengkap Pelaksanaan RUPSLB
Perseroan telah menetapkan rangkaian jadwal penting untuk mendapatkan persetujuan pemegang saham terkait rencana ini. Berikut adalah tabel jadwal pelaksanaan RUPSLB PT Sarana Menara Nusantara Tbk:
| No | Keterangan | Tanggal |
| 1 | Pemberitahuan Mata Acara RUPSLB kepada OJK | 27 Maret 2026 |
| 2 | Pengumuman RUPSLB dan Keterbukaan Informasi | 6 April 2026 |
| 3 | Recording Date (Daftar Pemegang Saham) | 20 April 2026 |
| 4 | Pemanggilan RUPSLB | 21 April 2026 |
| 5 | Penyelenggaraan RUPSLB | 20 Mei 2026 |
Rapat tersebut akan diselenggarakan di Bali Room, Hotel Indonesia Kempinski Jakarta pada pukul 14.00 WIB. Kuorum kehadiran minimal adalah lebih dari 1/2 bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah.
Analisis Kelayakan dan Dampak bagi Investor
Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Yanuar, Rosye dan Rekan telah melakukan studi kelayakan terhadap rencana penambahan kegiatan usaha ini. Laporan tersebut menyimpulkan bahwa rencana perubahan kegiatan usaha yang akan dilaksanakan oleh Protelindo dan Iforte adalah “LAYAK”.
Parameter keuangan menunjukkan nilai Net Present Value (NPV) diproyeksikan sebesar Rp1,32 triliun. Rata-rata tingkat pengembalian investasi (Return on Investment) selama periode proyeksi diperkirakan mencapai 8,58%.
Bagi pemegang saham, aksi korporasi ini tidak menyebabkan dilusi kepemilikan karena tidak melibatkan penerbitan saham baru. Pendanaan untuk rencana ini akan menggunakan dana internal dari kegiatan operasional, kas, serta fasilitas kredit perbankan yang sudah ada.
Keunggulan kompetitif dari ekspansi ini terletak pada transformasi Protelindo menjadi manajer energi cerdas dan integrasi layanan Iforte dalam ekosistem digital yang sudah ada. Hal ini diharapkan memberikan nilai tambah jangka panjang dan memperkuat posisi grup sebagai penyedia infrastruktur kritikal.
Kondisi Keuangan Konsolidasian Terkait
Hingga akhir tahun 2025, grup Perseroan mencatatkan kinerja keuangan yang stabil dengan pertumbuhan laba yang positif. Data keuangan berikut merupakan dasar evaluasi bagi manajemen dalam melakukan ekspansi usaha baru.
| Posisi Keuangan (dalam jutaan Rupiah) | 31 Desember 2024 | 31 Desember 2025 |
| Jumlah Aset | 77.828.380 | 77.269.692 |
| Jumlah Liabilitas | 58.659.171 | 50.186.386 |
| Jumlah Ekuitas | 19.169.209 | 27.083.306 |
| Penjualan Bersih | 12.735.815 | 13.327.907 |
| Laba Tahun Berjalan | 3.364.606 | 3.682.248 |
Rata-rata margin laba bersih (net profit margin) dari kegiatan usaha baru ini diproyeksikan mencapai 37% selama periode 2025-2035. Nilai kas dan setara kas dari proyeksi usaha baru di akhir periode diperkirakan mencapai 61% dari total kas Perseroan per akhir 2025.
Baca juga: Kinerja Keuangan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) Tahun 2025
FAQ (Frequently Asked Questions)
1. Mengapa TOWR perlu menambah kegiatan usaha baru melalui anak perusahaannya? Penambahan ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan industri telekomunikasi yang dinamis, melakukan diversifikasi layanan, dan memperkuat ekosistem infrastruktur digital grup.
2. Apakah rencana ini akan mengganggu arus kas Perseroan? Manajemen menyatakan kebutuhan dana akan dipenuhi dari dana operasional dan fasilitas kredit yang tersedia, dengan proyeksi dampak positif terhadap kondisi keuangan jangka panjang.
3. Apa saja fokus utama dari kegiatan usaha baru di bidang energi? Protelindo akan fokus pada pembangkitan tenaga listrik tenaga surya dan sistem energi hibrida untuk meningkatkan efisiensi biaya di lokasi menara telekomunikasi.
4. Kapan pemegang saham dapat memberikan suaranya terkait rencana ini? Pemegang saham dapat memberikan persetujuan melalui mekanisme RUPSLB yang dijadwalkan pada hari Rabu, 20 Mei 2026.
Poin Penting bagi Investor
- Rencana ekspansi ke sektor data center dan energi terbarukan melalui Protelindo dan Iforte.
- Hasil studi kelayakan oleh pihak independen menyatakan rencana ini LAYAK dijalankan.
- Estimasi kontribusi pendapatan mencapai 26% dari total pendapatan konsolidasi 2025.
- Margin laba bersih dari unit usaha baru diproyeksikan rata-rata sebesar 37%.
- Persetujuan akhir akan dilakukan pada RUPSLB tanggal 20 Mei 2026.
Profil Singkat Perusahaan
PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) bergerak di bidang aktivitas perusahaan holding serta konstruksi sentral telekomunikasi. Melalui anak usahanya seperti Protelindo dan Iforte, Perseroan menjadi salah satu pemain utama dalam penyediaan infrastruktur telekomunikasi dan digital di Indonesia.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


