ININEn +62831-1918-1386 Mon - Fri 10:00-18:00s +62831-1918-1386
Info@pintarsaham.id
Sertifikasi Internasional
CFP@ | Certificate Financial Planner
Team Berpengalaman
Lebih dari 7 tahun
Kontak Kami

Meroketnya Harga Batubara China Menguntungkan Siapa?

Batubara China
Batubara China
PBTA ITMG ADRO INDY BRAU

Banyak investor yang bertanya pada saya mengapa China begitu penting untuk industri batubara Indonesia. Untuk mengetahui hal tersebut, maka pertama-tama kita harus tahu seberapa besar porsi ekspor batubara Indonesia ke China. Karena dengan mengetahui peranan penting China maka kita bisa mengetahui perusahaan mana saja yang akan diuntungkan dari meroketnya harga batubara di China.

Di tahun 2019, jumlah produksi batubara Indonesia mencapai 610 juta ton. Realisasi produksi tahun 2019 tersebut setidaknya menjadi yang tertinggi dalam 10 tahun terakhir. Laporan produksi batubara full year 2020 belum dirilis namun hingga Oktober 2020, realisasi produksi batu bara Indonesia sebesar 459 juta ton atau sekitar 75% dari total produksi 2019. Penggunaan batubara dalam negeri hingga dengan Oktober 2020 baru mencapai 109 juta ton. Sedangkan sisanya 350 juta ton di ekspor ke luar negeri, di mana 86,88 juta ton di ekspor ke China atau sekitar 18% dari total produksi lokal. Itu jumlah yang cukup signifikan.

Apalagi saat ini terjadi disparitas harga yang sangat lebar antara benchmark harga batubara thermal Newcastle dengan benchmark harga batubara thermal lokal China. Semenjak China melarang impor batubara dari Australia, disparitas harga tersebut makin lebar. Per hari ini, 15 Januari 2021, harga batubara Newcastle Januari 2020 adalah 87,25 dollar per ton. Sedangkan harga batubara thermal lokal China sudah 971 yuan per ton atau sekitar 150 dollar per ton. Disparitas harganya mencapai 63 dollar.

Dengan adanya disparitas harga batubara yang sangat lebar seperti itu, maka perusahaan batubara mana yang akan diuntungkan?

Jawabannya sudah pasti adalah perusahaan batubara yang melakukan ekspor ke China.

Perusahaan Batubara mana saja yang melakukan ekspor ke China?

  • Adaro ADRO
  • Bukit Asam PTBA
  •  Kideco INDY
  • Indo Tambangraya Megah ITMG
  • Multi Harapan Utama,
  • Berau BRAU
  • Toba Bara TOBA
  • KPC BUMI

Selain perusahaan pemilik konsensi lahan batubara di atas, perusahaan yang juga akan diuntungkan adalah kontraktor tambang, alat berat dan jasa pengangkut batubara seperti:

  1. DOID = Kontraktor di BRAU ADRO
  2. UNTR = Kontraktor di PTBA ADRO dan dealer alat berat Komatsu
  3. PTRO = Kontraktor di Kideco INDY
  4. HEXA =  Dealer perusahaan alat berat Hitachi
  5. ABMM = Dealer alat berat Caterpillar
  6. PSSI = Jasa pengangkut batubara
  7. MBSS = Jasa pengangkut batubara
  8. TPMA = Jasa pengangkut batubara
  9. RIGS = Jasa pengangkut batubara

Di 2021, jumlah batubara yang akan diekspor Indonesia ke China akan semakin besar dengan adanya kesepakatan antara APBI dan CCTDA. Total nilai kesepakatan tersebut sekitar 20,6 Triliun rupiah dan bisa bertambah jika demand meningkat. Dengan begitu eksportir batubara Indonesia akan menggunakan benchmark harga batubara lokal China, bukan lagi pakai benchmark Newcastle Coal.

Demand batubara di China diperkirakan akan semakin meningkat apalagi dengan adanya blackout yang baru-baru ini terjadi di China. Akibat dari China melarang impor batubara dari Australia, harga batubara di China semakin meroket. High demand + low supply = price hikes.

Menurut perkiraan saya, laporan keuangan di Q4 2020 dan Q1 2021 akan membaik terutama karena adanya kenaikan harga saham batubara di China selama periode Oktober 2020 – Januari 2021.

Beberapa saham batubara berpeluang untuk turnaround terutama perusahaan yang di Q3 2020 masih merugi seperti ABMM dan DOID.

Leave a Reply