PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) melalui anak usahanya, PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) dan PT Merdeka Tsingshan Indonesia (MTI), resmi melakukan transaksi afiliasi senilai total lebih dari Rp3,56 triliun. Langkah ini melibatkan penyediaan jasa konstruksi dari PT Merdeka Mining Servis (MMS) serta jasa konsultansi dari PT Merdeka Teknik Servis (MTS) guna mendukung operasional dan pengembangan proyek di Konawe. Transaksi ini bertujuan meningkatkan efisiensi operasional grup melalui kolaborasi antar-entitas yang berada di bawah kendali pemegang saham utama yang sama.
Rincian Transaksi Afiliasi MBMA
Berdasarkan keterbukaan informasi tanggal 2 April 2026, transaksi ini terbagi menjadi dua kelompok besar perjanjian penyediaan jasa. Perjanjian pertama dilakukan oleh PT Merdeka Mining Servis (MMS) dengan SCM senilai Rp2.817.830.734.586 dan dengan MTI senilai Rp510.720.462.150 untuk jasa konstruksi.
Perjanjian kedua melibatkan SCM dengan PT Merdeka Teknik Servis (MTS) untuk penyediaan jasa konsultansi dengan estimasi biaya mencapai Rp234.023.042.360. Jasa konsultansi ini mencakup bidang keberlanjutan (sustainability), lingkungan, layanan teknis, geosains, hingga kesiapan operasional manajemen aset.
Pihak-pihak yang bertransaksi merupakan entitas terafiliasi karena MBMA, MMS, dan MTS berada di bawah kendali PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). MBMA memiliki 51,00% saham SCM secara tidak langsung melalui PT Merdeka Industri Mineral (MIN) dan 80,00% saham MTI melalui PT Batutua Pelita Investama (BPI).
Baca juga: Mengenal Berbagai Strategi Aksi Korporasi Emiten di Bursa Efek Indonesia
Jadwal dan Durasi Perjanjian
Manajemen MBMA telah menetapkan jadwal dan durasi kerja sama ini untuk memastikan keberlangsungan proyek jangka panjang di Konawe, Sulawesi Tenggara. Perincian jadwal efektif dan masa berlaku perjanjian adalah sebagai berikut:
| Perjanjian Jasa | Pihak Terlibat | Tanggal Efektif | Durasi Kontrak |
| Konstruksi (MMS) | SCM & MTI | 31 Maret 2026 | 2 Tahun (Otomatis Diperpanjang) |
| Konsultansi (MTS) | SCM | 31 Maret 2026 | 5 Tahun (Otomatis Diperpanjang) |
Seluruh transaksi ini telah melalui prosedur internal yang memastikan syarat dan ketentuan yang berlaku setara dengan transaksi dengan pihak tidak terafiliasi (arm’s length transaction). Perusahaan juga telah menunjuk KJPP Iskandar dan Rekan sebagai penilai independen untuk memberikan pendapat kewajaran atas nilai transaksi tersebut.
Sumber Informasi: Keterbukaan Informasi Terkait Transaksi Afiliasi PT Merdeka Battery Materials Tbk (MMS)
Sumber Informasi: Keterbukaan Informasi Terkait Transaksi Afiliasi PT Merdeka Battery Materials Tbk (MTS)
Dampak bagi Investor
Transaksi afiliasi MBMA ini diproyeksikan memberikan dampak positif bagi investor melalui peningkatan laba dan nilai tambah perusahaan di masa depan. Penggunaan jasa dari entitas satu grup menjamin komitmen jangka panjang terhadap keberhasilan operasional tambang bijih nikel milik SCM dan MTI.
Meskipun nilai transaksi mencapai triliunan Rupiah, aksi korporasi ini tidak dikategorikan sebagai transaksi material karena nilainya tidak mencapai 20% dari ekuitas Perseroan. Dengan demikian, investor tidak perlu mengkhawatirkan adanya kewajiban persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk transaksi ini.
Selain itu, kerja sama internal ini meminimalisir risiko waktu penyesuaian yang biasanya dibutuhkan oleh pihak ketiga non-afiliasi dalam memahami karakteristik proyek. Investor dapat melihat langkah ini sebagai upaya strategis untuk mempercepat integrasi vertikal rantai pasok baterai kendaraan listrik perusahaan.
Baca juga: Buyback Saham MBMA: PT Merdeka Battery Materials Tbk Siapkan Dana Rp1,7 Triliun
Kondisi Keuangan Proforma MBMA
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim per 30 September 2025 yang diaudit, terdapat perubahan pada pos aset dan liabilitas setelah pelaksanaan transaksi. Aset tidak lancar pada bagian properti, pabrik, dan peralatan mengalami penyesuaian proforma sebesar USD 199.553.429.
Total aset MBMA tercatat meningkat dari USD 3,59 miliar menjadi USD 3,79 miliar dalam simulasi proforma setelah transaksi konstruksi dilakukan. Di sisi liabilitas, utang usaha kepada pihak berelasi juga mengalami kenaikan proforma sebesar USD 199.553.429, mencerminkan kewajiban pembayaran jasa konstruksi tersebut.
Penilaian kelayakan yang dilakukan menghasilkan nilai Net Present Value (NPV) lebih besar dari nol, yang mengindikasikan bahwa transaksi ini menguntungkan secara finansial. Hal ini menunjukkan bahwa penghematan arus kas bersih yang dihasilkan akan memberikan kontribusi positif bagi kesehatan keuangan perusahaan secara jangka panjang.
FAQ (Frequently Asked Questions)
1. Apakah transaksi ini menyebabkan dilusi saham bagi pemegang saham publik?
Tidak, transaksi ini merupakan perjanjian penyediaan jasa operasional dan bukan penerbitan saham baru, sehingga tidak ada dampak dilusi bagi pemegang saham.
2. Mengapa MBMA memilih entitas afiliasi dibandingkan pihak ketiga?
Pihak afiliasi seperti MMS dan MTS dinilai memiliki pemahaman mendalam terhadap standar kualitas dan kebutuhan spesifik proyek grup, sehingga lebih efisien secara biaya dan waktu.
Poin Penting bagi Investor
- Nilai Total Transaksi: Akumulasi kontrak konstruksi dan konsultansi mencapai sekitar Rp3,56 triliun.
- Efisiensi Grup: Transaksi dilakukan untuk mendukung kelancaran proyek tambang nikel SCM di Konawe secara lebih terkoordinasi.
- Status Transaksi: Dinyatakan wajar oleh KJPP independen dan bukan merupakan transaksi benturan kepentingan.
- Kekuatan Finansial: Proforma total aset perusahaan meningkat menjadi USD 3,79 miliar untuk mendukung ekspansi operasional.
- Tanpa RUPS: Nilai transaksi di bawah ambang batas 20% ekuitas, sehingga tidak memerlukan persetujuan pemegang saham.
Profil Singkat PT Merdeka Battery Materials Tbk
PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) adalah perusahaan induk yang berfokus pada grup usaha pertambangan nikel dan mineral lainnya. Perusahaan menjalankan kegiatan pengolahan dan bisnis terkait yang terintegrasi secara vertikal untuk mendukung rantai pasok baterai global.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


