LMAX ini resmi berdiri pada 27 Februari 2017 dengan nama PT Karya Pelumas Indonesia, berdasarkan Akta Notaris No. 42, dan mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan HAM pada 1 Maret 2017. Beberapa bulan kemudian, pada 4 September 2017, perusahaan melakukan perubahan nama menjadi PT Lupromax Pelumas Indonesia melalui Akta Notaris No. 211 yang dicatatkan pada 9 September 2017.
Dari awal berdiri, ruang lingkup usaha mencakup perdagangan umum, jasa, konstruksi, transportasi, perbengkelan, dan industri, dengan fokus utama pada perdagangan pelumas. Aktivitas komersial mulai berjalan di tahun yang sama, dan kantor pusatnya berlokasi di Ruko Graha Boulevard, Gading Serpong, Tangerang, Banten.
Produk utama yang menjadi tulang punggung bisnis adalah pelumas merek Lupromax, di mana hak lisensi dan perlindungan mereknya dimiliki oleh Magna International Pte Ltd Singapura dengan masa perlindungan 10 tahun yang berlaku dari 24 Oktober 2022 hingga 24 Oktober 2032. Lupromax Indonesia bertindak sebagai distributor resmi sekaligus prinsipal di Indonesia.
Langkah besar berikutnya terjadi pada 9 Agustus 2023 ketika perusahaan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia setelah mendapatkan pernyataan efektif dari OJK pada 20 Juli 2023. Dalam IPO tersebut, perusahaan menawarkan 195 juta saham baru kepada publik dan mencatatkan total 650 juta saham beredar dengan nilai nominal Rp20 per saham. Struktur kepemilikan per Juni 2025 menunjukkan Kartiko Soemargono memegang kendali dengan 33,25% atau 216,12 juta saham, disusul Jong Anton Dwi Putro 14%, Trisno Harnadi 13,30%, Clarissa Calluella Haberth 9,45%, dan publik 30%.
Kartiko Soemargono menjadi tokoh sentral yang mengarahkan perusahaan. Ia menjabat sebagai Direktur Utama sekaligus ultimate controller, memanfaatkan latar belakang S1 Akuntansi dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta untuk mengelola operasional dan keuangan perusahaan. Pengalamannya meliputi posisi sebagai Presiden Komisaris di PT Bias Promosindo Jaya sejak 2011 serta pernah menjadi komisaris di PT Karya Pelumas Indonesia, PT Duta Sarana Sukses, dan PT Erafone Retailindo Mandiri.
Properti pribadi atas namanya dijaminkan untuk fasilitas kredit BCA demi mendukung pembiayaan perusahaan, menandakan keterlibatan pribadi yang tinggi. Di jajaran manajemen, Kartiko ditemani Sofia Tanizar sebagai Direktur, Trisno Harnadi sebagai Komisaris, dan Iman Turmansah sebagai Komisaris Independen sekaligus Ketua Komite Audit. Anggota komite audit adalah Dadang Sutra Mulyadi dan Yuni Andriani.
Di balik merek Lupromax, berdiri sosok Dr. Nelson Cheng, pendiri dan ketua Magna Group sekaligus otak di balik teknologi Heat-Activated Technology (HAT) yang menjadi basis formulasi produk Lupromax. Ia memulai karier sebagai marine engineer melalui beasiswa UNDP, kemudian menerima gelar PhD honoris causa dari Universidad Autónoma de Baja California.
Dr. Cheng tercatat sebagai inventor dengan paten terbanyak di Singapura, menciptakan lebih dari 500 produk inovatif di bidang kimia, pelumas, dan anti-korosi, di mana lebih dari 230 produk mendapatkan NATO Stock Numbers dan beredar di lebih dari 30 negara. Teknologi unggulannya meliputi Vappro VCI, Vappro CRI, MRST, CCI, dan HAT.
Ia telah menulis lebih dari 120 makalah penelitian dan buku teknis, meraih berbagai penghargaan seperti Top 10 Most Inspiring Entrepreneur dan Asian Excellence Award, serta memimpin jaringan bisnis global yang mencakup Magna International, Magna F.E. Chemical, Magna Chemical Canada, Magna Australia, dan Lupromax International. Fokusnya adalah tiga masalah industri besar yang tahan terhadap perubahan ekonomi yaitu penyakit, korosi, dan gesekan.
Bisnis Lupromax berputar di distribusi pelumas merek Lupromax untuk pasar domestik. Hubungan dengan vendor utama seperti PT Pacific Lubritama Indonesia dan Lupromax International Pte Ltd menjadi kunci keberlangsungan pasokan. Di sisi pelanggan, perusahaan menghadapi konsentrasi signifikan pada PT Golden Jaguarasia yang di semester I 2025 menyumbang 24,3% penjualan atau Rp7,84 miliar, meski menurun dari Rp10,11 miliar pada periode yang sama 2024.
Golden Jaguarasia adalah distributor produk las merek Golden Bridge dari China dengan kantor pusat di Cikarang Selatan dan cabang di Surabaya. Produk mereka mencakup berbagai tipe elektroda las dan kawat las. Golden Jaguarasia tercatat memiliki piutang usaha ke Lupromax sebesar Rp8,70 miliar per 30 Juni 2025, turun dari Rp10,88 miliar di akhir 2024, serta uang muka pelanggan Rp150 juta yang juga turun dari Rp750 juta. Pelanggan besar lain termasuk CV Anugerah Langkah Sejahtera dan PT Oto Jaya Distribusindo.
Kinerja keuangan semester I 2025 menunjukkan tantangan besar. Penjualan turun 14,88% menjadi Rp32,27 miliar, namun COGS justru turun lebih dalam 26,75% menjadi Rp16,89 miliar. Hasilnya, gross profit naik tipis 3,55% menjadi Rp15,37 miliar, dan gross margin melonjak dari 39,16% menjadi 47,64%. Namun, kenaikan margin kotor ini tergerus oleh beban penjualan yang naik 6,6% menjadi Rp8,68 miliar dan beban umum-administrasi yang melonjak 19,61% menjadi Rp6,17 miliar.
Lonjakan beban gaji-tunjangan dari Rp3,08 miliar menjadi Rp4,06 miliar dan biaya jasa profesional dari Rp171,9 juta menjadi Rp353,5 juta menjadi penyumbang utama. Laba sebelum pajak terpangkas 37,22% menjadi Rp776 juta dan laba bersih turun 46,35% menjadi Rp517 juta. Ada kontribusi dari pos non-core berupa pemulihan cadangan piutang sebesar Rp521,7 juta yang membuat pendapatan lain-lain bersih melonjak 429,7%, tetapi sifatnya insidental dan tidak berulang.
Arus kas dari operasi justru menunjukkan kondisi lebih sehat dibanding laba akuntansi. CFO mencapai Rp1,90 miliar, jauh di atas laba bersih, berkat perbaikan modal kerja, termasuk penurunan piutang usaha dan kenaikan utang usaha sebesar Rp337 juta menjadi Rp7,76 miliar. Persediaan naik tipis Rp52 juta menjadi Rp6,51 miliar, sementara beban nonkas seperti depresiasi total Rp726,7 juta juga membantu menjaga kas.
Free cash flow mencapai Rp1,72 miliar, cukup untuk menutup pembayaran utang bank Rp1,17 miliar dan pelunasan utang pembelian aset tetap Rp432 juta. Belanja modal relatif kecil, hanya mengeluarkan kas Rp181 juta dari total penambahan aset tetap Rp811 juta, sisanya dibiayai lewat utang pembelian aset.
Kalau bicara soal daya beli, laba bersih Rp517 juta jelas belum cukup untuk beli Alphard baru secara cash, apalagi Lamborghini atau McLaren yang banderolnya di atas Rp8 miliar. Tapi kalau mengandalkan kas operasional Rp1,90 miliar, Alphard tipe standar sudah bisa dibeli tunai dengan sisa cukup untuk biaya tambahan seperti pajak dan bensin. Untuk supercar seperti Lambo atau McLaren, butuh waktu bertahun-tahun menabung. Sementara kalau cuma mau beli bakso, dari laba bersih saja sudah cukup untuk beli ribuan porsi atau bahkan membuka beberapa gerobak bakso premium.
Hubungan dengan pihak berelasi juga menjadi bagian penting dalam struktur Lupromax. Kartiko Soemargono menyewakan ruko ke perusahaan dan menjaminkan aset pribadinya ke BCA. Evyana Soemargono dan Yusuf Christiono juga menjadi pemilik properti yang digunakan sebagai agunan kredit.
Ada perjanjian sewa gudang dengan Holland H. Simanjuntak, kerja sama dengan PT Bima Registra sebagai biro administrasi efek, dan hubungan erat dengan BCA yang menyediakan berbagai fasilitas pembiayaan, termasuk kredit rekening koran, pinjaman berjangka, dan pembiayaan kendaraan. Perjanjian kredit dengan BCA mencantumkan covenant ketat yang melarang pengambilan pinjaman baru atau perubahan kepemilikan pengendali tanpa persetujuan tertulis, sementara BCA juga mengasuransikan aset perusahaan.
Lupromax adalah perusahaan pelumas dengan kepemilikan yang terpusat, model bisnis yang fokus, ketergantungan pada vendor dan merek tertentu, serta konsentrasi pelanggan besar yang memberi kontribusi seperempat dari total penjualan. Semester I 2025 memperlihatkan tekanan di penjualan inti dan kenaikan beban operasional, namun arus kas operasional masih kuat.
Tantangan utama ke depan adalah memperluas basis pelanggan, mengendalikan biaya, dan menjaga hubungan strategis dengan pemasok, pelanggan utama, serta pihak berelasi untuk memastikan kelangsungan bisnis di tengah dinamika pasar yang fluktuatif.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Cari saham bagus tapi bingung mulai dari mana? Ini dia panduan yang kamu butuhkan.


