Manajemen menyampaikan capex 2026 diproyeksikan sekitar Rp150 miliar untuk perluasan fasilitas body repair, pengembangan jaringan dealer di Pekanbaru, Jambi, Lampung, hingga Cirebon, serta peningkatan armada penjualan. Ekspansi ini diposisikan untuk memperluas jangkauan layanan dan memperkuat kapasitas penjualan di wilayah kunci.
Kinerja penjualan disebut masih meningkat, namun margin tertekan akibat turunnya gross margin dari mobil Korea dan segmen LCGC. Manajemen menilai pasar semakin sensitif terhadap harga seiring kenaikan suku bunga, inflasi biaya operasional, dan pelemahan daya beli.
Perusahaan juga menyoroti dampak perang tarif dan isu geopolitik yang membuat konsumen lebih berhati-hati dalam membeli kendaraan. Akibatnya, pertumbuhan unit terjual disebut tidak setinggi proyeksi awal meski permintaan masih ada.
Target penjualan mobil listrik 2026 dipatok masih kecil di sekitar ±36 unit, dengan fokus awal pada Mitsubishi dan Mercedes. Manajemen menilai adopsi EV di segmen pasar mereka masih berjalan lambat sehingga pendekatannya dibuat konservatif.
Prioritas 2026 mencakup pengembangan inovasi produk dan layanan, peningkatan kualitas SDM, serta digitalisasi proses bisnis. Manajemen juga menekankan efisiensi operasional sebagai kunci menjaga profit dan memperkuat daya saing di tengah pasar yang lebih menantang.
Transformasi digital internal diarahkan pada integrasi sistem payroll, HRIS, inventaris, dan sales operation. Tujuannya meningkatkan transparansi, mempercepat kontrol operasional, dan mendorong efisiensi biaya.
Manajemen menyampaikan perusahaan terbuka menambah lini bisnis outsourcing service maupun teknologi sepanjang relevan dengan kebutuhan pasar. Langkah tersebut akan dipertimbangkan bila mendukung pertumbuhan jangka panjang dan memperkuat posisi bisnis inti.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


