Perseroan menjelaskan pengelolaan persediaan dilakukan menggunakan demand forecast berbasis histori penjualan tiap gerai. Mayoritas barang dibeli putus, dengan porsi kecil menggunakan skema konsinyasi untuk menjaga fleksibilitas stok.
Manajemen menyambut positif program pemerintah tiga juta rumah karena dinilai dapat mendorong permintaan bahan bangunan. Program ini juga diproyeksikan meningkatkan trafik ke gerai seiring multiplier effect sektor properti.
Untuk 2026, perusahaan menargetkan pendapatan di atas Rp3 triliun dengan laba yang lebih stabil. Optimisme didorong perbaikan likuiditas dan ekspektasi pemulihan aktivitas properti yang berdampak ke ritel bahan bangunan.
Ekspansi 2026 mencakup pembukaan tiga toko baru di Palembang, Samarinda, dan Bali dengan estimasi capex sekitar Rp129 miliar. Pendanaan disebut sebagian besar berasal dari fasilitas bank untuk menjaga keluwesan kas internal.
Peningkatan margin ditempuh lewat diversifikasi produk eksklusif dan penguatan house brand, disertai efisiensi biaya serta program member care. Manajemen menambahkan penjualan online telah melampaui 10% dari total penjualan dan diposisikan sebagai kanal pertumbuhan tambahan.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


