PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (SDRA) mencatatkan penurunan performa pada periode tiga bulan pertama tahun 2026 seiring dengan kenaikan beban operasional dan penurunan pendapatan bunga bersih. Meskipun demikian, rasio permodalan perseroan tetap terjaga di level yang sangat kuat, jauh di atas ambang batas regulasi.
Kinerja Keuangan Laba Saham SDRA Q1 2026
Berikut adalah ringkasan performa keuangan perseroan untuk periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dibandingkan dengan periode sebelumnya.
A. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
| Dalam Jutaan IDR | 31 Maret 2026 | 31 Desember 2025 | Perubahan (%) |
| Total Aset | 54,188,403 | 59,141,755 | -8.38% |
| Kredit yang Diberikan | 39,938,897 | 41,570,810 | -3.93% |
| Penempatan pada Bank Lain | 1,488,245 | 6,603,670 | -77.46% |
| Total Liabilitas | 41,229,529 | 46,270,961 | -10.90% |
| Dana Pihak Ketiga (DPK) | 32,578,992 | 34,055,793 | -4.34% |
| Dana Murah (CASA) | 7,767,628 | 7,869,888 | -1.30% |
| Total Ekuitas | 12,958,874 | 12,870,794 | +0.68% |
Catatan: Data diolah dari Laporan Keuangan Q1 2026.
Total aset perseroan mengalami penyusutan sebesar 8,38% yang didorong oleh penurunan signifikan pada pos penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain. Penempatan dana tersebut turun dari Rp6,60 triliun menjadi Rp1,48 triliun seiring dengan penyesuaian strategi likuiditas perseroan.
Dari sisi liabilitas, penurunan total kewajiban sebesar 10,90% disebabkan oleh pelunasan pinjaman yang diterima dan penurunan simpanan nasabah. Meskipun DPK secara total turun, porsi dana murah (CASA) relatif stabil, yang menunjukkan loyalitas nasabah penyimpan tetap terjaga.
Struktur ekuitas perseroan tumbuh tipis 0,68% yang berasal dari akumulasi saldo laba periode berjalan. Hal ini mencerminkan posisi modal yang tetap solid untuk mendukung pertumbuhan bisnis di masa mendatang.
B. Laporan Laba Rugi
| Dalam Jutaan IDR | Q1 2026 | Q1 2025 | Perubahan (%) |
| Pendapatan Bunga Bersih (NII) | 387,963 | 433,529 | -10.51% |
| Pendapatan Operasional Lainnya | 64,342 | 63,019 | +2.10% |
| Beban Operasional | 315,145 | 292,653 | +7.69% |
| Laba Bersih | 106,825 | 154,331 | -30.78% |
| EPS (Nilai Penuh) | 7.27 | 10.50 | -30.76% |
Catatan: Data perbandingan kuartal (YoY).
Laba bersih perseroan terkoreksi 30,78% secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp106,82 miliar. Penurunan ini dipicu oleh menyusutnya pendapatan bunga bersih sebesar 10,51% di tengah kenaikan beban operasional lainnya.
Kenaikan beban operasional sebesar 7,69% terutama berasal dari peningkatan beban umum dan administrasi. Meskipun pendapatan operasional lainnya tumbuh positif, angka tersebut belum mampu mengompensasi tekanan pada beban bunga dan biaya operasional.
C. Analisis Rasio Keuangan
| Rasio | Nilai (31 Maret 2026) | Interpretasi Singkat |
| Net Interest Margin (NIM) | 2.87% | Efisiensi margin bunga rendah |
| Non-Performing Loan (NPL) Gross | 3.93% | Kualitas aset di bawah 5% (Aman) |
| Loan to Deposit Ratio (LDR) | 125.46% | Likuiditas sangat ketat |
| Capital Adequacy Ratio (CAR) | 33.40% | Permodalan sangat kuat |
| Cost to Income Ratio (CIR) | 69.68% | Efisiensi operasional menengah |
| ROA (Before Tax) | 1.01% | Profitabilitas aset rendah |
| ROE (After Tax) | 3.30% | Pengembalian ekuitas perlu ditingkatkan |
Catatan: NIM, ROA, dan ROE telah disetahunkan (annualized) berdasarkan data Q1 2026.
Rasio NPL Gross meningkat dari 2,99% pada akhir tahun 2025 menjadi 3,93%. Walaupun masih di bawah ambang batas regulasi 5%, tren kenaikan ini menunjukkan adanya peningkatan risiko pada kualitas kredit.
CAR yang berada di level 33,40% menunjukkan perseroan memiliki bantalan modal yang sangat memadai terhadap risiko. Namun, rasio LDR yang mencapai 125,46% mengindikasikan bahwa penyaluran kredit jauh melampaui himpunan dana pihak ketiga, sehingga likuiditas menjadi aspek yang perlu diperhatikan secara intensif.
D. Valuasi Saham
Berdasarkan harga penutupan 23 April 2026 sebesar Rp252 per saham, berikut adalah indikator valuasinya:
| Indikator | Nilai | Interpretasi |
| PER (Annualized) | 8.66x | Murah dibandingkan rata-rata bank |
| PBV | 0.28x | Diskon besar terhadap nilai buku |
Valuasi saham SDRA saat ini berada pada kondisi diskon yang signifikan secara historis dengan PBV di bawah 0,5x. Hal ini menarik bagi investor jangka panjang, meskipun pasar masih mencermati tantangan pada pertumbuhan laba dan kualitas aset perseroan.
Kesimpulan
PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk menghadapi tantangan profitabilitas pada awal tahun 2026 dengan penurunan laba bersih sebesar 30,78%. Meskipun likuiditas terlihat ketat dengan LDR tinggi, posisi permodalan yang sangat kuat memberikan fleksibilitas bagi perseroan untuk melakukan perbaikan performa di sisa tahun. Valuasi saham yang berada pada harga jauh di bawah nilai buku mencerminkan apresiasi pasar yang masih rendah terhadap performa saat ini.
Profil Singkat Perusahaan
PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk merupakan bank umum yang berfokus pada segmen komersial, ritel, dan konsumsi. Perseroan merupakan hasil penggabungan usaha antara PT Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk dengan PT Bank Woori Indonesia pada tahun 2014. Saat ini, Woori Bank, Korea bertindak sebagai pemegang saham pengendali utama perseroan.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.
Masih Bingung? Tanya Admin


