Friday, April 24, 2026
No menu items!
Google search engine
HomeAnalisis SahamLaba Bersih Naik 16,6%, Simak Analisa Saham BNLI di Kuartal I-2026

Laba Bersih Naik 16,6%, Simak Analisa Saham BNLI di Kuartal I-2026

Laba PT Bank Permata Tbk (BNLI) melonjak 16,6% secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp920,1 miliar pada kuartal pertama 2026. Pencapaian ini didorong oleh efisiensi beban operasional yang turun 8,9% di tengah tantangan pendapatan bunga bersih yang sedikit terkontraksi. 

Meskipun penyaluran kredit mengalami penurunan tipis sebesar 1,7% dibandingkan akhir tahun 2025, kualitas aset tetap terjaga dengan rasio non-performing loan (NPL) gross pada level 2,17%. Perusahaan juga mencatatkan struktur permodalan yang sangat kuat dengan capital adequacy ratio (CAR) mencapai 33,88%.

Analisa Saham BNLI: Bedah Kinerja Keuangan Kuartal I 2026

Berikut adalah ringkasan laporan posisi keuangan Bank Permata untuk periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dibandingkan dengan 31 Desember 2025.

A. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Dalam Jutaan IDR31 Mar 202631 Des 2025Perubahan (%)
Total Aset262.348.154268.342.325-2,23%
Kredit yang Diberikan149.537.590152.111.121-1,69%
Penempatan pada Bank Lain4.299.2587.045.129-38,98%
Total Liabilitas216.267.973222.494.311-2,80%
Dana Pihak Ketiga (DPK)184.757.740193.025.578-4,28%
Dana Murah (CASA)121.002.623123.209.448-1,79%
Total Ekuitas46.080.18145.848.014+0,51%

Total aset Bank Permata pada akhir Maret 2026 tercatat mengalami penurunan sebesar 2,23% dibandingkan akhir tahun 2025. Penurunan ini terutama dipicu oleh berkurangnya penempatan pada bank-bank lain yang merosot signifikan sebesar 38,98% serta penurunan saldo kredit bruto. Penyaluran kredit terkontraksi 1,69% secara year-to-date, yang mencerminkan sikap selektif manajemen dalam penyaluran pembiayaan di awal tahun.

Dari sisi liabilitas, DPK turun 4,28% yang sebagian besar disebabkan oleh penurunan saldo deposito berjangka. Namun, porsi dana murah (CASA) terlihat lebih stabil dengan hanya turun 1,79%, sehingga rasio CASA perusahaan justru meningkat menjadi 65,49% dari total DPK dibandingkan 63,83% pada akhir 2025. Hal ini berdampak positif pada upaya bank dalam menjaga biaya dana agar tetap kompetitif.

Ekuitas perusahaan tetap menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 0,51% yang didukung oleh akumulasi saldo laba periode berjalan. Struktur permodalan yang solid ini memberikan ruang bagi perusahaan untuk melakukan ekspansi bisnis di kuartal-kuartal berikutnya jika kondisi pasar membaik.

B. Laporan Laba Rugi

Tabel di bawah ini membandingkan kinerja laba rugi untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 2025.

Dalam Jutaan IDRQ1 2026Q1 2025Perubahan YoY
Pendapatan Bunga Bersih (NII)2.423.7022.531.368-4,25%
Pendapatan Operasional Lainnya667.936577.550+15,65%
Beban Operasional1.903.9442.089.876-8,90%
Laba Bersih920.104788.974+16,62%
EPS (Rupiah Penuh)2522+13,64%

Faktor utama yang mendorong pertumbuhan laba bersih sebesar 16,62% adalah keberhasilan bank dalam menekan beban operasional. Penurunan beban operasional sebesar 8,9% YoY ini terutama didorong oleh penurunan kerugian penurunan nilai aset keuangan (impairment losses) yang turun dari Rp621,5 miliar menjadi Rp373,7 miliar. Hal ini menandakan adanya perbaikan kualitas portofolio atau efektivitas strategi penagihan dan restrukturisasi.

Di sisi pendapatan, NII mengalami tekanan sebesar 4,25% sejalan dengan penurunan yield kredit dan volume pembiayaan. Namun, tekanan ini berhasil dikompensasi oleh pertumbuhan pendapatan operasional lainnya yang naik 15,65%. Peningkatan pendapatan non-bunga ini didukung oleh keuntungan dari penjualan efek investasi serta pendapatan provisi dan komisi yang lebih tinggi.

C. Analisis Rasio Keuangan

Berikut adalah rasio keuangan utama Bank Permata per 31 Maret 2026 berdasarkan data yang tersedia.

RasioNilaiInterpretasi Singkat
Net Interest Margin (NIM)3,92%Tingkat profitabilitas bunga di level moderat.
Non-Performing Loan (NPL) Gross2,17%Kualitas kredit terkendali di bawah ambang batas regulasi.
Loan to Deposit Ratio (LDR)80,94%Tingkat likuiditas yang sangat longgar dan memadai.
Capital Adequacy Ratio (CAR)33,88%Permodalan yang sangat kuat dan jauh di atas ketentuan.
Cost to Income Ratio (CIR)61,58%Efisiensi operasional menunjukkan tren membaik.
ROA (Disetahunkan)1,81%Kemampuan aset dalam menghasilkan laba cukup stabil.
ROE (Disetahunkan)7,99%Imbal hasil bagi pemegang saham berada di level wajar.

Bank Permata mempertahankan manajemen risiko yang disiplin dengan rasio permodalan yang berada di level sangat tinggi di industri perbankan nasional. Rasio CAR sebesar 33,88% menunjukkan bank memiliki bantalan modal yang sangat tebal untuk menyerap risiko pasar maupun kredit. Meskipun LDR di level 80,94% mengindikasikan likuiditas yang berlimpah, hal ini juga menunjukkan masih besarnya ruang bagi bank untuk memacu penyaluran kredit guna meningkatkan pendapatan bunga di masa depan.

D. Valuasi Saham

Valuasi saham BNLI berdasarkan harga penutupan 23 April 2026 sebesar Rp3.390 per lembar saham.

IndikatorNilaiInterpretasi
PER (Disetahunkan)33,90xRelatif premium dibandingkan rata-rata sektor perbankan.
PBV2,66xMencerminkan ekspektasi pertumbuhan dan kekuatan modal.

Berdasarkan harga terkini, saham BNLI diperdagangkan pada rasio Price to Book Value (PBV) sebesar 2,66x. Nilai ini berada pada level premium dibandingkan dengan rata-rata historisnya maupun beberapa bank besar lainnya. Namun, valuasi premium ini didukung oleh struktur permodalan yang sangat kuat dan tren perbaikan kualitas aset yang konsisten dalam satu tahun terakhir.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, PT Bank Permata Tbk menunjukkan kinerja fundamental yang solid pada awal tahun 2026 dengan pertumbuhan laba yang signifikan. Meskipun penyaluran kredit dan pendapatan bunga bersih masih mencari momentum pertumbuhan, efisiensi pada beban pencadangan dan permodalan yang sangat kuat menjadi nilai tambah bagi perusahaan. Valuasi saat ini mencerminkan optimisme investor terhadap stabilitas bank di bawah kendali Bangkok Bank sebagai pemegang saham mayoritas.

Profil Singkat Perusahaan

PT Bank Permata Tbk didirikan pada tahun 1954 (sebagai Bank Bali) dan saat ini merupakan salah satu bank umum terbesar di Indonesia. Sejak tahun 2020, kepemilikan mayoritas perusahaan (89,12%) dipegang oleh Bangkok Bank Public Company Limited. Bank ini menyediakan berbagai layanan perbankan konvensional dan syariah yang didukung oleh jaringan luas di seluruh wilayah Indonesia.

Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.

Gabung Sekarang

Masih Bingung? Tanya Admin

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Latest Post

Most Popular