PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) mencatatkan pertumbuhan laba yang solid pada semester pertama tahun 2025, didorong oleh efisiensi pengelolaan cadangan kerugian dan kualitas pembiayaan yang terjaga. Meskipun aset sedikit menurun, profitabilitas bank tetap terjaga dengan angka laba bersih yang tumbuh 16,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dengan harga saham penutupan di level Rp1.520, saham BTPS diperdagangkan pada valuasi PER 9,09x dan PBV 1,21x, yang menunjukkan valuasi saham yang wajar, mencerminkan ekspektasi pasar terhadap kinerja dan pertumbuhan bank yang stabil.
Kinerja Keuangan: Laba Bersih Naik 16,6%, Efisiensi Pembiayaan Meningkat
Laporan laba rugi BTPS untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2025 menunjukkan hasil yang positif. Pendapatan bank tercatat Rp2,36 triliun, meskipun sedikit menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (Rp2,48 triliun).
Namun, laba bersih berhasil tumbuh 16,6% menjadi Rp643,85 miliar, berkat pengelolaan beban yang lebih efisien, terutama pada beban pembentukan cadangan kerugian. Kinerja profitabilitas yang kuat terlihat dari Return on Equity (ROE) tahunan yang mencapai 13,29% dan Return on Assets (ROA) tahunan yang mencapai 5,95%.
Posisi Keuangan: Aset Stabil, Ekuitas Menguat
Per 30 Juni 2025, total aset BTPS tercatat sebesar Rp21,66 triliun, sedikit menurun dibandingkan posisi akhir tahun 2024 (Rp21,75 triliun). Penurunan ini terutama disebabkan oleh sedikit penurunan pada investasi pada surat berharga dan piutang murabahah yang menurun.
Namun, total ekuitas bank meningkat menjadi Rp9,70 triliun, didorong oleh akumulasi laba bersih yang dihasilkan selama periode berjalan. Di sisi kewajiban, total liabilitas tercatat Rp2,66 triliun, menurun dibandingkan akhir tahun 2024 yang tercatat Rp2,83 triliun, menunjukkan pengelolaan utang yang stabil.
Arus Kas: Positif dari Aktivitas Operasi, Namun Kas Berkurang Akibat Investasi dan Dividen
BTPS mencatatkan arus kas dari operasi yang positif sebesar Rp361,5 miliar, menunjukkan kemampuan operasional yang kuat dalam menghasilkan kas. Namun, arus kas dari investasi tercatat negatif (Rp492,8 miliar), akibat dari pembelian surat berharga. Sementara itu, arus kas dari pendanaan juga tercatat negatif (Rp465,8 miliar), yang mayoritas digunakan untuk pembayaran dividen.
Posisi kas akhir per 30 Juni 2025 tercatat Rp3,05 triliun, mengalami penurunan sebesar Rp597,1 miliar dari posisi kas awal tahun. Penurunan ini mencerminkan bahwa meskipun operasi menghasilkan kas yang positif, aktivitas investasi dan pembayaran dividen lebih besar dari penerimaan kas yang dihasilkan.
Valuasi Saham: PER 9,09x dan PBV 1,21x
Dengan harga saham penutupan Rp1.520 per 23 Juli 2025, berikut adalah perhitungan rasio valuasi saham BTPS:
- Laba per Saham (EPS) disetahunkan: Rp167,15
- Price to Earnings Ratio (PER):
PER = Harga Saham / EPS = Rp1.520 / Rp167,15 = 9,09x - Book Value per Share (BVPS):
BVPS = Total Ekuitas / Jumlah Saham Beredar = Rp9,70 triliun / 7,703 miliar saham = Rp1.258,12 - Price to Book Value (PBV):
PBV = Harga Saham / BVPS = Rp1.520 / Rp1.258,12 = 1,21x
Valuasi ini menunjukkan bahwa saham BTPS diperdagangkan pada level yang relatif wajar, mencerminkan nilai buku yang mendekati harga pasar dan potensi pertumbuhan yang stabil di masa depan.
Kesimpulan
PT Bank BTPN Syariah Tbk berhasil mencatatkan kinerja yang solid pada semester I-2025, dengan laba bersih yang tumbuh 16,6% dan pengelolaan pembiayaan yang sehat, tercermin dari rasio Non-Performing Financing (NPF) yang rendah. Posisi kas yang stabil, dengan permodalan yang kuat (CAR yang tinggi), menambah kekuatan fundamental bank ini.Dengan PER 9,09x dan PBV 1,21x, saham BTPS diperdagangkan dengan valuasi yang wajar, mencerminkan prospek pertumbuhan yang positif bagi para investor yang mencari saham dengan fundamental yang sehat dan kinerja yang konsisten.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


