Friday, April 17, 2026
No menu items!
Google search engine
HomeInsightKinerja Keuangan PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) Kuartal III 2025

Kinerja Keuangan PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) Kuartal III 2025

Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Panca Budi Idaman Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 3.315,19 miliar , mengalami penurunan 7,49% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 3.583,50 miliar.
  • Aset Lancar: Aset lancar menurun 14,33% menjadi Rp 1.883,82 miliar , terutama dipengaruhi oleh penurunan signifikan pada investasi di aset keuangan lancar dan penurunan kas serta piutang usaha.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 1.431,37 miliar , naik 3,38% , didorong oleh peningkatan investasi di aset keuangan tidak lancar.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 465,46 miliar , turun 25,33% dibandingkan akhir tahun lalu.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 327,12 miliar , menurun 34,61% , terutama disebabkan oleh penurunan utang bank jangka pendek , biaya yang masih harus dibayar , dan utang pajak.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 138,34 miliar , dengan kenaikan 12,36% , terutama karena kenaikan liabilitas imbalan pascakerja.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 2.849,73 miliar , turun 3,73% dibandingkan 31 Desember 2024 , didorong oleh penurunan saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya setelah pembagian dividen.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan

  • Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 3.893,33 miliar , naik tipis 0,14% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 3.888,03 miliar. Pertumbuhan ini relatif stagnan.

Laba Bersih

  • Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 300,28 miliar , turun 21,81% YoY dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 384,02 miliar. Penurunan ini terutama disebabkan oleh kenaikan beban pokok penjualan yang lebih tinggi dari kenaikan penjualan, sehingga menekan laba bruto.

Earnings per Share (EPS)

  • EPS tercatat sebesar Rp 40,04 , mencerminkan penurunan 21,80% YoY, sejalan dengan penurunan laba bersih.

Rasio Keuangan

Likuiditas

  • Current Ratio: 5,76x, menunjukkan kemampuan perusahaan yang sangat kuat dalam memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
  • Quick Ratio: 2,25x, mengindikasikan likuiditas yang baik bahkan setelah mengecualikan persediaan dari aset lancar.

Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 17,64%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan mengalami penurunan dibandingkan 9M 2024 (20,26%).
  • Margin Laba Bersih: 7,71%, mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak, juga menurun dibandingkan 9M 2024 (9,88%).

Efisiensi & Pengembalian

  • Return on Assets (ROA) (Annualized): 11,61%, menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
  • Return on Equity (ROE) (Annualized): 13,78%, menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.

Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 0,16x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan yang sangat sehat dengan tingkat ketergantungan pada utang yang rendah.

Valuasi Pasar

  • Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 484 per 27 Oktober 2025, PER (annualized) tercatat 9,07x, mengindikasikan valuasi yang relatif moderat.
  • Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 379,96, PBV perusahaan berada di level 1,27x, mencerminkan valuasi pasar sedikit di atas nilai bukunya.

Kesimpulan

Kinerja keuangan PT Panca Budi Idaman Tbk selama sembilan bulan pertama 2025 menunjukkan stabilitas pendapatan namun dengan penurunan profitabilitas yang signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan bersih relatif datar, namun kenaikan beban pokok penjualan menekan margin laba kotor dan laba bersih.

Meskipun demikian, perusahaan mempertahankan struktur permodalan yang sangat kuat (DER sangat rendah) dan likuiditas yang sangat baik (Current Ratio dan Quick Ratio tinggi). Penurunan laba bersih tercermin pada penurunan ROA dan ROE. Dari sisi valuasi pasar, PER dan PBV menunjukkan valuasi yang tidak terlalu mahal pada harga penutupan Rp 484.

Investor perlu memperhatikan tekanan pada margin keuntungan akibat kenaikan biaya pokok penjualan dan kemampuan perusahaan untuk meningkatkan efisiensi atau menaikkan harga jual di kuartal selanjutnya untuk memperbaiki profitabilitas. Posisi neraca yang kuat menjadi fondasi positif bagi perusahaan.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Latest Post

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments