Friday, April 17, 2026
No menu items!
Google search engine
HomeInsightKinerja Keuangan PT Kedaung Indah Can Tbk (KICI) Kuartal III 2025

Kinerja Keuangan PT Kedaung Indah Can Tbk (KICI) Kuartal III 2025

Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Kedaung Indah Can Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 197.408.551.814, mengalami kenaikan 0,007% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 197.395.199.298.
  • Aset Lancar: Aset lancar tumbuh 0,06% menjadi Rp 146.948.766.757, terutama dipengaruhi oleh kenaikan pada persediaan.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 50.459.785.057, turun 0,14%, didorong oleh penurunan nilai buku aset tetap.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 100.380.244.666, naik 7,27% dibandingkan akhir tahun lalu.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 36.459.043.283, meningkat 6,73%, terutama disebabkan oleh kenaikan utang usaha pihak ketiga dan utang lain-lain.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 63.921.201.383, dengan kenaikan 7,58%, mencerminkan perubahan pada liabilitas imbalan pasca kerja.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 97.028.307.148, turun 6,54% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh rugi komprehensif periode berjalan.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan

  • Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan (penjualan neto) mencapai Rp 57.640.773.625, naik 9,78% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 52.503.536.379. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh kenaikan penjualan ekspor dan lokal.

Laba Bersih

  • Rugi bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp (6.788.654.576), atau kerugian meningkat 47,34% YoY dari rugi periode yang sama tahun lalu sebesar Rp (4.607.568.476). Perubahan ini disebabkan oleh peningkatan beban pokok penjualan yang lebih tinggi dari kenaikan penjualan, sehingga menekan laba kotor.

Earnings per Share (EPS)

  • EPS tercatat sebesar Rp (24,60), mencerminkan penurunan dibandingkan Rp (16,69) pada periode yang sama tahun lalu, sejalan dengan peningkatan rugi bersih.

Rasio Keuangan

Likuiditas

  • Current Ratio: 4,03x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
  • Quick Ratio: 0,35x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.

Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 11,32%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan.
  • Margin Laba Bersih: -11,78%, mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.

Efisiensi & Pengembalian

  • Return on Assets (ROA): -4,58% (disetahunkan), menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
  • Return on Equity (ROE): -9,33% (disetahunkan), menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.

Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 1,03x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan dan tingkat ketergantungan pada utang.

Valuasi Pasar

  • Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 208 per 28 Oktober 2025, PER tidak dapat diaplikasikan (N/A) karena perusahaan mencatatkan rugi (EPS negatif).
  • Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 351,55, PBV perusahaan berada di level 0,59x, mencerminkan valuasi di bawah nilai bukunya.

Kesimpulan

Kinerja keuangan KICI selama kuartal III 2025 menunjukkan adanya pertumbuhan pendapatan (top-line), meskipun terdapat tantangan pada profitabilitas (bottom-line) akibat tekanan pada beban pokok penjualan.

Pertumbuhan pendapatan menjadi sinyal positif, namun investor perlu memperhatikan rasio likuiditas yang sangat bergantung pada perputaran persediaan (Quick Ratio 0,35x), serta peningkatan leverage (DER 1,03x) di tengah kondisi perusahaan yang masih merugi.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Latest Post

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments