Friday, April 17, 2026
No menu items!
Google search engine
HomeInsightKinerja Keuangan PT Indonesian Tobacco Tbk (ITIC) Kuartal III 2025

Kinerja Keuangan PT Indonesian Tobacco Tbk (ITIC) Kuartal III 2025

Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Indonesian Tobacco Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 634.253.948.049, mengalami penurunan 0,49% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 637.383.120.724.
  • Aset Lancar: Aset lancar menurun 2,17% menjadi Rp 197.550.500.263, terutama dipengaruhi oleh penurunan pada kas dan bank.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 436.703.447.786, naik 0,29%, didorong oleh peningkatan uang muka untuk pembelian aset tetap (mesin).

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 184.043.331.593, turun 9,82% dibandingkan akhir tahun lalu.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 136.228.198.748, menurun 6,30%, terutama disebabkan oleh penurunan Utang Bank jangka pendek.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 47.815.132.845, dengan penurunan 18,54%, mencerminkan berkurangnya posisi utang bank jangka panjang.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 450.210.616.456, naik 3,90% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh akumulasi Laba Tahun Berjalan.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan

Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 229.892.734.427, turun 5,42% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 243.068.657.079. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan penjualan lokal.

Laba Bersih

Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 16.897.282.882, relatif stabil atau hanya turun 0,24% YoY dari periode yang sama tahun lalu. Performa laba bersih yang terjaga ini disebabkan oleh keberhasilan efisiensi operasional, terlihat dari penurunan Beban Pokok Penjualan dan Beban Usaha.

Earnings per Share (EPS)

EPS tercatat sebesar Rp 17,96, mencerminkan penurunan 0,28% YoY, sejalan dengan perubahan laba bersih.

Rasio Keuangan

Likuiditas

  • Current Ratio: 1,45x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
  • Quick Ratio: 0,14x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat dengan mengecualikan persediaan, yang menunjukkan ketergantungan tinggi pada perputaran persediaan.

Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 22,82%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan.
  • Margin Laba Bersih: 7,35%, mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.

Efisiensi & Pengembalian

  • Return on Assets (ROA): 3,55% (disetahunkan), menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
  • Return on Equity (ROE): 5,00% (disetahunkan), menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.

Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 0,41x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan yang sehat dan tingkat ketergantungan pada utang yang rendah.

Valuasi Pasar

  • Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 364 per 24 Oktober 2025, PER (disetahunkan) tercatat 15,19x, mengindikasikan valuasi yang wajar.
  • Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 478,58, PBV perusahaan berada di level 0,76x, mencerminkan valuasi di bawah nilai bukunya.

Kesimpulan

Kinerja keuangan ITIC selama kuartal III 2025 menunjukkan resiliensi, di mana laba bersih berhasil dijaga tetap stabil meskipun terjadi penurunan pendapatan. Hal ini didukung oleh efisiensi biaya yang signifikan, baik pada beban pokok maupun operasional.

Dari sisi neraca, perusahaan memperkuat fundamentalnya dengan mengurangi total liabilitas sebesar 9,82% sambil tetap menumbuhkan ekuitas, yang menjaga DER di level yang sangat sehat (0,41x).

Secara valuasi, harga saham ITIC diperdagangkan di bawah nilai buku (PBV 0,76x), yang bisa dianggap menarik. Namun, investor perlu memperhatikan tantangan likuiditas jangka pendek yang sangat ketat (Quick Ratio 0,14x) yang mengindikasikan modal kerja perusahaan banyak terikat dalam bentuk persediaan, serta perlunya membalikkan tren penurunan pendapatan di kuartal selanjutnya.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Latest Post

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments