Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Graha Prima Mentari Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
- Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 163,77 miliar , mengalami penurunan 14,48% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 191,50 miliar.
- Aset Lancar: Aset lancar menurun 20,27% menjadi Rp 119,72 miliar , terutama dipengaruhi oleh perubahan pada penurunan signifikan kas dan setara kas (dari Rp 18,79 miliar menjadi Rp 4,30 miliar) dan hilangnya piutang lain-lain dari pihak berelasi (dari Rp 17 miliar menjadi nol).
- Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 44,05 miliar , naik 6,55%, didorong oleh peningkatan pada aset tetap neto.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 74,40 miliar , turun 27,93% dibandingkan akhir tahun lalu (Rp 103,23 miliar).
- Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 72,22 miliar , menurun 28,53% , terutama disebabkan oleh penurunan utang usaha (dari Rp 70,27 miliar menjadi Rp 47,96 miliar).
- Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 2,18 miliar , dengan tidak ada perubahan (0,00%), mencerminkan struktur pendanaan jangka panjang yang stabil.
Ekuitas
- Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 89,36 miliar , naik 1,24% dibandingkan 31 Desember 2024 , didorong oleh peningkatan laba ditahan (saldo laba belum ditentukan penggunaannya).
Laporan Laba Rugi
Pendapatan
Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 533,14 miliar , turun 10,55% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 596,00 miliar.
Laba Bersih
Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 2,93 miliar , naik 9,55% YoY dari periode yang sama tahun lalu (Rp 2,67 miliar). Perubahan ini disebabkan oleh efisiensi operasional, dimana beban pokok penjualan dan beban umum & administrasi turun lebih dalam daripada penurunan pendapatan.
Earnings per Share (EPS)
EPS tercatat sebesar Rp 1,89 , mencerminkan kenaikan 9,25% YoY, sejalan dengan perubahan laba bersih.
Rasio Keuangan
Likuiditas
- Current Ratio: 1,66x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
- Quick Ratio: 0,91x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.
Profitabilitas
- Margin Laba Kotor: 7,61%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan.
- Margin Laba Bersih: 0,55%, mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.
Efisiensi & Pengembalian
- Return on Assets (ROA): 2,38% (disetahunkan), menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
- Return on Equity (ROE): 4,37% (disetahunkan), menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.
Solvabilitas
- Debt to Equity Ratio (DER): 0,83x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan dan tingkat ketergantungan pada utang.
Valuasi Pasar
- Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 62 per 23 Oktober 2025, PER tercatat 24,60x (disetahunkan), mengindikasikan valuasi premium terhadap sektor sejenis.
- Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham (pemilik induk) sebesar Rp 46,86, PBV perusahaan berada di level 1,32x, mencerminkan tingkat kepercayaan pasar terhadap prospek pertumbuhan.
Kesimpulan
Kinerja keuangan PT Graha Prima Mentari Tbk selama kuartal III 2025 menunjukkan kemampuan perusahaan untuk bertumbuh secara bottom-line (laba bersih) meskipun menghadapi penurunan top-line (pendapatan). Hal ini didukung oleh efisiensi yang signifikan pada beban pokok penjualan dan beban operasional.
Neraca perusahaan juga menunjukkan perbaikan dengan penurunan total liabilitas yang lebih besar daripada penurunan total aset, sehingga meningkatkan ekuitas dan menurunkan rasio utang (DER). Namun, investor perlu memperhatikan likuiditas yang mengetat (Quick Ratio di bawah 1x) dan margin laba bersih yang sangat tipis, yang membuat perusahaan rentan terhadap kenaikan biaya di masa depan.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


