Pada kuartal pertama tahun 2025, PT Djasa Ubersakti Tbk (PTDU) mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang tiga bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
- Total Aset: Per 31 Maret 2025, total aset tercatat sebesar Rp 134,74 miliar, mengalami penurunan 9,63% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 149,09 miliar.
- Aset Lancar: Aset lancar menurun 25,74% menjadi Rp 40,58 miliar, terutama dipengaruhi oleh penurunan drastis pada pos Kas dan Bank.
- Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 94,16 miliar, turun tipis 0,31%.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Hingga akhir Maret 2025, liabilitas mencapai Rp 141,40 miliar, turun 8,72% dibandingkan akhir tahun lalu.
- Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 104,94 miliar, menurun 11,17%, terutama disebabkan oleh penurunan signifikan pada Utang Pajak.
- Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 36,46 miliar, dengan penurunan 0,82%.
Ekuitas
- Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat mengalami defisiensi modal sebesar Rp (6,66 miliar). Posisi ini memburuk 14,63% dibandingkan 31 Desember 2024 (defisiensi Rp 5,81 miliar), didorong oleh akumulasi rugi tahun berjalan.
Laporan Laba Rugi
Pendapatan
- Selama tiga bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 13,85 miliar, naik 17,14% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 11,82 miliar. Pertumbuhan ini ditopang oleh pendapatan usaha dari jasa konstruksi.
Laba Bersih
- Rugi bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp (817,86 juta), membaik 94,56% YoY dari rugi Rp (15,02 miliar) pada periode yang sama tahun lalu. Perbaikan kinerja ini terutama disebabkan oleh penurunan tajam pada Beban Bunga dan Keuangan serta membaiknya pos Pendapatan (Beban) Lain-lain.
Earnings per Share (EPS)
- EPS tercatat sebesar Rp (0,88), mencerminkan perbaikan signifikan dibandingkan Q1 2024 sebesar Rp (15,58).
Rasio Keuangan
Likuiditas
- Current Ratio: 0,39x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar masih sangat terbatas.
- Quick Ratio: 0,27x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.
Profitabilitas
- Margin Laba Kotor: 9,52%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan.
- Margin Laba Bersih: -5,90%, mencerminkan tingkat profitabilitas yang masih negatif meskipun kerugian telah berkurang.
Efisiensi & Pengembalian
- Return on Assets (ROA): -2,31% (disetahunkan), menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih masih negatif.
- Return on Equity (ROE): N/A (Negatif), rasio ini tidak relevan untuk dihitung karena perusahaan dalam kondisi defisiensi modal (ekuitas negatif).
Solvabilitas
- Debt to Equity Ratio (DER): N/A (Negatif), rasio ini tidak relevan karena perusahaan mengalami defisiensi modal.
Valuasi Pasar
- Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 16 per 28 Oktober 2025, PER tercatat negatif (N/A) karena perusahaan masih membukukan rugi bersih.
- Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp (4,44) (dihitung dari total ekuitas dibagi jumlah saham), PBV perusahaan berada di level negatif (N/A).
Kesimpulan
Kinerja keuangan PT Djasa Ubersakti Tbk selama kuartal I 2025 menunjukkan upaya perbaikan profitabilitas yang signifikan, dengan pendapatan yang tumbuh dan rugi bersih yang menyusut drastis dibandingkan tahun sebelumnya. Efisiensi pada beban bunga dan keuangan menjadi pendorong utama perbaikan bottom-line ini.
Namun, investor perlu sangat memperhatikan risiko likuiditas dan solvabilitas yang kritis. Neraca perusahaan tetap dalam kondisi tertekan, ditandai dengan defisiensi modal (ekuitas negatif) sebesar Rp 6,66 miliar.
Selain itu, liabilitas lancar (Rp 104,94 miliar) jauh melebihi aset lancar (Rp 40,58 miliar), menghasilkan current ratio yang sangat rendah (0,39x). Kondisi ini mengindikasikan adanya tantangan besar bagi perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Catatan atas laporan keuangan juga secara eksplisit menyoroti kondisi ini sebagai ketidakpastian material mengenai kemampuan Grup untuk mempertahankan kelangsungan usaha.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


