Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Dewi Shri Farmindo Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
- Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 184,85 miliar, mengalami kenaikan 2,12% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 181,01 miliar.
- Aset Lancar: Aset lancar tumbuh 4,24% menjadi Rp 109,89 miliar, terutama dipengaruhi oleh kenaikan pada persediaan.
- Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 74,96 miliar, turun 0,83%.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 25,63 miliar, naik 2,23% dibandingkan akhir tahun lalu.
- Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 15,63 miliar, meningkat 8,39%, terutama disebabkan oleh kenaikan utang bank jangka pendek.
- Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 9,99 miliar, dengan penurunan 6,20%, mencerminkan perubahan struktur pendanaan jangka panjang.
Ekuitas
- Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 159,23 miliar, naik 2,11% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh peningkatan laba ditahan (saldo laba).
Laporan Laba Rugi
Pendapatan
Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan (penjualan) mencapai Rp 46,70 miliar, naik 24,93% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 37,38 miliar. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh penjualan karkas.
Laba Bersih
Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 3,28 miliar, naik 117,07% YoY dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,51 miliar. Perubahan ini disebabkan oleh peningkatan laba bruto dan efisiensi operasional.
Earnings per Share (EPS)
EPS tercatat sebesar Rp 1,64, mencerminkan kenaikan 117,19% YoY, sejalan dengan perubahan laba bersih.
Rasio Keuangan
Likuiditas
- Current Ratio: 7,03x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
- Quick Ratio: 4,92x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.
Profitabilitas
- Margin Laba Kotor: 20,17%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan.
- Margin Laba Bersih: 7,03%, mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.
Efisiensi & Pengembalian
- Return on Assets (ROA): 2,37% (disetahunkan), menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
- Return on Equity (ROE): 2,75% (disetahunkan), menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.
Solvabilitas
- Debt to Equity Ratio (DER): 0,16x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan dan tingkat ketergantungan yang sangat rendah pada utang.
Valuasi Pasar
- Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 121 per 23 Okt 2025, PER tercatat 55,28x (disetahunkan), mengindikasikan valuasi premium terhadap sektor sejenis.
- Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 79,61, PBV perusahaan berada di level 1,52x, mencerminkan valuasi yang wajar.
Kesimpulan
Kinerja keuangan DEWI selama kuartal III 2025 menunjukkan momentum pertumbuhan yang berkelanjutan, terutama pada sisi pendapatan dan laba bersih yang tumbuh signifikan. Neraca perusahaan berada dalam posisi sangat sehat, ditandai dengan likuiditas yang amat kuat (Current Ratio >7x) dan tingkat utang yang sangat rendah (DER 0,16x).
Pertumbuhan pendapatan dan margin yang terjaga menjadi sinyal positif terhadap efektivitas strategi bisnis perusahaan. Namun, investor perlu memperhatikan tingkat pengembalian (ROA dan ROE) yang masih relatif rendah, yang mengindikasikan bahwa total aset perusahaan yang besar belum dimanfaatkan secara maksimal untuk menghasilkan laba.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


