Pada semester pertama tahun 2025, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) mencatatkan kinerja yang dapat memberikan gambaran tentang posisi keuangan dan operasional perusahaan selama periode ini.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
- Total Aset: Aset perusahaan pada 30 Juni 2025 tercatat sebesar Rp 22,48 triliun , mengalami perubahan sebesar 28,99% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 yang sebesar Rp 17,43 triliun.
- Aset Lancar: Aset lancar mengalami kenaikan sebesar 73,82% menjadi Rp 7,38 triliun.
- Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tumbuh 14,54% menjadi Rp 15,10 triliun , didorong oleh peningkatan pada pos Properti, pabrik dan peralatan serta Investasi pada aset keuangan lainnya.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Total liabilitas perusahaan tercatat sebesar Rp 6,42 triliun, meningkat sebesar 21,14% dari tahun sebelumnya.
- Liabilitas Jangka Pendek: Liabilitas jangka pendek mengalami perubahan sebesar 31,70%, menjadi Rp 620,96 miliar.
- Liabilitas Jangka Panjang: Liabilitas jangka panjang tercatat sebesar Rp 5,80 triliun, mengalami peningkatan sebesar 20,11%.
Ekuitas
- Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan mencapai Rp 16,06 triliun, yang mencatatkan peningkatan sebesar 32,41% dibandingkan akhir tahun 2024.
Laporan Laba Rugi
Pendapatan
- Total Pendapatan: Pada semester 1 2025, pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp 1,08 triliun , yang mengalami kenaikan sebesar 41,89% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, didorong oleh peningkatan signifikan pada pendapatan dari jasa sewa kapal.
Laba Bersih
- Laba Bersih: Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 1,09 triliun, yang mengalami kenaikan substansial sebesar 330,12% dari tahun sebelumnya. Kenaikan ini terutama didorong oleh keuntungan lain-lain bersih yang mencakup keuntungan atas perubahan nilai wajar instrumen keuangan.
Laba Per Saham (EPS)
- EPS: Laba per saham perusahaan tercatat sebesar Rp 11,29, menunjukkan kenaikan sebesar 249,54% dibandingkan dengan semester 1 2024.
Rasio Keuangan
Rasio Likuiditas
- Current Ratio: 11,89 kali. Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan yang sangat kuat untuk memenuhi kewajiban jangka pendek dengan aset lancarnya.
- Quick Ratio: 11,86 kali. Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek tanpa mengandalkan persediaan, yang juga menunjukkan likuiditas yang sangat sehat.
Rasio Profitabilitas
- Margin Laba Kotor: 28,57%. Rasio ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan menghasilkan laba dari pendapatan penjualannya.
- Margin Laba Bersih: 101,45%. Ini menggambarkan laba bersih perusahaan setelah dikurangi semua biaya dan pajak. Angka ini sangat tinggi karena adanya kontribusi signifikan dari pos “Keuntungan lain-lain bersih”.
Rasio Efisiensi
- Return on Assets (ROA): 10,97%. Ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan menggunakan asetnya untuk menghasilkan laba.
- Return on Equity (ROE): 17,72%. Rasio ini mengukur laba yang dihasilkan dari ekuitas yang diinvestasikan oleh pemegang saham.
Rasio Solvabilitas
- Debt to Equity Ratio (DER): 0,40. Rasio ini mengukur proporsi antara utang perusahaan dengan ekuitas yang dimiliki, menggambarkan tingkat risiko finansial perusahaan yang rendah.
Valuasi Perusahaan
Price to Earnings Ratio (PER)
- PER: Dengan harga saham pada penutupan 15 September 2025, yaitu Rp 1.520, PER perusahaan tercatat sebesar 67,32x, yang menunjukkan seberapa banyak investor bersedia membayar untuk setiap rupiah laba yang dihasilkan perusahaan.
Price to Book Value (PBV)
- PBV: PBV perusahaan pada 30 Juni 2025 adalah 12,06x, yang dihitung berdasarkan harga penutupan saham Rp 1.520 dan nilai buku per saham sebesar Rp 126,06. Rasio ini mengindikasikan seberapa besar harga pasar dibandingkan dengan nilai buku perusahaan.
Kesimpulan
Analisis ini memberikan gambaran umum tentang kinerja keuangan perusahaan pada semester pertama tahun 2025. CDIA menunjukkan pertumbuhan aset, pendapatan, dan laba bersih yang signifikan. Rasio keuangan mengindikasikan posisi likuiditas yang sangat kuat dan tingkat utang yang terkendali. Meskipun demikian, lonjakan laba bersih yang tinggi dipengaruhi secara signifikan oleh keuntungan non-operasional. Valuasi PER dan PBV perusahaan berada pada level yang relatif tinggi. Selalu penting untuk mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk keberlanjutan sumber pendapatan dan laba, dalam mengambil keputusan investasi.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


