Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
- Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 182,86 triliun , mengalami kenaikan 96,94% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 92,85 triliun.
- Aset Lancar: Aset lancar tumbuh 118,36% menjadi Rp 88,85 triliun , terutama dipengaruhi oleh peningkatan signifikan pada kas dan setara kas serta persediaan.
- Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 94,01 triliun , naik 80,24%, didorong oleh kenaikan besar pada pos aset tetap.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 99,98 triliun, naik 123,70% dibandingkan akhir tahun lalu.
- Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 29,84 triliun , meningkat 121,68%, terutama disebabkan oleh kenaikan utang usaha dan utang bank jangka pendek.
- Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 70,13 triliun , dengan kenaikan 124,56%, mencerminkan peningkatan signifikan pada utang bank jangka panjang.
Ekuitas
- Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 82,89 triliun , naik 72,13% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh peningkatan saldo laba dan adanya kepentingan nonpengendali.
Laporan Laba Rugi
Pendapatan Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 85,04 triliun , naik 314,26% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 20,53 triliun. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh kontribusi unit bisnis baru, yaitu segmen “Produk kilang” pasca-akuisisi ACE.
Laba Bersih Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 21,62 triliun , berbalik naik signifikan dari rugi bersih Rp 989,58 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Perubahan drastis ini terutama disebabkan oleh adanya pencatatan “Keuntungan dari pembelian dengan diskon” (Gain from bargain purchase) sebesar Rp 30,20 triliun yang bersifat satu kali (one-off) terkait akuisisi ACE.
Earnings per Share (EPS) EPS tercatat sebesar Rp 305,00 , mencerminkan kenaikan signifikan YoY dari rugi per saham Rp 13,33, sejalan dengan perubahan laba bersih.
Rasio Keuangan
Likuiditas
- Current Ratio: 2,98x, menunjukkan kemampuan perusahaan yang sangat kuat dalam memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
- Quick Ratio: 2,32x, mengindikasikan likuiditas yang tetap kuat bahkan setelah mengecualikan persediaan dari aset lancar.
Profitabilitas
- Margin Laba Kotor: -0,65%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan masih tertekan, dimana biaya pokok pendapatan (bahan baku dan biaya produksi) lebih tinggi dari pendapatan operasional.
- Margin Laba Bersih: 25,43%, mencerminkan tingkat profitabilitas yang tinggi, namun angka ini didorong oleh keuntungan one-off dari akuisisi, bukan dari profitabilitas operasional inti.
- (Rasio profitabilitas diannualkan untuk perbandingan)
Efisiensi & Pengembalian
- Return on Assets (ROA): 15,77% (annualized), menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
- Return on Equity (ROE): 44,09% (annualized), menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham yang sangat tinggi, didorong oleh laba non-operasional.
Solvabilitas
- Debt to Equity Ratio (DER): 1,21x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan yang kini lebih banyak mengandalkan utang dibandingkan modal, pasca-akuisisi.
Valuasi Pasar
- Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 7.050 per 30 Oktober 2025, PER (annualized) tercatat 17,34x.
- Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham (BVPS) sebesar Rp 755,92 (dihitung dari ekuitas pemilik induk Rp 65,39 triliun dibagi jumlah saham beredar 86,50 miliar ), PBV perusahaan berada di level 9,33x, mencerminkan ekspektasi pasar yang tinggi terhadap prospek pertumbuhan aset perusahaan.
Kesimpulan
Kinerja keuangan PT Chandra Asri Pacific Tbk selama kuartal III 2025 menunjukkan transformasi bisnis besar-besaran pasca-akuisisi ACE , yang secara drastis meningkatkan skala aset dan pendapatan perusahaan.
Peningkatan laba bersih secara signifikan terutama disebabkan oleh adanya “Keuntungan dari pembelian dengan diskon” yang bersifat satu kali (one-off). Namun, investor perlu memperhatikan bahwa margin laba kotor dari operasional inti tercatat negatif, menunjukkan adanya tantangan berat pada biaya pokok pendapatan yang melebihi penjualan operasional. Likuiditas perusahaan tercatat sangat sehat, namun tingkat utang (leverage) meningkat untuk mendanai ekspansi.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


