Saham Prajogo menjadi lokomotif IHSG.
Apakah ini sehat? Sebenarnya tidak sehat ini IHSG karena hanya saham Prajogo yang jadi pusat gravitasi IHSG.
Masalahnya adalah saham konglomerat lainnya tidak ada yang gerak seperti saham Prajogo. Dan hanya saham Prajogo yang terus di maintenance.
Semoga konglomerat lain terinspirasi juga untuk maintenances harga saham mereka. Soalnya banyak saham konglomerat yang sebenarnya punya fundamental bagus dan valuasi super undervalued tapi harga sahamnya nyungsep terus karena bandarnya malas jaga harga.
Itu banyak Influencer saham fundamental yang akhirnya kapok beli saham di Indonesia lalu akhirnya masuk bursa Amerika dan kripto. Mereka beli saham fundamental dan valuasi murah, ndak naik – naik harganya, capek nunggu, akhirnya kapok. Cabut ke Amerika dan kripto.
Yang bisa bertahan untuk saat ini di bursa hanya saham yang ikut arus konglomerat terutama sahamnya Prajogo dan saham backdoor. Apakah di masa depan trend seperti ini akan terus berlanjut? Saya pun tidak tahu.
Trend Bakrie pernah. Trend Salim pernah. Trend bank digital pernah. Trend coal pernah. Trend nikel pernah. Sekarang trend Prajogo. Sampai kapan trend ini akan bertahan? Hanya waktu yang bisa menjawabnya.
Saham Prajogo saat ini rata-rata sudah overvalued secara PER dan PBV tapi bandarnya sangat strong. Jadi harga saham tetap rally. Apakah ini bubble? Menurut saya ini bubble. Kapan pecah nya? Saya pun tidak tahu. Soalnya beberapa tahun lalu banyak juga yang bilang BRPT TPIA CUAN BREN PTRO itu bubble tapi sampai sekarang mereka masih rally dan uptrend. The power of bandar overcome the bubbles? Entahlah.
Ini lah realitas pasar saham Indonesia. Kuasa bandar lebih kuat dari kuasa fundamental dan teknikal. Kalau tidak sanggup adaptasi dengan trend baru ini maka bisa pensiun dini seperti banyak Influencer saham.
Menurut saya saham fundamental masih relevan tapi harus lebih sabar. Pada akhirnya harap dividen saja kalau memang lama Nyangkut di saham fundamental yang tanpa bandar. Masalahnya banyak investor saham yang kesabarannya sudah tipis apalagi melihat saham Prajogo terbang terus sedangkan saham yang dipegang nyungsep terus. Rasa iri dan dengki timbul. If you can beat them, join them. Bisa lihat contohnya Pak Prabowo karena tidak bisa mengalahkan Jokowi, akhirnya ikut gerbang Jokowi dan sekarang jadi presiden.
Stop beli saham karena FOMO. Mulai cuan dengan strategi yang masuk akal. Klik sekarang!


