Friday, April 17, 2026
No menu items!
Google search engine
HomeInsightCSAP: Besar di Angka, Kecil di Nilai

CSAP: Besar di Angka, Kecil di Nilai

PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) mungkin terlihat mengesankan dari luar—punya jaringan distribusi nasional, ribuan karyawan, dan pendapatan lebih dari Rp4 triliun hanya dalam satu kuartal. Tapi jika laporan keuangan kuartal I 2025 dibaca dari ujung ke ujung, kesimpulannya justru membuat dahi mengernyit: perusahaan sebesar ini, tapi keuntungannya hampir tak terasa.

CSAP mencatat laba bersih hanya Rp6,38 miliar pada Q1 2025. Bila disetahunkan, angkanya baru menyentuh Rp25,5 miliar. Dengan revenue kuartalan sebesar Rp4 triliun, net profit margin-nya hanya 0,17%. Artinya, dari setiap Rp1.000 penjualan, hanya Rp1,70 yang benar-benar masuk sebagai laba bersih.

Beban usaha CSAP mencapai Rp651,7 miliar dalam tiga bulan. Komponen terbesar? Gaji dan tunjangan pegawai sebesar Rp260,2 miliar. Jika dibagi rata ke 8.353 karyawan, gaji bulanan per orang sekitar Rp10,4 juta—masuk akal. Tapi yang mengejutkan, laba bersih per karyawan hanya Rp3 juta per tahun. Artinya, seorang karyawan hanya menghasilkan laba setara dua hari gajinya.

Beban gaji menyedot:

  • 6,3% dari revenue
  • 37% dari gross profit
  • 40x dari laba bersih

Ini menandakan struktur biaya yang tidak sehat dan tidak berkelanjutan.

Sebagian besar revenue (64%) berasal dari segmen distribusi bahan bangunan—sayangnya, ini juga segmen dengan margin paling tipis, hanya 11,6%. Segmen ritel yang lebih tinggi marginnya (29,7%) justru hanya menyumbang 34% revenue.

CSAP seperti toko besar yang sibuk menjual barang milik orang lain: banyak aktivitas, tapi sisa keuntungan setelah bayar beban tetap dan bunga nyaris habis. Beban bunga Rp83,8 miliar, sementara laba usaha hanya Rp89,7 miliar—hampir seluruh laba operasional habis buat bayar cicilan.

CSAP memiliki total liabilitas sebesar Rp8,51 triliun, termasuk utang berbunga Rp4,93 triliun. Sementara kas hanya Rp103 miliar. Artinya, jika seluruh utang jangka pendek jatuh tempo, kemampuan bayar kas cuma 4%—dan sisanya harus ditutup dengan pinjaman baru atau negosiasi ulang.

Yang lebih berat, liabilitas sewa jangka panjang dari gudang dan toko mencapai Rp1,34 triliun, dengan durasi hingga 40 tahun. Ini ibarat kontrak hidup, bukan lagi sewa biasa.

CSAP punya lebih dari 12 anak perusahaan, tapi kontribusi labanya kecil dan fragmentasi pengelolaannya besar. Beberapa anak usaha bahkan hanya dimiliki 40–55%, tapi tetap dikonsolidasikan penuh—memperbesar beban manajemen dan risiko mismatch antara laporan keuangan dan realita operasional.

Kepemilikan saham pun tersebar:

  • PT Buanatata Adisentosa (32%)
  • SCG Retail Holding Co. Ltd (30,89%)

Struktur seperti ini berpotensi membuat arah strategi perusahaan tarik ulur antar kepentingan investor lokal dan asing.

Harga saham CSAP saat ini Rp280, dengan PBV hanya 0,43x. Sekilas terlihat murah—beli aset Rp645 cuma dengan Rp280.

  • PER (annualized): 93x
  • EV/EBIT: 27,8x
  • EV/EBITDA: hampir 10x
  • NCAV dan NNWC negatif — jika dilikuidasi, nilai bersihnya malah minus triliunan

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Latest Post

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments