Saturday, February 28, 2026
No menu items!
Google search engine
HomeInsightChandra Daya Investasi (CDIA) Siapkan Dana Rp1 Triliun untuk Buyback Saham

Chandra Daya Investasi (CDIA) Siapkan Dana Rp1 Triliun untuk Buyback Saham

PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) mengumumkan rencana aksi korporasi berupa pembelian kembali (buyback) saham di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan. Melalui keterbukaan informasi resminya, Perseroan mengalokasikan dana maksimal sebesar Rp1 triliun guna melancarkan strategi buyback saham CDIA ini. Langkah tersebut diambil sebagai upaya untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham serta menjaga stabilitas kinerja saham agar tetap selaras dengan kondisi fundamental perusahaan.

Rincian Anggaran dan Periode Buyback Saham CDIA

Manajemen CDIA menjelaskan bahwa dana yang dialokasikan untuk aksi ini berasal sepenuhnya dari kas internal Perseroan secara bertahap. Anggaran sebesar Rp1.000.000.000.000 (satu triliun Rupiah) tersebut sudah mencakup biaya transaksi, komisi perantara pedagang efek, serta biaya-biaya terkait lainnya. Perseroan menegaskan bahwa penggunaan dana tersebut tidak akan memberikan dampak negatif material terhadap kegiatan usaha, mengingat ketersediaan modal kerja dan arus kas yang memadai.

Pelaksanaan buyback saham CDIA akan dilakukan dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) bulan terhitung setelah pengumuman keterbukaan informasi diterbitkan. Berdasarkan jadwal yang telah disusun, periode pembelian kembali saham dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 6 Februari 2026 hingga 5 Mei 2026. Namun, Perseroan memiliki wewenang untuk menghentikan periode pembelian lebih awal apabila dana yang dialokasikan telah habis atau jumlah saham yang dikehendaki telah terpenuhi.

Mekanisme Transaksi dan Analisis Dampak Keuangan

Dalam melancarkan aksi korporasi ini, CDIA telah menunjuk PT Henan Putihrai Sekuritas sebagai anggota bursa yang akan melakukan transaksi melalui perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan juga memastikan bahwa jumlah maksimal saham yang dibeli akan tetap memperhatikan ketentuan free float yang berlaku sesuai dengan regulasi pasar modal.

Berdasarkan analisis proforma laporan keuangan per 30 September 2025 (unaudited), pelaksanaan buyback diproyeksikan akan memberikan dampak positif pada laba bersih per saham (net income per share). Laba bersih per saham Perseroan diperkirakan meningkat dari USD 0,7047 menjadi USD 0,7107 setelah aksi ini dilaksanakan. Di sisi lain, total aset dan total ekuitas diperkirakan akan mengalami penurunan masing-masing sebesar USD 59.952.038 sebagai akibat dari pengalihan aset kas menjadi saham treasuri.

Manajemen juga menekankan adanya pembatasan transaksi bagi pihak-pihak tertentu selama periode buyback berlangsung. Anggota Dewan Komisaris, Direksi, pegawai, serta pemegang saham utama dilarang melakukan transaksi atas saham Perseroan pada periode yang sama guna menghindari penyalahgunaan informasi orang dalam (insider information).

Rencana Penggunaan Saham Treasuri

Saham yang telah dibeli kembali nantinya akan disimpan sebagai saham treasuri. Berdasarkan ketentuan POJK No. 29/2023, Perseroan memiliki waktu 3 (tiga) tahun sejak selesainya masa buyback untuk menguasai saham tersebut sebelum wajib mulai mengalihkannya dalam jangka waktu 2 (dua) tahun berikutnya.

Beberapa skema pengalihan yang dipertimbangkan oleh CDIA antara lain melalui penjualan kembali di bursa maupun luar bursa, pengurangan modal, pelaksanaan program kepemilikan saham bagi karyawan (employee stock option plan), hingga pembagian kepada pemegang saham secara proporsional. Saham treasuri ini tidak memiliki hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan tidak berhak mendapatkan pembagian dividen selama masih dikuasai oleh Perseroan.


Poin Penting bagi Investor

  • Total Dana: Maksimal Rp1 triliun dari kas internal.
  • Periode: 6 Februari 2026 sampai dengan 5 Mei 2026.
  • Tujuan: Meningkatkan nilai pemegang saham dan stabilisasi harga sesuai fundamental.
  • Dampak EPS: Diproyeksikan naik dari USD 0,7047 ke USD 0,7107.
  • Pihak Pelaksana: Transaksi difasilitasi oleh PT Henan Putihrai Sekuritas.
  • Status Saham: Menjadi saham treasuri dengan kewajiban pengalihan di masa depan sesuai regulasi.

Profil Singkat Perusahaan

PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) bergerak di bidang investasi infrastruktur, dengan fokus pada proyek-proyek yang mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bisnis utamanya meliputi logistik dan transportasi maritim, seperti pengadaan kapal angkut untuk kebutuhan logistik

Sumber Data: Laporan Informasi atau Fakta Material PT Chandra Daya Investasi Tbk

Baca juga: Ekspansi Gudang Anak Usaha, Chandra Daya Investasi (CDIA) Rogoh Kocek Rp 240 Miliar Beli Aset Afiliasi


Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

Sinta Nastalia
Sinta Nastaliahttp://pintarsaham.id
Berfokus pada analisis perkembangan saham serta aksi korporasi emiten Indonesia berbasis data dan keterbukaan informasi resmi.
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Latest Post

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular