Emiten yang bergerak di bidang industri tekstil, PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk (SPRE), secara resmi mengumumkan pembatalan rencana pengambilalihan saham oleh calon investor asing. Saiko Consultancy Pte. Ltd., yang sebelumnya berencana masuk sebagai pengendali baru, telah menyatakan pembatalan atas rencana akuisisi saham perseroan yang dimiliki oleh pemegang saham pengendali saat ini.
Pengumuman ini disampaikan manajemen melalui surat resmi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu, 28 Januari 2026. Langkah ini merupakan bentuk kepatuhan terhadap regulasi mengenai keterbukaan informasi atau fakta material yang wajib disampaikan oleh perusahaan publik kepada pemangku kepentingan.
Detail Pembatalan Akuisisi PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk (SPRE)
Berdasarkan surat yang disampaikan oleh manajemen perseroan, pembatalan ini merujuk pada surat dari Saiko Consultancy Pte. Ltd. No. 2026/I/SC/002/OJK/IDX tertanggal 28 Januari 2026 perihal Pengumuman Pembatalan Rencana Pengambilalihan PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk (SPRE). Sebelumnya, Saiko Consultancy memiliki rencana untuk mengambil alih saham milik Rizet Ramawi selaku pemegang saham pengendali di dalam perseroan.
Rencana awal akuisisi tersebut mencakup jumlah saham yang signifikan, yakni sebanyak-banyaknya 222.600.000 (dua ratus dua puluh dua juta enam ratus ribu) lembar saham. Jumlah ini setara dengan paling banyak 27,83% (dua puluh tujuh koma delapan tiga persen) dari seluruh modal yang ditempatkan dan disetor penuh dalam PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk (SPRE).
Dampak terhadap Kondisi Keuangan dan Operasional
Meski terdapat pembatalan rencana pengambilalihan dalam porsi kepemilikan saham yang besar, manajemen menegaskan bahwa hal tersebut tidak mempengaruhi jalannya roda bisnis perusahaan. Informasi atau fakta material yang diungkapkan ini dinyatakan tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, maupun kondisi keuangan perseroan.
Selain itu, kelangsungan usaha atau business continuity dari PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk (SPRE) dipastikan tetap terjaga. Perusahaan tetap fokus pada kegiatan usaha utamanya di bidang tekstil sesuai dengan visi dan misi yang telah ditetapkan sebelumnya.
Poin Penting bagi Investor:
- Tanggal Kejadian: 28 Januari 2026.
- Pihak yang Membatalkan: Saiko Consultancy Pte. Ltd..
- Objek Saham: Maksimal 222.600.000 saham (27,83%) milik Rizet Ramawi.
- Status Pengendalian: Rizet Ramawi tetap menjadi pemegang saham pengendali pasca-pembatalan.
- Dampak Finansial: Tidak ada dampak material terhadap kondisi keuangan atau operasional.
Profil Singkat Perusahaan
PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk (SPRE) adalah emiten yang berfokus pada bidang usaha tekstil. Perusahaan ini berkantor pusat di Jl. Bandes, Kelurahan Aie Pacah, Kecamatan Koto Tangah, Padang, Sumatera Barat. Perseroan mengembangkan bisnis dengan melengkapi produk yang ada sebagai penyedia solusi produk-produk kamar tidur seperti (guling, bantal, selimut dan lainnya).
Baca juga: Saiko Consultancy Umumkan Rencana Akuisisi PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk (SPRE)
Sumber Data: Laporan Informasi atau Fakta Material SPRE (28 Januari 2026)
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!