Friday, April 17, 2026
No menu items!
Google search engine
HomeInsightBPS: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2025 Capai 5,11%, Angka Kemiskinan Turun

BPS: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2025 Capai 5,11%, Angka Kemiskinan Turun

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2025 menunjukkan performa positif dengan ekspansi sebesar 5,11% (cumulative-to-cumulative). Capaian ini didorong oleh solidnya konsumsi rumah tangga dan sektor industri pengolahan di tengah kondisi global yang dinamis. Seiring dengan pertumbuhan tersebut, tingkat pengangguran terbuka dan persentase penduduk miskin juga mencatatkan penurunan signifikan per akhir tahun 2025.

Sektor Manufaktur dan Konsumsi Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2025

Berdasarkan data PDB menurut lapangan usaha, Industri Pengolahan menjadi sumber pertumbuhan tertinggi bagi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2025, yakni sebesar 1,07%. Pertumbuhan ini didorong oleh permintaan domestik dan luar negeri, terutama pada industri logam dasar yang tumbuh 15,71% serta industri makanan dan minuman yang tumbuh 6,39%. Selain manufaktur, sektor lain yang berkontribusi besar adalah Perdagangan (5,49%), Pertanian (5,33%), serta Informasi dan Komunikasi (8,35%).

Dari sisi pengeluaran, Konsumsi Rumah Tangga masih menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan sebesar 4,98% dan menyumbang 2,62% terhadap sumber pertumbuhan ekonomi nasional. Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) juga tumbuh kuat sebesar 5,09%, yang didorong oleh peningkatan impor barang modal berupa mesin dan perlengkapan sebesar 17,99%. Secara spasial, pertumbuhan ekonomi tertinggi berada di wilayah Sulawesi yang mencatatkan angka 6,23%.

Kondisi Ketenagakerjaan: Pengangguran Turun Menjadi 4,74%

Kondisi ketenagakerjaan Indonesia per November 2025 menunjukkan perbaikan dengan jumlah angkatan kerja mencapai 155,27 juta orang, meningkat 1,26 juta orang dibandingkan Agustus 2025. Penyerapan tenaga kerja tambahan tercatat sebanyak 1,37 juta orang dalam periode tiga bulan tersebut.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada November 2025 berada di level 4,74%, mengalami penurunan dibandingkan periode Agustus 2025. Selain penurunan pengangguran, proporsi pekerja formal juga mengalami peningkatan menjadi 42,30%. Lapangan usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja baru adalah Akomodasi dan Makan Minum (0,38 juta orang), Industri Pengolahan (0,20 juta orang), serta Perdagangan (0,17 juta orang).

Profil Kemiskinan dan Ketimpangan Per September 2025

Laporan BPS juga menunjukkan penurunan angka kemiskinan nasional. Per September 2025, persentase penduduk miskin tercatat sebesar 8,25%, atau turun 0,22% poin dibandingkan Maret 2025. Jumlah penduduk miskin pada periode ini mencapai 23,36 juta orang, berkurang sekitar 490 ribu orang dalam kurun waktu enam bulan.

Meskipun menunjukkan tren menurun, disparitas antara wilayah perkotaan dan perdesaan masih terlihat cukup lebar. Tingkat kemiskinan di perdesaan tercatat sebesar 10,72%, sementara di perkotaan sebesar 6,60%. Sementara itu, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk yang diukur melalui Gini Ratio berada pada angka 0,363 di September 2025, mengalami penurunan sebesar 0,012 poin dibandingkan Maret 2025.


Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

Sinta Nastalia
Sinta Nastaliahttp://pintarsaham.id
Berfokus pada analisis perkembangan saham serta aksi korporasi emiten Indonesia berbasis data dan keterbukaan informasi resmi.
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Latest Post

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments