PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) resmi memulai langkah penghimpunan dana melalui pasar modal. Emiten petrokimia ini menggelar Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan V dengan target total dana mencapai Rp6 triliun.
Sebagai tahap awal, perseroan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan V Tahap I Tahun 2025 dengan jumlah pokok sebanyak-banyaknya Rp1,5 triliun.
Detail Tenor dan Seri Obligasi
Bagi investor yang berminat, obligasi ini ditawarkan dalam tiga seri dengan jangka waktu yang bervariasi:
- Seri A: Memiliki jangka waktu 3 tahun dengan tanggal pelunasan pada 13 Januari 2029.
- Seri B: Memiliki jangka waktu lebih panjang dengan tanggal jatuh tempo pada 13 Januari 2031.
- Seri C: Tenor terlama dengan tanggal pelunasan pokok pada 13 Januari 2033.
Bunga obligasi ini akan dibayarkan setiap tiga bulan (triwulan) sekali. Adapun pembayaran bunga pertama dijadwalkan akan dilakukan pada bulan April 2025.
Keamanan dan Peringkat
Untuk memberikan rasa aman bagi investor, obligasi ini telah mendapatkan peringkat dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO). Meskipun tidak dijamin dengan jaminan khusus, obligasi ini dijamin dengan seluruh harta kekayaan perseroan, baik barang bergerak maupun tidak bergerak.
Penawaran ini didukung oleh sejumlah penjamin pelaksana emisi terkemuka, di antaranya:
- BCA Sekuritas, BNI Sekuritas, dan BRI Danareksa Sekuritas.
- Hanan Putra Sekuritas, DBS Vickers Sekuritas, Mandiri Sekuritas, dan Trimegah Sekuritas.
- Bertindak sebagai Wali Amanat adalah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).
Risiko yang Perlu Dicermati
Investor perlu memperhatikan bahwa risiko utama yang dihadapi perseroan adalah risiko siklus industri petrokimia yang dapat memengaruhi profitabilitas secara material. Selain itu, terdapat risiko ketidaklikuidan obligasi di pasar sekunder karena sifatnya sebagai investasi jangka panjang.
Sentimen Positif Industri
Di sisi lain, iklim investasi industri sedang mendapat angin segar dari pemerintah. Kementerian Investasi dan Hilirisasi berencana melakukan groundbreaking 5 hingga 6 proyek penghiliran prioritas pada Januari 2026 mendatang. Proyek ini mencakup sektor energi dan mineral dengan total kebutuhan investasi yang masif, yang diharapkan
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


