PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) baru saja menyelenggarakan Public Expose tahunan pada tanggal 16 Desember 2025. Dalam pertemuan tersebut, manajemen memaparkan kondisi terkini perseroan, mulai dari kinerja keuangan hingga langkah strategis ekspansi di kawasan premium Bali.
Strategi Harga Kamar Jaga Pertumbuhan Pendapatan
Meskipun mencatat adanya penurunan tingkat hunian (occupancy) di beberapa properti, BUVA berhasil menjaga kinerja pendapatan tetap positif hingga Kuartal III tahun 2025. Berikut adalah poin penting terkait kinerja operasional perseroan:
- Andalan Pendapatan: Alila Villas Uluwatu (AVU) menjadi penopang utama dengan kontribusi mencapai 65% dari total pendapatan perseroan pada Kuartal III 2025.
- Kenaikan Harga Kamar: Strategi utama perseroan adalah melakukan penyesuaian harga pada segmen luxury. Peningkatan Average Daily Rate (ADR) atau rata-rata tarif harian ini terbukti mampu mengimbangi penurunan okupansi.
- Efisiensi Biaya: Perseroan menerapkan efisiensi biaya operasional secara selektif untuk menjaga margin tanpa mengurangi standar kualitas layanan.
Ekspansi Strategis: Akuisisi Anak Usaha Summarecon
BUVA melakukan langkah besar dengan mengambil alih PT Bukit Permai Properti, yang merupakan anak usaha dari Grup Summarecon. Langkah ini diambil dengan tujuan strategis:
- Sinergi Operasional: Lahan yang dimiliki PT Bukit Permai Properti terletak berdampingan dengan Alila Villas Uluwatu. Hal ini diharapkan menciptakan sinergi yang kuat dalam hal pemasaran dan pengelolaan aset.
- Perluasan Landbank: Melalui akuisisi ini, BUVA berhasil memperluas cadangan lahan (landbank) di Uluwatu, yang merupakan salah satu kawasan paling premium di Bali.
Tantangan Aksesibilitas di Bali Timur
Manajemen mengakui adanya tantangan pada properti Alila Manggis. Di tengah tren kunjungan wisatawan ke Bali yang mencapai 6 juta orang pada 2024-2025, Alila Manggis mengalami kendala aksesibilitas karena lokasinya yang relatif jauh dari bandara.
Ke depannya, BUVA berencana berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan infrastruktur menuju kawasan Bali Timur guna mendongkrak kembali tingkat hunian di wilayah tersebut.
Rangkuman Aksi Korporasi 2025
Sepanjang tahun 2025, perseroan juga telah merealisasikan Aksi Korporasi berupa Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I atau Rights Issue sebagai bagian dari upaya penguatan struktur modal perusahaan.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


