Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightNusa Konstruksi (DGIK) Bidik Kontrak Baru Rp3 Triliun di 2026, Andalkan Strategi...

Nusa Konstruksi (DGIK) Bidik Kontrak Baru Rp3 Triliun di 2026, Andalkan Strategi Efisiensi

PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) baru saja menggelar Public Expose Tahunan pada 17 Desember 2025 untuk memaparkan kinerja terkini dan rencana strategis mendatang. Perseroan menunjukkan optimisme tinggi dengan membidik pertumbuhan yang lebih besar di tahun 2026.

Kinerja Operasional 2025: Infrastruktur Mendominasi

Hingga pengujung tahun 2025, DGIK mencatatkan total nilai kontrak yang sedang digarap mencapai Rp4,7 triliun. Berikut detail komposisinya:

  • Sumber Kontrak: 60% merupakan kontrak bawaan (carry over) dari tahun sebelumnya, dan 40% adalah perolehan kontrak baru tahun 2025.
  • Sektor Proyek: Pekerjaan infrastruktur mendominasi sebesar 70%, sementara sektor gedung (building) berkontribusi 30%.
  • Profil Pemberi Kerja: Sebagian besar proyek berasal dari BUMN (56%), diikuti pihak swasta (26%), dan pemerintah (18%).

Target Ambisius di Tahun 2026

Manajemen DGIK menetapkan target yang lebih tinggi untuk tahun depan guna menjaga momentum pertumbuhan:

  • Target Pendapatan (Revenue): Membidik angka di kisaran Rp1,2 triliun hingga Rp1,3 triliun.
  • Target Kontrak Baru: Perseroan mengejar perolehan kontrak baru senilai Rp2,5 triliun hingga Rp3 triliun.
  • Optimisme Pipeline: Perseroan memiliki sejumlah tender yang tertunda di tahun ini sebagai cadangan proyek (pipeline) dengan probabilitas perolehan yang tinggi untuk 2026.

Strategi Efisiensi dan Keunggulan Kompetitif

Untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat, terutama dari kontraktor asing, DGIK menjalankan beberapa langkah strategis:

  • Optimasi Pajak: Perseroan memanfaatkan fasilitas tax holiday dari pemerintah melalui proyek Energi Baru Terbarukan (EBT), yakni pembangkit listrik tenaga Mini Hydro di Padang dan Cikamunding.
  • Fasilitas Impor: Berkoordinasi dengan BKPM untuk mendapatkan fasilitas bebas bea masuk impor turbin guna efisiensi biaya proyek.
  • Digitalisasi dan Otomasi: Menerapkan sistem pelaporan digital, integrasi pengadaan (procurement), serta memaksimalkan kapasitas alat berat milik sendiri untuk menekan biaya operasional di lapangan.
  • Ekspansi Pasar: Fokus pada perluasan kontrak di kawasan industri dan mempertahankan pesanan berulang (repeat order) dari klien lama.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here