PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) baru saja menggelar Paparan Publik (Public Expose) pada 17 Desember 2025 untuk memaparkan kinerja perusahaan hingga November 2025. Dalam pertemuan tersebut, manajemen mengungkapkan sejumlah strategi penting menghadapi tahun 2026, mulai dari isu merger hingga perbaikan kualitas kredit.
1. Proyeksi Kinerja 2026 yang Lebih Optimis
Bank menyatakan optimisme bahwa kinerja perusahaan pada tahun 2026 akan lebih baik dibandingkan tahun ini. Keyakinan ini didorong oleh langkah pemerintah yang responsif dalam menangani tantangan ekonomi serta kesiapan Bank untuk menyelaraskan strategi internal dengan kebijakan pemerintah mendatang.
2. Menanggapi Isu Merger dan Kenaikan Kelas KBMI 2
Terkait rencana OJK yang meminta bank KBMI 1 untuk melakukan merger agar naik kelas ke KBMI 2, BSWD memberikan respons berikut:
- Persiapan Internal: Bank sedang melakukan langkah-langkah antisipasi dan persiapan internal jika kebijakan tersebut resmi ditetapkan.
- Koordinasi Holding: Sebagai bagian dari grup, Bank perlu melakukan koordinasi mendalam dengan holding company (Bank of India).
- Keputusan Pemegang Saham: Seluruh keputusan akhir mengenai aksi korporasi ini berada di tangan Pemegang Saham Pengendali (PSP).
- Transparansi: Bank berkomitmen akan segera memberikan penjelasan resmi dan pelaporan sesuai aturan jika ada penetapan resmi dari regulator.
3. Strategi Menekan NPL dan Efisiensi
Laba operasional bank saat ini diakui masih terbatas akibat penyempitan margin bunga dan kenaikan kredit macet (NPL). Untuk mengatasinya, manajemen telah menyiapkan langkah konkret:
- Penyelesaian Proaktif: BSWD bekerja sama dengan pengacara (lawyer) dan agen properti untuk mempercepat penyelesaian aset bermasalah.
- Target Stabilisasi: Manajemen menargetkan angka NPL akan mulai stabil paling lambat pada Kuartal I-2026.
- Penguatan Analisis: Ke depan, bank akan memperkuat sistem underwriting dan early warning system guna memantau tren nasabah secara ketat.
- Efisiensi Biaya: Bank terus mengelola biaya operasional (overhead) termasuk biaya SDM dan administrasi umum guna menjaga profitabilitas.
4. Target Pertumbuhan Kredit dan Dana Murah (CASA)
Meskipun menghadapi tantangan kualitas kredit, BSWD tetap mematok target pertumbuhan yang cukup agresif:
- Pertumbuhan Kredit: Menargetkan pertumbuhan portofolio kredit di atas 10% sesuai arahan OJK.
- Dana Murah: Fokus pada peningkatan rasio CASA (dana murah) untuk memperbesar pendapatan bunga bersih.
Pendapatan Non-Bunga: Pendapatan berbasis biaya (fee-based income) menunjukkan performa solid dengan pertumbuhan sekitar 20%.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!