Jakarta, 5 November 2025
PT Bumi Resources Tbk (“Perseroan” atau “Bumi Resources”, BEI: BUMI), eksportir batubara termal terbesar di dunia sekaligus salah satu perusahaan sumber daya alam terkemuka di Indonesia, secara resmi tercatat dalam sejumlah indeks utama Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode 3 November 2025 hingga 31 Januari 2026.
Bumi Resources terpilih sebagai konstituen utama dalam indeks IDX80, LQ45, dan Bisnis-27, serta sebagai konstituen minor dalam Kompas-100.
Pencapaian ini mencerminkan kekuatan likuiditas, fundamental yang solid, serta konsistensi penerapan tata kelola perusahaan yang baik, sekaligus menegaskan posisi Bumi Resources di antara perusahaan tercatat paling dinamis dan diminati investor di Indonesia.
Kinerja Pasar dan Likuiditas yang Kuat
Per 31 Oktober 2025, BUMI mencatatkan:
- Kapitalisasi pasar sebesar Rp52,7 triliun, dengan rata-rata volume transaksi harian mencapai
3,1 miliar saham, mendominasi perdagangan di sektor batubara. - Rasio free float sebesar 29,19%, menempatkan BUMI di jajaran teratas emiten dengan
tingkat likuiditas tertinggi di sektor sejenis. - Price-to-Book Value (PBV) sebesar 1,17x dengan tingkat likuiditas yang kuat,
mencerminkan valuasi yang sehat di pasar.
Kontribusi likuiditas BUMI memberikan bobot sebesar 0,73% pada indeks LQ45, 0,71% pada IDX80, dan 1,14% pada Bisnis-27.
Tentang Indeks BEI
- IDX80 berisi 80 perusahaan tercatat yang dipilih berdasarkan nilai dan frekuensi transaksi,
kapitalisasi pasar, serta fundamental yang kuat selama 12 bulan terakhir. - LQ45 mencakup 45 perusahaan paling likuid dan memiliki kinerja fundamental terbaik dari
kelompok IDX80. - Bisnis-27 mengukur kinerja 27 saham pilihan Komite Indeks Bisnis Indonesia berdasarkan
aspek likuiditas, fundamental, dan tata kelola perusahaan. - Kompas-100 terdiri dari 100 perusahaan dengan kinerja, likuiditas, dan prospek
pertumbuhan yang baik, diseleksi oleh Kompas Media Group.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


