Friday, April 17, 2026
No menu items!
Google search engine
HomeAnalisis SahamKinerja Keuangan PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) Tahun 2025

Kinerja Keuangan PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) Tahun 2025

Pada tahun 2025, PT Allo Bank Indonesia Tbk mencatatkan kinerja keuangan yang memberikan gambaran posisi fundamental dan arah strategi operasional bank. Analisis ini mengulas perkembangan posisi keuangan (neraca), profitabilitas, rasio kunci perbankan, hingga valuasi pasar saham.


Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 31 Desember 2025, total aset tercatat sebesar Rp18,47 triliun, mengalami kenaikan 32,08% dibandingkan posisi 31 Desember 2024 (Rp13,98 triliun). Pertumbuhan ini terutama didorong oleh pertumbuhan surat berharga dan penyaluran kredit.
  • Kredit yang Diberikan: Posisi kredit bersih mencapai Rp8,98 triliun, naik 21,83% dari akhir tahun 2024 (Rp7,37 triliun), menunjukkan ekspansi dalam penyaluran pinjaman.
  • Surat Berharga (Efek-efek): Nilai surat berharga tercatat Rp7,54 triliun, naik 164,79% dari akhir 2024 (Rp2,85 triliun).
  • Penempatan pada BI & Bank Lain: Tercatat Rp450 miliar, turun 83,02%.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Mencapai Rp10,96 triliun, naik 63,20% dibandingkan akhir tahun 2024 (Rp6,72 triliun).
  • Dana Pihak Ketiga (DPK): Simpanan nasabah tercatat Rp9,52 triliun, naik 56,17% dari akhir 2024 (Rp6,10 triliun), menandakan pertumbuhan dana kelolaan.
  • Simpanan dari Bank Lain: Tercatat Rp300,05 miliar, naik 5.643,11%.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Tercatat Rp7,51 triliun, naik 3,31% dari 31 Desember 2024 (Rp7,27 triliun). Perubahan ini didorong oleh akumulasi laba bersih yang ditahan.

Laporan Laba Rugi

  • Pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Income – NII): Selama tahun 2025, NII mencapai Rp1,44 triliun, naik 28,93% YoY dibandingkan Rp1,12 triliun pada periode sama tahun lalu. Ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga dari kredit dan surat berharga yang melebihi beban bunga.
  • Pendapatan Operasional Lainnya (Non-Interest Income): Pendapatan provisi, komisi, dan lainnya tercatat Rp542,57 miliar, naik 64,72% YoY.
  • Beban Operasional: Total beban operasional lainnya mencapai Rp808,12 miliar, naik 10,10% YoY, terutama dipengaruhi oleh beban gaji, umum & administrasi.
  • Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN): Pembentukan beban CKPN tercatat Rp437,38 miliar, mencerminkan antisipasi risiko kredit.
  • Laba Bersih: Laba bersih periode berjalan mencapai Rp574,26 miliar, naik 22,94% YoY dari Rp467,11 miliar.
  • Earnings per Share (EPS): EPS dasar tercatat Rp26,46, naik 23,07% YoY.

Rasio Keuangan Utama

Profitabilitas

  • Net Interest Margin (NIM): 7,80%, mengukur kemampuan bank menghasilkan pendapatan dari selisih bunga pinjaman dan biaya dana.
  • Return on Assets (ROA) (Annualized): 3,11%, menilai efektivitas aset dalam menghasilkan laba.
  • Return on Equity (ROE) (Annualized): 7,78%, menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.
  • Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO): 69,34%, menunjukkan tingkat efisiensi operasional bank (semakin rendah semakin baik).

Kualitas Aset

  • Non-Performing Loan (NPL) Gross: 1,64%, rasio kredit bermasalah terhadap total kredit.
  • Non-Performing Loan (NPL) Net: 0,10%, rasio kredit bermasalah setelah dikurangi CKPN.

Likuiditas

  • Loan to Deposit Ratio (LDR): 96,03%, mengukur perbandingan antara kredit yang disalurkan dengan dana pihak ketiga yang diterima. (Catatan: Perhitungan LDR memerlukan data spesifik DPK yang mungkin perlu penyesuaian dari laporan).

Permodalan

  • Capital Adequacy Ratio (CAR / KPMM): Diestimasi berada di atas 50%, menunjukkan kecukupan modal bank untuk menyerap potensi kerugian.

Valuasi Pasar

  • Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp1.420 per 24 Februari 2026, PER (annualized) tercatat 53,67x.
  • Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham Rp346,86, PBV berada di level 4,09x.

Kesimpulan

Kinerja keuangan PT Allo Bank Indonesia Tbk selama tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan aset yang solid serta peningkatan profitabilitas yang stabil. Pertumbuhan NII yang kuat menjadi indikator utama, sementara pendapatan non-bunga dan pengelolaan kualitas kredit menjadi faktor penting lainnya. Tingkat permodalan (CAR) masih terjaga sangat kuat.

Dari sisi valuasi, saham BBHI saat ini diperdagangkan pada PER 53,67x dan PBV 4,09x yang relatif premium dibandingkan rata-rata industrinya. Investor perlu mempertimbangkan prospek pertumbuhan kredit ekosistem, efisiensi operasional, risiko suku bunga, dan kondisi makroekonomi dalam mengevaluasi potensi investasi pada saham ini.


Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Latest Post

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments