Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeAnalisis SahamKinerja Keuangan PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) Tahun 2025

Kinerja Keuangan PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) Tahun 2025

Pada tahun 2025, PT Astra Otoparts Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.


Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 31 Desember 2025, total aset tercatat sebesar Rp22,62 triliun, mengalami kenaikan 7,54% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp21,03 triliun.
  • Aset Lancar: Aset lancar tumbuh 12,27% menjadi Rp9,97 triliun, terutama dipengaruhi oleh perubahan pada kas dan setara kas serta persediaan.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp12,64 triliun, naik 4,08%, didorong oleh peningkatan nilai investasi pada ventura bersama dan entitas asosiasi.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir Desember 2025, liabilitas mencapai Rp5,65 triliun, naik 3,84% dibandingkan akhir tahun lalu.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp4,52 triliun, meningkat 0,93%, terutama disebabkan oleh kenaikan utang usaha serta akrual dan provisi.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp1,13 triliun, dengan kenaikan 17,44%, mencerminkan perubahan struktur pendanaan jangka panjang.

Ekuitas

Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp16,96 triliun, naik 8,83% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh peningkatan saldo laba yang belum dicadangkan.


Laporan Laba Rugi

Pendapatan

Selama 12 bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp19,91 triliun, naik 4,37% Year-on-Year (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp19,07 triliun. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh peningkatan volume penjualan barang dan pendapatan jasa.

Laba Bersih

Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp2,21 triliun, naik 8,43% YoY dari periode yang sama tahun lalu. Perubahan ini disebabkan oleh peningkatan bagian atas laba bersih entitas asosiasi dan ventura bersama serta pengelolaan beban operasional.

Earnings per Share (EPS)

EPS tercatat sebesar Rp457, mencerminkan kenaikan 8,29% YoY, sejalan dengan pertumbuhan laba bersih di tengah jumlah saham beredar yang tetap.


Rasio Keuangan

Likuiditas

  • Current Ratio: 2,20x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
  • Quick Ratio: 1,65x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.

Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 16,91%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan.
  • Margin Laba Bersih: 11,79%, mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.

Efisiensi & Pengembalian

  • Return on Assets (ROA): 10,38%, menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
  • Return on Equity (ROE): 14,06%, menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham entitas induk.

Solvabilitas

Debt to Equity Ratio (DER): 0,33x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan dan tingkat ketergantungan yang rendah pada utang.


Valuasi Pasar

  • Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp2.700 per 24 Februari 2026, PER tercatat 5,91x, mengindikasikan valuasi undervalued terhadap sektor sejenis.
  • Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp3.255, PBV perusahaan berada di level 0,83x, mencerminkan tingkat kepercayaan pasar terhadap prospek fundamental aset perusahaan di mana saham masih ditransaksikan di bawah nilai buku.

Kesimpulan

Kinerja keuangan PT Astra Otoparts Tbk selama tahun 2025 menunjukkan stabilitas dan momentum pertumbuhan yang berkelanjutan, meskipun terdapat tantangan eksternal seperti volatilitas nilai tukar dan kondisi pasar makroekonomi. Pertumbuhan pendapatan dan margin yang terjaga menjadi sinyal positif terhadap efektivitas strategi bisnis perusahaan. Namun, investor perlu memperhatikan tekanan biaya produksi dan dinamika kompetisi yang dapat memengaruhi kinerja pada periode selanjutnya.


Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here