Saturday, April 18, 2026
No menu items!
Google search engine
HomeInsightKinerja Keuangan PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) Kuartal III 2025

Kinerja Keuangan PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) Kuartal III 2025

Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 4.334.976.898.000, mengalami penurunan 0,26% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 4.346.281.103.000.
  • Aset Lancar: Aset lancar tumbuh 2,2% menjadi Rp 600.166.173.000.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 3.734.810.725.000, turun 0,64%.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 3.354.952.457.000, turun 0,01% dibandingkan akhir tahun lalu.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 969.002.214.000, menurun 56,36%. Penurunan signifikan ini terutama disebabkan oleh reklasifikasi “Pinjaman yang diselesaikan melalui PKPU” dari liabilitas jangka pendek menjadi jangka panjang pasca-restrukturisasi.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 2.385.950.243.000, dengan kenaikan 110,23%, mencerminkan perubahan struktur pendanaan jangka panjang akibat reklasifikasi utang PKPU.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 980.024.441.000, turun 1,1% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh rugi bersih yang dicatat selama periode berjalan.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan

  • Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 465.300.270.000, turun 3,76% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 483.469.043.000. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan pendapatan dari iklan.

Laba Bersih

  • Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp (10.818.521.000) (rugi bersih). Kinerja ini berbalik rugi (turun 110,75% YoY) dari periode yang sama tahun lalu yang mencatatkan laba sebesar Rp 100.617.452.000. Perubahan ini terutama disebabkan oleh kerugian selisih kurs dan penurunan drastis pada penghasilan bunga.

Earnings per Share (EPS)

  • EPS tercatat sebesar Rp (0,28), mencerminkan penurunan 110,89% YoY dari Rp 2,57 pada periode yang sama tahun lalu.

Rasio Keuangan

Likuiditas

  • Current Ratio: 0,62x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar. Rasio di bawah 1x mengindikasikan adanya tekanan likuiditas.
  • Quick Ratio: 0,39x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.

Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 56,15%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan.
  • Margin Laba Bersih: -2,33%, mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.

Efisiensi & Pengembalian

  • Return on Assets (ROA): -0,33%, menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
  • Return on Equity (ROE): -1,47%, menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.

Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 3,42x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan dan tingkat ketergantungan yang tinggi pada utang.

Valuasi Pasar

  • Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 33 per 4 November 2025, PER tercatat tidak dapat dihitung (negatif) karena perusahaan mencatatkan rugi bersih (EPS negatif).
  • Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 24,99, PBV perusahaan berada di level 1,32x, mencerminkan harga sahamnya diperdagangkan sedikit di atas nilai buku perusahaan.

Kesimpulan

Kinerja keuangan MDIA selama kuartal III 2025 menunjukkan tantangan operasional dan likuiditas yang signifikan, meskipun perusahaan telah berhasil melewati proses restrukturisasi utang PKPU. Perusahaan berbalik mencatatkan rugi bersih akibat penurunan pendapatan iklan serta tekanan dari pos beban lain-lain, terutama kerugian kurs.

Dari sisi neraca, perusahaan berhasil merestrukturisasi pinjaman PKPU menjadi kewajiban jangka panjang, yang secara drastis menurunkan liabilitas jangka pendeknya. Namun, rasio lancar (Current Ratio) masih berada di 0,62x, yang mengkonfirmasi adanya tekanan likuiditas ketat seperti yang diungkapkan dalam catatan laporan keuangan.

Investor perlu memperhatikan implementasi strategi pemulihan perusahaan yang berfokus pada penyelesaian sisa utang PKPU, penguatan bisnis inti penyiaran TV FTA dengan konten baru, dan strategi efisiensi biaya.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Latest Post

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments