Friday, April 17, 2026
No menu items!
Google search engine
HomeAnalisis SahamKinerja Keuangan PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) Kuartal III 2025

Kinerja Keuangan PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) Kuartal III 2025

Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Itama Ranoraya Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 2.721.579.947.382, mengalami kenaikan 64,05% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 1.658.962.798.833.
  • Aset Lancar: Aset lancar tumbuh 128,93% menjadi Rp 1.863.237.722.230, terutama dipengaruhi oleh perubahan pada peningkatan signifikan piutang usaha dan persediaan.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 858.342.225.152, naik 1,57%, didorong oleh kenaikan aset tetap.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 2.164.773.524.689, naik 88,78% dibandingkan akhir tahun lalu.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 980.293.540.881, meningkat 141,14%, terutama disebabkan oleh kenaikan utang usaha dan utang bank jangka pendek.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 1.184.479.983.808, dengan kenaikan 59,04%, mencerminkan perubahan struktur pendanaan jangka panjang.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 556.806.422.693, naik 8,69% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh peningkatan laba ditahan (belum ditentukan penggunaannya).

Laporan Laba Rugi

Pendapatan Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 1.013.609.242.951, naik 73,49% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 584.247.428.854. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh kontribusi segmen produk baru “Hose” dan pertumbuhan pada segmen “Hemodialisa”.

Laba Bersih Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 44.607.040.365, naik 122,15% YoY dari periode yang sama tahun lalu. Perubahan ini disebabkan oleh peningkatan laba kotor yang melampaui kenaikan beban usaha.

Earnings per Share (EPS) EPS tercatat sebesar Rp 29,58, mencerminkan kenaikan 122,07% YoY, sejalan dengan perubahan laba bersih.

Rasio Keuangan

Likuiditas

  • Current Ratio: 1,90x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
  • Quick Ratio: 1,09x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.

Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 18,30%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan.
  • Margin Laba Bersih: 4,40%, mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.

Efisiensi & Pengembalian

  • Return on Assets (ROA): 2,19% (disetahunkan), menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
  • Return on Equity (ROE): 10,68% (disetahunkan), menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.

Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 3,89x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan dan tingkat ketergantungan pada utang.

Valuasi Pasar

  • Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 450 per 29 Oktober 2025, PER tercatat 11,41x (disetahunkan), mengindikasikan valuasi yang relatif wajar terhadap pertumbuhan laba bersihnya.
  • Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 369,28, PBV perusahaan berada di level 1,22x, mencerminkan harga pasar yang sedikit di atas nilai ekuitasnya.

Kesimpulan

Kinerja keuangan PT Itama Ranoraya Tbk selama kuartal III 2025 menunjukkan momentum pertumbuhan yang berkelanjutan, terutama pada sisi pendapatan dan laba bersih yang tumbuh impresif. Pertumbuhan ini ditopang oleh ekspansi bisnis yang signifikan, yang juga terlihat dari membengkaknya neraca, baik pada sisi aset (piutang dan persediaan) maupun liabilitas (utang bank dan utang usaha).

Pertumbuhan laba yang signifikan menjadi sinyal positif terhadap efektivitas strategi bisnis perusahaan. Namun, investor perlu memperhatikan peningkatan leverage yang substansial, tercermin dari Debt to Equity Ratio (DER) yang tinggi, yang dapat meningkatkan risiko keuangan perusahaan ke depan.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Latest Post

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments