Saturday, April 18, 2026
No menu items!
Google search engine
HomeInsightKinerja Keuangan PT Betonjaya Manunggal Tbk (BTON) Kuartal III 2025

Kinerja Keuangan PT Betonjaya Manunggal Tbk (BTON) Kuartal III 2025

Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Betonjaya Manunggal Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 443.957.945.570, mengalami kenaikan 11,91% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 396.703.729.801.
  • Aset Lancar: Aset lancar tumbuh 12,62% menjadi Rp 397.266.474.829, terutama dipengaruhi oleh perubahan pada peningkatan investasi jangka pendek dan persediaan.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 46.691.470.741, naik 6,19%, didorong oleh kenaikan nilai investasi pada entitas asosiasi.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 148.420.189.986, naik 26,80% dibandingkan akhir tahun lalu.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 146.538.900.983, meningkat 27,80%, terutama disebabkan oleh kenaikan utang usaha kepada pihak berelasi.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 1.881.289.003, dengan penurunan 21,31%, mencerminkan perubahan struktur pendanaan jangka panjang.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 295.537.755.584, naik 5,68% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh peningkatan saldo laba (laba ditahan).

Laporan Laba Rugi

Pendapatan

Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 87.716.068.780, turun 9,85% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 97.305.190.100. Penurunan ini disebabkan oleh penurunan penjualan bersih.

Laba Bersih

Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 15.881.091.196, naik 31,57% YoY dari periode yang sama tahun lalu. Perubahan ini disebabkan oleh perolehan laba selisih kurs yang signifikan dan penurunan tajam pada beban lain-lain.

Earnings per Share (EPS)

EPS tercatat sebesar Rp 22,06, mencerminkan kenaikan 31,62% YoY, sejalan dengan perubahan laba bersih.

Rasio Keuangan

Likuiditas

  • Current Ratio: 2,71x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
  • Quick Ratio: 2,48x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.

Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 0,68%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan.
  • Margin Laba Bersih: 18,10%, mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.

Efisiensi & Pengembalian

  • Return on Assets (ROA): 5,04% (disetahunkan), menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
  • Return on Equity (ROE): 7,36% (disetahunkan), menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.

Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 0,50x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan dan tingkat ketergantungan pada utang.

Valuasi Pasar

  • Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 384 per 28 Oktober 2025, PER (disetahunkan) tercatat 13,06x, mengindikasikan valuasi yang moderat.
  • Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 410,47, PBV perusahaan berada di level 0,94x, mencerminkan valuasi di bawah nilai buku perusahaan.

Kesimpulan

Kinerja keuangan BTON selama kuartal III 2025 menunjukkan gambaran yang kontras. Di satu sisi, perusahaan mencatatkan penurunan pendapatan dan margin laba kotor yang sangat tipis, menunjukkan adanya tekanan berat pada bisnis operasional intinya.

Di sisi lain, laba bersih justru melonjak signifikan, yang hampir seluruhnya ditopang oleh pendapatan non-operasional, khususnya laba selisih kurs. Posisi neraca perusahaan tetap solid dengan rasio utang (DER) yang rendah dan likuiditas yang sangat kuat. Investor perlu memperhatikan risiko ketergantungan pada pendapatan non-operasional yang volatil untuk menopang profitabilitas di kuartal selanjutnya.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Latest Post

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments