Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
- Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 885,50 miliar, mengalami penurunan 1,72% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 901,00 miliar.
- Aset Lancar: Aset lancar menurun 26,99% menjadi Rp 117,07 miliar, terutama dipengaruhi oleh penurunan pada kas dan setara kas serta piutang usaha yang menjadi nol.
- Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 768,43 miliar, naik 3,75%, didorong oleh kenaikan jaminan.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 133,33 miliar, turun 17,12% dibandingkan akhir tahun lalu.
- Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 91,85 miliar, menurun 26,80%, terutama disebabkan oleh penurunan biaya yang masih harus dibayar.
- Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 41,48 miliar, dengan kenaikan 17,21%, mencerminkan penambahan provisi untuk rehabilitasi tambang.
Ekuitas
- Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 752,17 miliar, naik 1,63% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh penyesuaian (meskipun perusahaan menderita rugi tahun berjalan). [Catatan: Ekuitas naik tipis meski rugi bersih karena adanya penyesuaian saldo laba awal 2024 dan faktor lain di laporan perubahan ekuitas, namun Laba (rugi) tahun berjalan mengurangi ekuitas]. Laporan Laba Rugi mencatat rugi bersih $(687.904) yang mengurangi Saldo Laba (Retained Earnings).
Laporan Laba Rugi
Pendapatan
- Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 166,76 miliar, turun 57,73% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 394,50 miliar. Penurunan ini terutama ditopang oleh penurunan drastis pada penjualan ekspor.
Laba Bersih
- Rugi bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 11,49 miliar, turun 216,47% YoY dari laba bersih Rp 9,86 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Perubahan ini disebabkan oleh pendapatan penjualan yang jauh lebih rendah daripada beban pokok penjualan, yang mengakibatkan rugi bruto.
Earnings per Share (EPS)
- EPS tercatat sebesar Rp -4,59, mencerminkan penurunan 216,47% YoY dari Rp 3,95, sejalan dengan perubahan laba bersih (dari laba menjadi rugi) dan jumlah saham beredar 2,5 miliar lembar.
Rasio Keuangan
Likuiditas
- Current Ratio: 1,27x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
- Quick Ratio: 0,97x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.
Profitabilitas
- Margin Laba Kotor: -4,84%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan (dalam hal ini, rugi).
- Margin Laba Bersih: -6,88%, mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.
Efisiensi & Pengembalian
- Return on Assets (ROA): -1,69% (disetahunkan), menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
- Return on Equity (ROE): -2,02% (disetahunkan), menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.
Solvabilitas
- Debt to Equity Ratio (DER): 0,18x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan dan tingkat ketergantungan yang sangat rendah pada utang.
Valuasi Pasar
- Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 208 per 28 Oktober 2025, PER tercatat -34,0x (disetahunkan), yang tidak bermakna (not meaningful) karena laba bersih perusahaan negatif.
- Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 300,87, PBV perusahaan berada di level 0,69x, mencerminkan bahwa harga pasar saham saat ini berada di bawah nilai buku perusahaan.
Kesimpulan
Kinerja keuangan PT Garda Tujuh Buana Tbk selama kuartal III 2025 menunjukkan tantangan operasional yang signifikan, ditandai dengan penurunan pendapatan lebih dari 57% dan pembalikan kondisi dari laba bersih menjadi rugi bersih. Hal ini mengakibatkan seluruh rasio profitabilitas dan pengembalian menjadi negatif.
Namun, investor perlu memperhatikan bahwa struktur neraca perusahaan tetap sehat. Perusahaan memiliki tingkat utang yang sangat rendah (DER 0,18x) dan likuiditas yang masih terjaga (Current Ratio 1,27x). Valuasi pasar (PBV 0,69x) menunjukkan saham diperdagangkan dengan diskon terhadap nilai bukunya, yang seringkali menarik bagi value investor, namun risiko utamanya terletak pada kemampuan perusahaan untuk memulihkan pendapatannya di kuartal selanjutnya.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!