Saturday, April 18, 2026
No menu items!
Google search engine
HomeInsightKinerja Keuangan PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk (CARS) Kuartal III...

Kinerja Keuangan PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk (CARS) Kuartal III 2025

Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk (CARS) mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 2.991.202.484.620, mengalami penurunan 14,48% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 3.497.679.634.797.
  • Aset Lancar: Aset lancar menurun 17,85% menjadi Rp 1.480.798.840.483, terutama dipengaruhi oleh penurunan signifikan pada piutang usaha, piutang pembiayaan konsumen, dan persediaan.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 1.510.403.644.137, turun 10,90%, didorong oleh penurunan nilai properti investasi dan aset tetap.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 1.746.122.821.941, turun 27,17% dibandingkan akhir tahun lalu.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 1.632.416.178.810, menurun 26,23%, terutama disebabkan oleh penurunan pinjaman jangka pendek dan utang usaha.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 113.706.643.131, dengan penurunan 38,45%, mencerminkan penurunan pinjaman jangka panjang yang signifikan.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 1.245.079.662.679, naik 13,18% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh peningkatan laba ditahan (akumulasi laba periode berjalan).

Laporan Laba Rugi

Pendapatan

  • Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 3.467.797.941.818, turun 23,94% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 4.559.173.725.697. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan pendapatan dari segmen Otomotif.

Laba Bersih

  • Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 135.018.423.979, turun 1,36% YoY dari periode yang sama tahun lalu. Meskipun pendapatan turun signifikan, laba bersih relatif stabil, kemungkinan disebabkan oleh penurunan beban pokok pendapatan yang sejalan dan penurunan beban keuangan.

Earnings per Share (EPS)

  • EPS tercatat sebesar Rp 9,00, mencerminkan penurunan 1,42% YoY, sejalan dengan perubahan laba bersih.

Rasio Keuangan

Likuiditas

  • Current Ratio: 0,91x, menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya sedikit tertekan, karena aset lancar lebih rendah dari liabilitas jangka pendek.
  • Quick Ratio: 0,78x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat setelah mengeluarkan persediaan dari perhitungan aset lancar.

Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 13,84%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan sebelum beban usaha.
  • Margin Laba Bersih: 4,18%, mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional, bunga, dan pajak.

Efisiensi & Pengembalian

  • Return on Assets (ROA): 5,96% (disetahunkan), menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
  • Return on Equity (ROE): 20,67% (disetahunkan), menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.

Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 1,40x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan yang moderat, dengan liabilitas 1,4 kali lebih besar dari ekuitas.

Valuasi Pasar

  • Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 132 per 23 Oktober 2025, PER tercatat 11,00x (EPS disetahunkan), mengindikasikan valuasi yang mungkin wajar dibandingkan potensi historis atau sektor, namun perlu dibandingkan lebih lanjut.
  • Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 62,49, PBV perusahaan berada di level 2,11x, mencerminkan bahwa pasar menilai perusahaan lebih tinggi dari nilai bukunya, mengindikasikan ekspektasi pertumbuhan atau aset tak berwujud yang tidak tercatat.

Kesimpulan

Kinerja keuangan CARS selama kuartal III 2025 menunjukkan penurunan signifikan pada pendapatan, terutama dari segmen otomotif. Namun, perusahaan berhasil menjaga laba bersih relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya, mengindikasikan adanya efisiensi biaya atau penurunan beban bunga yang signifikan. Neraca menunjukkan kontraksi aset dan penurunan liabilitas yang cukup besar, terutama pada utang jangka panjang, yang memperbaiki rasio DER. Ekuitas meningkat berkat akumulasi laba.

Rasio likuiditas (Current dan Quick Ratio di bawah 1) memerlukan perhatian karena menunjukkan potensi tekanan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. Profitabilitas menunjukkan margin yang moderat. ROE cukup baik, meskipun ROA lebih rendah. Valuasi PER dan PBV menunjukkan ekspektasi pasar yang positif terhadap perusahaan. Investor perlu memperhatikan keberlanjutan strategi efisiensi biaya dan upaya perusahaan untuk memulihkan pertumbuhan pendapatan di kuartal selanjutnya, serta memantau rasio likuiditas.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Latest Post

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments