Saturday, April 18, 2026
No menu items!
Google search engine
HomeAnalisis SahamKinerja Keuangan PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk (DEPO) Semester 1 2025

Kinerja Keuangan PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk (DEPO) Semester 1 2025

Pada semester pertama tahun 2025, PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk (DEPO) mencatatkan kinerja yang dapat memberikan gambaran tentang posisi keuangan dan operasional perusahaan selama periode ini.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Aset perusahaan pada 30 Juni 2025 tercatat sebesar Rp 2,31 triliun, mengalami perubahan sebesar 1,51% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 yang sebesar Rp 2,28 triliun.
  • Aset Lancar: Aset lancar mengalami penurunan sebesar 0,10% menjadi Rp 1,12 triliun.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tumbuh 3,09% menjadi Rp 1,19 triliun, didorong oleh peningkatan aset tetap – neto.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Total liabilitas perusahaan tercatat sebesar Rp 990,41 miliar, meningkat sebesar 2,52% dari tahun sebelumnya.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Liabilitas jangka pendek mengalami perubahan sebesar 3,71%, menjadi Rp 707,21 miliar.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Liabilitas jangka panjang tercatat sebesar Rp 283,20 miliar , mengalami penurunan sebesar 0,32%.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan mencapai Rp 1,32 triliun, yang mencatatkan peningkatan sebesar 0,76% dibandingkan akhir tahun 2024.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan

  • Total Pendapatan: Pada semester 1 2025, pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp 1,37 triliun , yang mengalami kenaikan sebesar 4,65% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, didorong oleh peningkatan penjualan bahan bangunan dan bahan
    finishing.

Laba Bersih

  • Laba Bersih: Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 38,50 miliar, yang mengalami penurunan sebesar 3,75% dari tahun sebelumnya didorong oleh peningkatan beban usaha.

Laba Per Saham (EPS)

  • EPS: Laba per saham perusahaan tercatat sebesar Rp 5,67, menunjukkan penurunan sebesar 3,74% dibandingkan dengan semester 1 2024.

Rasio Keuangan

Rasio Likuiditas

  • Current Ratio: 1,59 kali. Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek dengan aset lancarnya.
  • Quick Ratio: 0,52 kali. Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek tanpa mengandalkan persediaan.

Rasio Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 20,19%. Rasio ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan menghasilkan laba dari pendapatan penjualannya.
  • Margin Laba Bersih: 2,81%. Ini menggambarkan laba bersih perusahaan setelah dikurangi semua biaya dan pajak.

Rasio Efisiensi

  • Return on Assets (ROA): 3,36% (disetahunkan). Ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan menggunakan asetnya untuk menghasilkan laba.
  • Return on Equity (ROE): 5,86% (disetahunkan). Rasio ini mengukur laba yang dihasilkan dari ekuitas yang diinvestasikan oleh pemegang saham.

Rasio Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 0,75. Rasio ini mengukur proporsi antara utang perusahaan dengan ekuitas yang dimiliki, menggambarkan tingkat risiko finansial perusahaan.

Valuasi Perusahaan

Price to Earnings Ratio (PER)

  • PER: Dengan harga saham pada penutupan 8 September 2025, yaitu Rp 248, PER perusahaan tercatat sebesar 21,87x (disetahunkan), yang menunjukkan seberapa banyak investor bersedia membayar untuk setiap rupiah laba yang dihasilkan perusahaan.

Price to Book Value (PBV)

  • PBV: PBV perusahaan pada 30 Juni 2025 adalah 1,28x, yang dihitung berdasarkan harga penutupan saham Rp 248 dan nilai buku per saham sebesar Rp 194,29. Rasio ini mengindikasikan seberapa besar harga pasar dibandingkan dengan nilai buku perusahaan.

Kesimpulan

Analisis ini memberikan gambaran umum tentang kinerja keuangan perusahaan pada semester pertama tahun 2025. Walaupun ada sedikit penurunan pada laba bersih, perusahaan menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan dan menjaga posisi neraca yang solid. Peningkatan aset dan ekuitas menunjukkan pertumbuhan fundamental perusahaan. Selalu penting untuk mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kondisi makroekonomi dan prospek industri, dalam mengambil keputusan investasi.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Latest Post

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments