PT Diastika Biotekindo Tbk (“Perseroan”; kode saham CHEK), perusahaan publik yang bergerak di bidang distribusi alat kesehatan dan diagnostik, dengan bangga mengumumkan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan MIRXES Pte. Ltd., anak perusahaan dari MIRXES Holdings Limited.
Didirikan pada tahun 2014, MIRXES Holding Company Limited telah terdaftar di Bursa Efek Hong Kong (HKEX) dan menjadi perusahaan bioteknologi pertama dari Asia Tenggara yang mencapai status unicorn. MIRXES merupakan pemimpin dalam teknologi miRNA dengan menciptakan produk kit tes berbasis darah yang akurat, non-invasif, dan terjangkau
untuk skrining kanker dan penyakit lainnya. MIRXES juga sebagai pelopor tes berbasis darah pertama di dunia yang disetujui untuk deteksi dini kanker lambung.
Kerja sama ini akan menghadirkan solusi identifikasi pertama di indonesia dengan metode blood-based microRNA & multi-omics test untuk deteksi dini kanker dengan prevalensi dan mortalitas tinggi, seperti kanker lambung, paru-paru, kolorektal, hati, payudara,
ovarium, pankreas, dan prostat di Indonesia.
Direktur Utama CHEK, Yoshua menyatakan “Melihat kebutuhan kesehatan nasional maka CHEK berkolaborasi dengan MIRXES untuk menghadirkan solusi diagnostik deteksi kanker dengan metode berbasis miRNA yang saat ini belum ada di Indonesia” Menurut World Health Organization (WHO) 2022: Indonesia mencatat lebih dari 350.000 kasus baru kanker per tahun. Tingkat mortalitas mencapai 70%, lebih tinggi dibanding rata-rata global (60%). Hanya sekitar 15% pasien kanker lambung atau paru-paru yang berhasil terdiagnosis pada stadium awal.
Yoshua mengatakan bahwa Inovasi ini diharapkan menjadi pionir dalam skrining kanker berbasis metode microRNA & multi-omics test di indonesia, yang selama ini menghadapi keterbatasan baik dari waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan hasil dan yang dapat
diakses untuk seluruh masyarakat. Dengan hadirnya solusi identifikasi dengan metode yang mutakhir blood-based microRNA & multi-omics test, risiko atau kemungkinan adanya kanker dapat terdeteksi bahkan sebelum memasuki stadium 1. Hal ini sangat krusial, mengingat sebagian besar pasien kanker stadium awal tidak menunjukkan gejala sama sekali.
Akibat keterlambatan diagnosis, banyak pasien baru diketahui mengidap kanker pada stadium lanjut, ketika harapan hidup sudah sangat terbatas. Ujar Yoshua MoU ini diharapkan memberi sentimen positif bagi para investor dan professional lainnya dibidang kesehatan yang diharapkan dapat terintegrasi dengan Program Pemerintah RPJMN 2025–2029, khususnya penguatan skrining penyakit tidak menular.
Kontributif terhadap program Indonesia Sehat 2030, khususnya peningkatan kapasitas deteksi dini kanker secara nasional. CHEK meyakini bahwa inovasi ini akan mempercepat akses masyarakat terhadap skrining kanker yang lebih akurat dan efisien, serta mendukung visi pemerintah dalam menurunkan angka mortalitas melalui deteksi dini kanker dengan mendapatkan penanganan medis sejak dini.
Ucap Yoshua Target untuk distribusi tes kanker tersebut diharapkan menambah revenue CHEK untuk pertumbuhan tahunan sebesar sampai 20% ke depan. CHEK akan terus memperkuat posisinya sebagai penyedia terpercaya alat kesehatan diagnostik, berfokus pada inovasi produk dan perluasan distribusi ke lebih banyak wilayah di seluruh Indonesia. CHEK tetap berkomitmen untuk memajukan akses ke solusi diagnostik yang cepat, akurat, dan
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


