Laporan keuangan ini menyajikan posisi keuangan konsolidasian PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk dan entitas anaknya per 30 Juni 2025, serta kinerja keuangan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut. Laporan ini belum diaudit.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Neraca ICBP menunjukkan pertumbuhan aset yang didukung oleh peningkatan ekuitas dan liabilitas. Posisi keuangan perusahaan tetap solid per 30 Juni 2025.
| Pos-pos Neraca | 30 Juni 2025 | 31 Desember 2024 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Total Aset | Rp 131.995.676 | Rp 126.040.905 | +4,7% |
| Total Aset Lancar | Rp 49.238.213 | Rp 44.667.549 | +10,2% |
| Total Aset Tidak Lancar | Rp 82.757.463 | Rp 81.373.356 | +1,7% |
| Total Liabilitas | Rp 62.495.900 | Rp 58.997.020 | +5,9% |
| Liabilitas Jangka Pendek | Rp 14.444.778 | Rp 10.924.773 | +32,2% |
| Liabilitas Jangka Panjang | Rp 48.051.122 | Rp 48.072.247 | -0,04% |
| Total Ekuitas | Rp 69.499.776 | Rp 67.043.885 | +3,7% |
(dalam Jutaan Rupiah)
- Aset: Total aset meningkat menjadi Rp 132 triliun. Pertumbuhan ini utamanya didorong oleh kenaikan Kas dan Setara Kas menjadi Rp 27,3 triliun dan piutang usaha. Aset tidak lancar didominasi oleh Goodwill sebesar Rp 54 triliun dan Aset Tetap Neto sebesar Rp 15,9 triliun.
- Liabilitas: Total liabilitas naik menjadi Rp 62,5 triliun, sebagian besar karena peningkatan liabilitas jangka pendek, termasuk Utang Dividen sebesar Rp 2,9 triliun. Liabilitas jangka panjang tetap stabil, dengan komponen terbesar adalah Utang Obligasi sebesar Rp 44,4 triliun.
- Ekuitas: Total ekuitas tumbuh menjadi Rp 69,5 triliun, didorong oleh peningkatan saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya.
Laporan Laba Rugi
ICBP mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang signifikan pada semester I 2025, terutama karena penurunan tajam pada beban keuangan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
| Pos-pos Laba Rugi | 6 Bulan 2025 | 6 Bulan 2024 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Penjualan Neto | Rp 37.600.928 | Rp 36.961.357 | +1,7% |
| Laba Bruto | Rp 13.122.540 | Rp 13.982.818 | -6,2% |
| Laba Usaha | Rp 8.475.878 | Rp 8.893.129 | -4,7% |
| Laba Periode Berjalan | Rp 6.205.593 | Rp 4.375.991 | +41,8% |
| Laba per Saham Dasar | Rp 475 | Rp 303 | +56,8% |
(dalam Jutaan Rupiah, kecuali Laba per Saham)
- Pendapatan: Penjualan neto mengalami kenaikan tipis sebesar 1,7% menjadi Rp 37,6 triliun.
- Profitabilitas: Meskipun penjualan naik, Laba Bruto dan Laba Usaha sedikit menurun, menandakan adanya tekanan pada biaya pokok penjualan. Namun, Laba Periode Berjalan (Laba Bersih) melonjak 41,8% menjadi Rp 6,2 triliun. Kenaikan laba bersih ini terutama disebabkan oleh Beban Keuangan yang jauh lebih rendah, yaitu Rp 1,29 triliun pada 2025 dibandingkan Rp 3,84 triliun pada 2024.
Laporan Arus Kas
Arus kas perusahaan tetap sehat, menunjukkan kemampuan untuk mendanai operasional, investasi, dan kewajiban pendanaan dari kas internal.
- Arus Kas dari Aktivitas Operasi: Perusahaan menghasilkan kas bersih dari operasi sebesar Rp 4,84 triliun. Angka ini menunjukkan kemampuan operasional inti perusahaan dalam menghasilkan kas.
- Arus Kas dari Aktivitas Investasi: Kas bersih yang digunakan untuk investasi adalah sebesar Rp 2,42 triliun, sebagian besar untuk penambahan aset tetap.
- Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan: Kas bersih digunakan untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp 756 miliar, terutama untuk pembayaran dividen dan pinjaman bank.
- Posisi Kas Akhir: Terdapat kenaikan kas bersih sebesar Rp 2 triliun, sehingga posisi kas dan setara kas pada akhir periode menjadi Rp 27,3 triliun.
Rasio Keuangan Penting
- Gross Profit Margin (GPM): 34,9%
- Operating Profit Margin (OPM): 22,5%
- Net Profit Margin (NPM): 16,5%
- Current Ratio (Rasio Lancar): 3,41 kali
- Debt to Equity Ratio (DER): 0,90 kali
- Return on Equity (ROE) – Disetahunkan: 15,93%
Rasio-rasio ini mengindikasikan profitabilitas yang sehat, likuiditas yang sangat kuat (kemampuan membayar utang jangka pendek), dan tingkat utang yang terkendali.
Perhitungan PER dan PBV
Dengan asumsi harga penutupan saham (closing price) Rp 9.825.
- Price to Earnings Ratio (PER)
- Laba Per Saham (EPS) 6 bulan: Rp 475
- EPS Disetahunkan: Rp 475 x 2 = Rp 950
- PER = Harga Saham / EPS Disetahunkan = Rp 9.825 / Rp 950 = 10,34x
- Price to Book Value (PBV)
- Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk: Rp 47.532.078 juta
- Jumlah Saham Beredar: 11.661.908.000 lembar
- Nilai Buku per Saham (BVPS): Rp 47.532.078.000.000 / 11.661.908.000 = Rp 4.076
- PBV = Harga Saham / BVPS = Rp 9.825 / Rp 4.076 = 2,41x
Kesimpulan
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk menunjukkan kinerja keuangan yang solid pada semester pertama tahun 2025. Perusahaan berhasil mencatatkan pertumbuhan aset dan ekuitas yang sehat. Meskipun terdapat sedikit penurunan pada margin laba kotor dan operasional, efisiensi pada pos keuangan berhasil mendorong pertumbuhan laba bersih secara signifikan.
Dari sisi neraca, perusahaan memiliki struktur permodalan yang kuat dengan rasio utang yang terkendali dan likuiditas yang sangat baik. Arus kas dari operasi juga positif dan mampu menopang kebutuhan investasi serta pembayaran dividen.
Berdasarkan valuasi sederhana dengan harga saham Rp 9.825, ICBP diperdagangkan pada PER 10,34x (disetahunkan) dan PBV 2,41x. Rasio ini memberikan gambaran valuasi perusahaan yang dapat dibandingkan lebih lanjut dengan perusahaan sejenis di industrinya.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi.
PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


