Saham EXCL adalah contoh menarik dari saham yang tadinya diam, membosankan, bahkan cenderung diabaikan pasar, tapi kemudian berubah menjadi magnet perhatian hanya dalam hitungan hari. Sebagian orang menyebut ini permainan bandar. Sebagian lagi melihat ini sebagai sinyal breakout teknikal.
Tapi yang benar-benar terjadi jauh lebih kompleks dan sistematis, dimulai dari perencanaan merger, rotasi kepemilikan, lonjakan jumlah investor, hingga pergerakan harga yang dramatis. Seluruh elemen ini bukan sekadar kebetulan, melainkan bagian dari transformasi besar-besaran yang disiapkan sejak akhir 2024 dan meledak pada pertengahan 2025.
Kita mulai dari data yang paling mencolok, yaitu jumlah pemegang saham. Pada 31 Maret 2025, EXCL hanya dimiliki oleh 17.866 akun. Tapi satu bulan kemudian, tepatnya 30 April 2025, jumlah pemegang sahamnya melonjak drastis menjadi 228.627. Artinya, ada penambahan lebih dari 210 ribu investor baru hanya dalam satu bulan. Ini jelas bukan efek kampanye atau aksi korporasi biasa.
Lonjakan tersebut murni berasal dari proses merger dengan Smartfren (FREN), di mana seluruh pemegang saham FREN otomatis dikonversi menjadi pemegang saham EXCL berdasarkan rasio pertukaran 1 FREN = 0,011 EXCL. FREN sendiri sudah resmi delisting pada 17 April 2025 sehingga seluruh nilai saham dan asetnya masuk ke tubuh EXCL, menjadikan EXCL sebagai entitas penerima atau surviving entity. Dengan kata lain, yang terjadi bukan hanya akuisisi, tapi integrasi penuh dua operator telekomunikasi yang sebelumnya beroperasi paralel.
Perubahan jumlah investor ini ternyata bukan satu-satunya dinamika yang terjadi. Yang lebih penting adalah perubahan struktur kepemilikan sahamnya. Data komposisi pemegang saham menunjukkan bahwa pada Juni 2024, sekitar 84,12% saham EXCL dikuasai oleh investor asing, dan dari angka itu, 68% berada di tangan institusi bank asing. Namun setelah merger, peta ini berubah drastis. Per Juni 2025, kepemilikan asing turun menjadi hanya 52,94%, sementara porsi lokal naik signifikan menjadi 28,69%.
Yang paling menonjol adalah lonjakan kepemilikan perusahaan lokal yang sebelumnya hanya 1,03% pada Juni 2024, kini melonjak ke 23,80%. Artinya, dalam waktu kurang dari enam bulan, terjadi pergeseran dominasi saham EXCL dari tangan asing ke tangan lokal secara sistematis. Ini bukan sekadar kebetulan, melainkan indikasi jelas bahwa merger tidak hanya membawa aset dan pelanggan FREN ke dalam EXCL, tapi juga memindahkan pengendalian sahamnya.
Yang lebih menarik lagi, harga saham EXCL tidak langsung naik setelah merger efektif. Justru sebaliknya, selama April hingga awal Juli 2025, harga saham masih cenderung stagnan di kisaran 2.200–2.300. Padahal saat itu jumlah investor sudah meledak, dan struktur kepemilikan sudah berubah total. Ini artinya, harga masih sengaja dikondisikan diam, mungkin untuk memberi ruang bagi akumulasi tambahan dari institusi lokal atau untuk memastikan saham-saham hasil konversi FREN masuk dengan stabil.
Namun pada pertengahan Juli 2025, situasi berubah drastis. Dalam tiga hari perdagangan, harga EXCL melonjak dari 2.320 ke 2.670, naik sekitar 15%. Dalam seminggu, saham ini sudah mencetak gain 16,6%, dan dalam sebulan naik lebih dari 20%. Pergerakan ini dikonfirmasi oleh data volume, broker summary, dan akumulasi net buy dari institusi domestik yang tercermin melalui broker seperti BB dan SS.
Lonjakan harga ini tidak terjadi di ruang kosong. Perubahan harga baru muncul setelah seluruh struktur investor terkonsolidasi. Investor asing sudah mulai keluar, institusi lokal sudah masuk, dan investor FREN sudah resmi menjadi pemegang EXCL. Jadi bisa dibilang markup harga hanya dimulai setelah barang dikuasai penuh oleh pihak yang memang berkepentingan menggerakkannya.
Ini mirip strategi klasik bandar, yaitu akumulasi diam-diam selama fase sideways lalu dorong harga setelah barang terkunci di tangan sendiri. Tapi yang membuat kasus EXCL unik adalah bahwa ini bukan gorengan biasa. Ini adalah skenario transformasi korporasi yang dikawal institusi besar dengan agenda merger yang sangat konkret.
Namun semua pergerakan ini belum dibarengi oleh laporan keuangan terbaru. Sampai sekarang, EXCL belum merilis laporan keuangan pasca-merger. Yang tersedia hanya laporan Q1 2025 versi EXCL standalone, artinya belum mencerminkan integrasi aset dan liabilitas FREN. Oleh karena itu, valuasi saat ini yaitu PER 29x, PBV 1,92x, EV/EBITDA 5,12x belum bisa dianggap representatif.
Karena setelah merger, struktur revenue, beban, margin, hingga bunga pinjaman EXCL akan berubah total. FREN dikenal memiliki beban utang tinggi, dan beberapa riset menyebut bahwa total utang EXCL pasca-merger meningkat sekitar 55%. Tanpa laporan keuangan konsolidasian, investor hanya bisa berspekulasi berdasarkan narasi sinergi dan proyeksi efisiensi, tanpa tahu seberapa besar tekanan bunga dan amortisasi yang akan muncul di bawah.
Dari sisi performa historis, saham EXCL memang bukan saham yang gemilang. Dalam 5 tahun terakhir, saham ini masih turun -6,32%, dan dalam 10 tahun anjlok -17,47%. Artinya, kenaikan harga yang terjadi dalam sebulan terakhir lebih merupakan peristiwa luar biasa ketimbang tren jangka panjang. Bagi investor jangka pendek, ini momentum menarik.
Tapi bagi investor jangka panjang, potensi upside akan sangat tergantung pada seberapa efektif integrasi pasca-merger dijalankan. Jika Q2 dan Q3 2025 mampu menunjukkan lonjakan laba bersih dan margin membaik, maka valuasi saat ini bisa dipertahankan bahkan diperluas. Tapi kalau tidak, maka risiko koreksi akan mengintai begitu euforia reda dan institusi mulai distribusi diam-diam.
EXCL bukan lagi saham lama yang pasif. Ia kini adalah entitas baru hasil merger dengan FREN dengan struktur pemegang saham yang benar-benar bergeser dari asing ke lokal. Perubahan ini diikuti lonjakan jumlah investor, akumulasi institusi domestik, breakout harga, dan sentimen pasar yang berubah total.
Tapi seluruh kenaikan ini masih berdiri di atas narasi, bukan data laba. Kunci berikutnya ada di laporan keuangan Q2 2025. Apakah benar sinergi dari merger akan membawa lonjakan profit dan efisiensi biaya, atau justru beban bunga dari FREN akan menyeret margin EXCL ke bawah. Selama pertanyaan itu belum terjawab lewat data, maka kenaikan harga EXCL tetap harus disikapi hati-hati. Momentum bisa bertahan, tapi logika keuangan tetap harus menjadi fondasi utama untuk pegang saham ini jangka panjang
Mau belajar cara pilih saham yang sehat & potensial secara teknikal dan fundamental? Mulai dari sini!


