- MAPA mengurangi ekspansi luar negeri dan fokus pada brand utama seperti New Balance, Converse, dan Foot Locker, dengan penyesuaian strategi sesuai karakteristik pasar lokal seperti di Filipina yang gemar basket.
- Aging inventory meningkat di Singapura akibat pengurangan penambahan stok, sedangkan di Indonesia masih terkendali dan tidak menunjukkan masalah signifikan.
- Menghadapi melemahnya daya beli domestik, MAPA merasionalisasi toko dan brand, serta lebih selektif dalam pembelian barang untuk menjaga efisiensi biaya.
- MAPA tidak terdampak langsung relaksasi impor alas kaki, tetapi sangat terbantu oleh pencabutan safeguard duty pakaian yang meningkatkan margin laba kotor segmen pakaian.
- Perusahaan berharap kebijakan safeguard tidak diberlakukan kembali karena dinilai tidak efektif dan justru menambah beban impor, baik bagi industri lokal maupun internasional.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


