Analisis Saham NOBU
Masih ingat isu merger antara NOBU dan BABP?
Tanggal 14 Februari 2023 dikabarkan BABP menepis kabar mengenai rencana merger dengan Bank miliki Grup Lippo tersebut.
Namun, pada 27 Februari 2023 ni, Kepala Eksekutif Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menjelaskan bahwa dua bank tersebut telah menyampaikan rencana merger bahkan sebelum deadline pemenuhan ketentuan modal inti pada 2022 lalu.
Jadi, berita mana yang benar? Daripada pusing menunggu kejelasan berita, lebih baik kita melirik kinerja keuangan salah satu bank tersebut yang sudah merilis laporan keuangan tahunannya.
PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) memiliki kinerja yang baik di tahun 2022.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2022, NOBU membukukan laba bersih sebesar Rp103,84 miliar. Laba bersih ini meningkat 61,79% dari laba bersih tahun lalu.
Grafik harga saham NOBU

Harga saham NOBU pernah mencapai level tertingginya di area Rp1.700-an pada pertengahan tahun 2021.
Akan tetapi, setelah itu harga saham NOBU turun dan belum pernah mencapai level tertingginya lagi.
Di sepanjang tahun 2022, harga saham NOBU justru turun -22,54%.
Sekilas kinerja keuangan NOBU naik, namun berbanding terbalik dengan harga sahamnya yang di sepanjang tahun 2022. Apakah di tahun 2023 akan ada peluang menarik dari saham NOBU?
Profil Perusahaan
Bank Nationalnobu Tbk (Nobu Bank) (NOBU) didirikan tanggal 13 Februari 1990 dengan nama PT Alfindo Sejahtera Bank (PT Alfindo Bank) dan memulai kegiatan komersial pada tanggal 16 Agustus 1990.
Kantor pusat Nobu Bank beralamat di Plaza Semanggi, Lantai 9, Kawasan Bisnis Granadha, Jalan Jendral Sudirman Kav 50 – Jakarta Selatan 12930.
Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan NOBU adalah melakukan usaha di bidang perbankan
Perseroan fokus pada pengembangan usaha yang bertumpu pengembangan segmen Usaha Kecil dan Menengah (Small & Medium Enterprises).
Perusahaan memperoleh izin untuk melakukan kegiatan usaha dalam valuta asing (Bank Devisa) pada November 2014. Perusahaan juga menginisiasi pengembangan layanan keuangan yang bersifat inklusif dalam rangka memperluas akses masyarakat akan produk dan layanan perbankan (Laku Pandai).

Per akhir Februari 2023, saham NOBU mayoritas dimiliki oleh :
- PT Putera Mulia Indonesia sebanyak 23,88%,
- PT Prima Cakrawala Sentosa sebanyak 18,88%,
- PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) sebanyak 15,82%,
- OCBC Securities Ltd sebanyak 11,22%,
- Nomura Securities sebanyak 9,31%,
- PT Lippo General Insurance Tbk sebanyyak 7,33% dan
- 13,56% sisanya dimiliki oleh publik (kepemilikan di bawah 5%).
Hmm banyak ya pemegang saham diatas 5% nya ,, kira-kira ini menarik? kalao dari teori sih harusnya ada pemegang saham pengendali yang besar (diatas 50%) agar keputusan perusahaan lebih “bisa dipertanggungjawabkan”.
Nah namun ini terlihat memang NOBU bagian dari grup Lippo dan pemegang saham NOBU ada emiten-emitennya Lippo seperti LPPF dan Lippo Insurance.
Cuman memang agak “out of the box” ketika ada departemen store memegang saham bank…(I think its first time ever ya di Indonesia) atau mungkin kamu ada megang data kalau di negara lain ada departemen store memegang saham bank ??

Berdasarkan kategori asal SID investornya untuk saham scripless yang diperdagangkan di BEI, terlihat persentase kepemilikan investor lokal mendominasi sebanyak 79,90%, sedangkan sisanya investor asing sebanyak 20,10%.
Jadi untuk urusan foreign flow sepertinya si NOBU ga ngefek.

Jika dilihat lebih detail lagi, sebagian besar investor lokal yang memegang saham NOBU ialah pihak korporat.
Hal ini mengindikasikan bahwa harga saham NOBU kemungkinan besar dipengaruhi oleh aksi korporasi perusahaan tersebut.
Analisis Fundamental

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2022, NOBU membukukan pendapatan sebesar Rp1,16 triliun. Pendapatan ini naik 21,40% dari Rp956 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Pendapatan terbesar perusahaan dikontribusi oleh pendapatan kredit yaitu sebesar Rp923 miliar di mana pendapatan ini naik 18,88% secara tahunan.
Selanjutnya ada pendapatan dari tagihan atas efek yang dibeli dengan janji dijual kembali sebesar Rp112 miliar yang meningkat 5,82%, pendapatan efek-efek sebesar Rp84 miliar yang meningkat 31,62%, dan pendapatan giro sebesar Rp7,6 miliar yang meningkat 116,33%.

Selanjutnya, perusahaan mencatatkan peningkatan beban bunga dari Rp431 miliar menjadi Rp502 miliar atau naik 16,55%. Sehingga perusahaan mencatatkan laba bruto sebesar Rp659 miliar atau naik 25,38% secara tahunan.
Setelah dikurangi berbagai beban dan ditambah penghasilan operasi lainnya, perusahaan mencatatkan laba usaha sebesar Rp134 miliar. Angka ini lebih tinggi 50,70% dari Rp89 miliar di tahun sebelumnya.

Di akhir, perusahaan meraih laba bersih sebesar Rp103,84 miliar atau meningkat 61,79% dibanding tahun sebelumnya.
Bagaimana estimasi laba dan harga wajar saham NOBU? Dilihat dari sisi PER maka estimasinya menjadi sebagai berikut:

Dengan estimasi PER 35,06 maka harga wajar saham NOBU dapat dihargai senilai 995.
Cuman sepertinya ga bakal ke sini karena dengan angka PER sekian itu udah mahalll banget. Mending beli BBCA yang PERnya rata-rata di angka 27. Tapi kamu yang suka spekulasi dampak dari merger dengan BABP bisa mulai mengintip saham ini (sekali lagi spekulasi ya)
Sedangkan, dari sisi PBV maka estimasinya sebagai berikut:

Sedangkan dengan estimasi PBV 1,52 maka harga wajar saham NOBU dapat dihargai senilai 657. Disclaimer ON ini bukan rekomendasi buy, sell or hold. Hanya berdasarkan rata-rata saja dan standar deviasinya. Saham NOBU bisa dibilang jauh dari radar watchlistnya Pintar Saham saat ini meskipun kinerjana bertumbuh.
Hal yang bisa diperhatikan selanjutnya adalah bagaimana kinerja keuangan si BABP yang sayangnya belum terbit laporan keuangannya hingga saat ini. Ingat juga ketika suatu bank merger maka perlu “waktu” untuk konsolidasi.


