Kinerja saham MORA menunjukkan dinamika pertumbuhan yang positif pada awal tahun 2026 seiring dengan rilis laporan keuangan kuartal pertama. Perusahaan berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk di tengah penguatan pendapatan dari berbagai segmen bisnis.
Analisis Kinerja Saham MORA dan Struktur Keuangan Q1-2026
Berikut adalah ringkasan performa keuangan PT Mora Telematika Indonesia Tbk per 31 Maret 2026 dibandingkan dengan posisi akhir tahun 2025 dan kuartal pertama tahun sebelumnya.
A. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
| Dalam Jutaan IDR | 31 Mar 2026 | 31 Des 2025 | Perubahan (%) |
| Total Aset | 14.924.788 | 14.760.355 | 1,11% |
| Aset Lancar | 3.851.999 | 3.814.651 | 0,98% |
| Aset Tidak Lancar | 11.072.789 | 10.945.704 | 1,16% |
| Total Liabilitas | 6.864.251 | 6.846.225 | 0,26% |
| Liabilitas Jangka Pendek | 2.474.168 | 2.332.640 | 6,07% |
| Liabilitas Jangka Panjang | 4.390.083 | 4.513.585 | -2,74% |
| Total Ekuitas | 8.060.537 | 7.914.130 | 1,85% |
Total aset perusahaan mengalami peningkatan tipis menjadi Rp14,92 triliun, didorong oleh pertumbuhan aset tetap sebesar Rp8,36 triliun. Hal ini mencerminkan fokus perusahaan pada ekspansi infrastruktur telekomunikasi secara berkelanjutan.
Struktur liabilitas menunjukkan pergeseran beban utang ke arah jangka pendek, terlihat dari kenaikan liabilitas jangka pendek sebesar 6,07%. Namun, total ekuitas tetap tumbuh positif berkat akumulasi saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya mencapai Rp3,93 triliun.
Keseimbangan antara pertumbuhan aset tetap dan terjaganya total liabilitas memperkuat fondasi keuangan perusahaan. Penurunan liabilitas jangka panjang mengindikasikan adanya pelunasan sebagian kewajiban atau reklasifikasi utang yang mendekati jatuh tempo.
B. Laporan Laba Rugi
| Dalam Jutaan IDR | Q1 2026 | Q1 2025 | Perubahan YoY |
| Pendapatan | 962.605 | 895.454 | 7,50% |
| Laba Kotor | 592.488 | 567.878 | 4,33% |
| Laba Usaha | 285.410 | 287.282 | -0,65% |
| Laba Bersih* | 128.823 | 104.599 | 23,16% |
| EPS (Rupiah Penuh) | 5,45 | 4,42 | 23,30% |
*Diatribusikan kepada pemilik entitas induk
Pendapatan usaha tumbuh didukung oleh peningkatan layanan internet yang menyumbang Rp387,97 miliar atau naik signifikan dari periode sebelumnya. Layanan jaringan domestik dan internasional juga memberikan kontribusi stabil terhadap total omzet perusahaan.
Meskipun laba usaha mengalami penurunan tipis akibat kenaikan beban langsung, laba bersih justru melonjak 23,16%. Faktor utama pendorong efisiensi di tingkat laba bersih adalah penurunan beban bunga dan keuangan yang menyusut menjadi Rp108,05 miliar dari sebelumnya Rp132,86 miliar.
C. Analisis Rasio Keuangan
| Rasio | Nilai | Interpretasi Singkat |
| Current Ratio | 1,56x | Likuiditas lancar memadai untuk menutup kewajiban pendek. |
| Quick Ratio | 1,42x | Posisi kas dan piutang sangat kuat tanpa mengandalkan stok. |
| Margin Laba Kotor | 61,55% | Tingkat profitabilitas operasional sangat tinggi. |
| Margin Laba Bersih | 13,38% | Kemampuan menghasilkan laba bersih yang solid. |
| ROA (Disetahunkan) | 3,45% | Efisiensi penggunaan aset dalam kategori wajar. |
| ROE (Disetahunkan) | 6,98% | Pengembalian modal bagi pemegang saham cukup stabil. |
| DER | 0,85x | Struktur modal sehat dengan beban utang di bawah ekuitas. |
Rasio likuiditas di atas 1,0x menunjukkan perusahaan berada dalam posisi keuangan yang aman untuk membiayai operasional harian. Angka Quick Ratio yang tidak jauh berbeda dari Current Ratio mengindikasikan bahwa aset lancar perusahaan mayoritas terdiri dari instrumen likuid seperti kas dan piutang.
Rasio utang terhadap modal (Debt to Equity Ratio) sebesar 0,85x menandakan risiko finansial yang terkelola dengan baik. Penurunan beban bunga secara signifikan memperkuat margin laba bersih dibandingkan tahun sebelumnya.
D. Valuasi Saham
Gunakan harga penutupan 21 April 2026 sebesar Rp5.225.
| Indikator | Nilai | Interpretasi |
| PER (Disetahunkan) | 239,68x | Valuasi relatif premium (expensive). |
| PBV | 16,75x | Harga pasar jauh melampaui nilai buku perusahaan. |
Valuasi MORA saat ini tergolong premium dibandingkan dengan rata-rata sektor telekomunikasi. Dengan angka Price to Earnings Ratio (PER) yang mencapai ratusan kali lipat, pasar tampaknya telah memberikan ekspektasi pertumbuhan masa depan yang sangat agresif terhadap performa perusahaan.
Kesimpulan
Kinerja keuangan MORA pada kuartal I-2026 menunjukkan fundamental yang kuat dengan pertumbuhan laba bersih yang impresif sebesar 23,16% secara year-on-year. Efisiensi pada beban bunga menjadi faktor kunci yang menopang kenaikan bottom line di tengah tekanan beban usaha. Namun, investor perlu mencermati valuasi pasar yang sudah sangat tinggi karena berpotensi membatasi ruang kenaikan harga saham lebih lanjut di masa mendatang.
Profil Singkat Perusahaan
PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) atau Moratelindo adalah penyedia infrastruktur telekomunikasi dan jaringan terkemuka di Indonesia. Perusahaan mengoperasikan jaringan serat optik domestik dan internasional, layanan internet, serta mengelola proyek konsesi tulang punggung serat optik Palapa Ring Paket Barat dan Timur. Berdiri sejak tahun 2000, perusahaan kini terus memperluas jangkauan layanan melalui segmen Retail dan Wholesale.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.
Masih Bingung? Tanya Admin


