PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang signifikan pada tiga bulan pertama tahun ini, didorong oleh ekspansi gerai yang agresif di pasar domestik dan internasional. Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 21 April 2026, saham FORE ditutup pada level harga Rp940 per lembar saham, mencerminkan optimisme investor terhadap Kinerja Keuangan FORE Q1 2026.
Analisis Kinerja Keuangan FORE Q1 2026
Pertumbuhan kinerja operasional perusahaan terlihat dari peningkatan volume penjualan yang selaras dengan penambahan jumlah titik distribusi. Berikut adalah rincian performa keuangan perusahaan yang diolah dari laporan keuangan konsolidasian interim per 31 Maret 2026.
A. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Tabel berikut menyajikan ringkasan posisi aset, liabilitas, dan ekuitas perusahaan (dalam Rupiah).
| Dalam Miliaran IDR | 31 Maret 2026 | 31 Desember 2025 | Perubahan (%) |
| Total Aset | 1.164,25 | 1.160,17 | 0,35% |
| Aset Lancar | 424,54 | 484,96 | -12,46% |
| Aset Tidak Lancar | 739,71 | 675,22 | 9,55% |
| Total Liabilitas | 474,11 | 479,58 | -1,14% |
| Liabilitas Jangka Pendek | 339,06 | 360,38 | -5,92% |
| Liabilitas Jangka Panjang | 135,05 | 119,20 | 13,30% |
| Total Ekuitas | 690,14 | 680,59 | 1,40% |
Total aset perusahaan menunjukkan stabilitas dengan peningkatan tipis sebesar 0,35% dibandingkan akhir tahun 2025. Namun, terdapat pergeseran struktur aset di mana aset tidak lancar tumbuh 9,55%, terutama didorong oleh kenaikan aset tetap neto dari Rp301,92 miliar menjadi Rp332,01 miliar. Hal ini sejalan dengan strategi ekspansi gerai fisik yang dilakukan perusahaan selama kuartal pertama tahun 2026.
Di sisi liabilitas, perusahaan berhasil menurunkan total kewajiban sebesar 1,14%, yang dipicu oleh penurunan utang usaha pihak ketiga dari Rp130,63 miliar menjadi Rp82,48 miliar. Sementara itu, liabilitas jangka panjang mengalami kenaikan sebesar 13,30%, terutama berasal dari peningkatan liabilitas sewa (lease liabilities) neto yang mencapai Rp119,59 miliar. Struktur ekuitas juga menguat seiring dengan perolehan laba bersih pada periode berjalan yang mengurangi akumulasi rugi perusahaan.
B. Laporan Laba Rugi
Performa laba rugi perusahaan menunjukkan pertumbuhan dua digit pada hampir seluruh lini pendapatan dan keuntungan.
| Dalam Miliaran IDR | Q1 2026 | Q1 2025 | Perubahan YoY |
| Pendapatan | 444,46 | 291,69 | 52,38% |
| Laba Kotor | 273,68 | 181,04 | 51,17% |
| Laba Usaha | 16,26 | 9,43 | 72,43% |
| Laba Bersih | 9,43 | 5,88 | 60,37% |
| EPS (Rupiah) | 1,06 | 0,84 | 26,19% |
Pendapatan neto perusahaan melonjak 52,38% secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp444,46 miliar pada kuartal I-2026. Faktor utama pertumbuhan ini adalah peningkatan jumlah kedai kopi di Indonesia dari 316 gerai pada akhir 2025 menjadi 335 gerai per Maret 2026, serta operasional bisnis gerai donat yang kini berjumlah 7 gerai. Selain itu, penjualan di pasar Singapura memberikan kontribusi positif melalui 4 gerai yang sudah beroperasi secara komersial.
Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 60,37% mencapai Rp9,43 miliar. Meskipun beban operasional meningkat signifikan, terutama pada gaji dan tunjangan kedai kopi yang naik menjadi Rp62,61 miliar, efisiensi pada skala ekonomi memungkinkan perusahaan mempertahankan margin yang sehat. Kenaikan laba per saham (earnings per share) dari Rp0,84 menjadi Rp1,06 juga mencerminkan peningkatan nilai bagi pemegang saham.
C. Analisis Rasio Keuangan
Rasio keuangan memberikan gambaran objektif mengenai kesehatan fundamental dan efisiensi operasional perusahaan.
| Rasio | Nilai | Interpretasi Singkat |
| Current Ratio | 1,25x | Likuiditas lancar memadai untuk menutup kewajiban jangka pendek. |
| Quick Ratio | 0,87x | Kemampuan bayar cepat tanpa persediaan berada di level moderat. |
| Gross Profit Margin | 61,58% | Kemampuan perusahaan menghasilkan laba bruto dari penjualan sangat kuat. |
| Net Profit Margin | 2,12% | Margin keuntungan bersih masih relatif tipis karena beban operasional tinggi. |
| Return on Asset (ROA) | 3,24%* | Efisiensi penggunaan aset dalam menghasilkan laba cukup baik. |
| Return on Equity (ROE) | 5,47%* | Kemampuan modal dalam menghasilkan laba berada pada level wajar. |
| Debt to Equity Ratio (DER) | 0,69x | Struktur permodalan sehat dengan tingkat utang di bawah modal. |
*Angka disetahunkan (annualized)
Interpretasi profesional menunjukkan bahwa FORE memiliki profil risiko keuangan yang terkendali. Rasio DER di level 0,69x menandakan bahwa perusahaan tidak terlalu bergantung pada utang untuk membiayai operasionalnya. Margin laba kotor yang stabil di atas 60% menunjukkan bahwa model bisnis ritel kopi ini memiliki kekuatan penetapan harga yang baik terhadap biaya bahan baku. Namun, rendahnya margin laba bersih mengindikasikan bahwa efisiensi pada pos beban umum dan administrasi masih menjadi tantangan utama bagi manajemen.
D. Valuasi Saham
Berdasarkan harga penutupan Rp940, perhitungan valuasi perusahaan adalah sebagai berikut:
| Indikator | Nilai | Interpretasi |
| PER (Price to Earnings Ratio) | 221,7x | Valuasi premium, harga saham mencerminkan ekspektasi pertumbuhan tinggi. |
| PBV (Price to Book Value) | 12,15x | Harga saham berada jauh di atas nilai buku perusahaannya. |
Valuasi saham FORE saat ini tergolong premium dibandingkan dengan rata-rata sektor konsumsi maupun ritel. Rasio PBV sebesar 12,15x dan PER di atas 200 kali menunjukkan bahwa pasar memberikan apresiasi tinggi terhadap potensi pertumbuhan gerai dan penguasaan pasar kopi di masa depan. Investor bersedia membayar harga yang mahal untuk prospek pertumbuhan ekspansi berkelanjutan yang ditunjukkan oleh manajemen.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, Kinerja Keuangan FORE Q1 2026 menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat positif di sisi pendapatan dan laba bersih. Perusahaan berhasil memanfaatkan dana hasil penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering) untuk memperkuat infrastruktur fisik dan memperluas jaringan distribusi di pasar domestik maupun internasional. Meskipun valuasi saham saat ini berada pada level premium, fundamental perusahaan tetap solid dengan struktur permodalan yang sehat dan tingkat likuiditas yang terjaga.
Profil Singkat Perusahaan
PT Fore Kopi Indonesia Tbk didirikan pada Juli 2018 dan berfokus pada bisnis kedai kopi modern dengan merek Fore Coffee. Perusahaan juga memiliki entitas anak, PT Cipta Favorit Indonesia, yang mengelola merek Fore Donut, serta melakukan ekspansi internasional melalui Fore International Pte. Ltd. di Singapura. Hingga Maret 2026, grup ini mengoperasikan lebih dari 340 gerai secara total di dua negara.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.
Masih Bingung? Tanya Admin


