Thursday, February 26, 2026
No menu items!
Google search engine
HomeAnalisis SahamKinerja Keuangan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) Tahun 2025

Kinerja Keuangan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) Tahun 2025

Pada tahun 2025, PT Indo Tambangraya Megah Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang 12 bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.


Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 31 Desember 2025, total aset tercatat sebesar USD 2,41 miliar, mengalami penurunan 0,02% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar USD 2,41 miliar.
  • Aset Lancar: Aset lancar menurun 7,77% menjadi USD 1,30 miliar, terutama dipengaruhi oleh penurunan pada kas dan setara kas.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar USD 1,11 miliar, naik 10,85%, didorong oleh peningkatan biaya pengupasan tanah yang ditangguhkan dan penambahan aset tetap.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir Desember 2025, liabilitas mencapai USD 0,50 miliar, naik 5,29% dibandingkan akhir tahun lalu.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar USD 0,34 miliar, meningkat 9,76%, terutama disebabkan oleh kenaikan utang usaha pihak ketiga dan liabilitas sewa.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi USD 0,15 miliar, dengan penurunan 3,55%, mencerminkan perubahan struktur pendanaan jangka panjang dari pelunasan pinjaman bank jangka panjang.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar USD 1,91 miliar, turun 1,32% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh pembayaran dividen kas dan perolehan kembali saham treasuri (buyback).

Laporan Laba Rugi

Pendapatan

Selama 12 bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai USD 1,88 miliar, turun 18,37% Year on Year (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD 2,30 miliar. Penurunan ini terutama ditopang oleh normalisasi harga jual rata-rata komoditas batubara.

Laba Bersih

Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai USD 0,19 miliar, turun 48,96% YoY dari periode yang sama tahun lalu. Perubahan ini disebabkan oleh penurunan pendapatan penjualan yang lebih besar dibandingkan efisiensi pada beban pokok pendapatan.

Earnings per Share (EPS)

EPS tercatat sebesar USD 0,17, mencerminkan penurunan 48,48% YoY, sejalan dengan perubahan laba bersih.


Rasio Keuangan

Likuiditas

  • Current Ratio: 3,76x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
  • Quick Ratio: 3,43x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.

Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 25,67%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan.
  • Margin Laba Bersih: 10,15%, mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.

Efisiensi & Pengembalian

  • Return on Assets (ROA): 7,94%, menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
  • Return on Equity (ROE): 10,01%, menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.

Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 0,26x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan dan tingkat ketergantungan pada utang berdasarkan proporsi total liabilitas terhadap ekuitas.

Valuasi Pasar

  • Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 22.575 per 25 Februari 2026, PER tercatat 7,91x, mengindikasikan valuasi undervalued terhadap sektor sejenis.
  • Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 28.346, PBV perusahaan berada di level 0,80x, mencerminkan tingkat kepercayaan pasar yang konservatif dan saham yang ditransaksikan di bawah nilai buku ekuitasnya.

Kesimpulan

Kinerja keuangan PT Indo Tambangraya Megah Tbk selama tahun 2025 menunjukkan stabilitas operasional dan likuiditas neraca yang solid, meskipun terdapat tantangan eksternal seperti volatilitas harga komoditas batubara yang menekan laba bersih. Posisi rasio likuiditas yang melimpah serta minimnya utang berbunga menjadi sinyal positif terhadap ketahanan dan efektivitas strategi bisnis perusahaan. Namun, investor perlu memperhatikan risiko makroekonomi terkait harga energi global yang dapat mempengaruhi kinerja kuartal selanjutnya.


Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Latest Post

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular