Thursday, February 26, 2026
No menu items!
Google search engine
HomeAnalisis SahamKinerja Keuangan PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) Tahun 2025

Kinerja Keuangan PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) Tahun 2025

Pada tahun 2025, PT Bank Maybank Indonesia Tbk mencatatkan kinerja keuangan yang memberikan gambaran posisi fundamental dan arah strategi operasional bank. Analisis ini mengulas perkembangan posisi keuangan (neraca), profitabilitas, rasio kunci perbankan, hingga valuasi pasar saham.


Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 31 Desember 2025, total aset tercatat sebesar Rp193,72 triliun, mengalami penurunan 1,76% dibandingkan posisi 31 Desember 2024 (Rp197,18 triliun). Penurunan ini terutama didorong oleh penurunan penyaluran kredit dan penempatan dana pada bank lain.
  • Kredit yang Diberikan: Posisi kredit bersih mencapai Rp113,15 triliun, turun 2,86% dari akhir tahun 2024 (Rp116,49 triliun), menunjukkan kontraksi dalam penyaluran pinjaman.
  • Surat Berharga (Efek-efek): Nilai surat berharga tercatat Rp43,70 triliun, naik 3,83% dari akhir 2024 (Rp42,09 triliun).
  • Penempatan pada BI & Bank Lain: Tercatat Rp13,28 triliun, turun 18,36%.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Mencapai Rp160,63 triliun, turun 3,22% dibandingkan akhir tahun 2024 (Rp165,97 triliun).
  • Dana Pihak Ketiga (DPK): Simpanan nasabah (Giro, Tabungan, Deposito) tercatat Rp116,19 triliun, turun 2,36% dari akhir 2024 (Rp119,00 triliun), menandakan penurunan dana kelolaan.
  • Simpanan dari Bank Lain: Tercatat Rp9,13 triliun, naik 51,65%.

Ekuitas

Total Ekuitas: Tercatat Rp33,08 triliun, naik 6,01% dari 31 Desember 2024 (Rp31,21 triliun). Perubahan ini didorong oleh akumulasi laba bersih dan peningkatan penghasilan komprehensif lain.


Laporan Laba Rugi

Pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Income – NII)

Selama tahun penuh 2025, NII mencapai Rp7,22 triliun, naik 1,64% YoY dibandingkan Rp7,11 triliun pada periode sama tahun lalu. Ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga dari penyaluran dana.

Pendapatan Operasional Lainnya (Non-Interest Income)

Pendapatan provisi, komisi, dan lainnya tercatat Rp2,33 triliun, naik 8,11% YoY.

Beban Operasional

Total beban operasional (selain bunga) mencapai Rp7,43 triliun, turun 3,17% YoY, terutama dipengaruhi oleh penurunan beban cadangan kerugian.

Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN)

Pembentukan CKPN tercatat Rp955,07 miliar, mencerminkan pemulihan risiko kredit dibandingkan tahun sebelumnya.

Laba Bersih

Laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk mencapai Rp1,66 triliun, naik 48,51% YoY dari Rp1,12 triliun.

Earnings per Share (EPS)

EPS dasar tercatat Rp21,75, naik 48,56% YoY.


Rasio Keuangan Utama

Profitabilitas

  • Net Interest Margin (NIM): 3,70%, mengukur kemampuan bank menghasilkan pendapatan dari selisih bunga pinjaman dan biaya dana.
  • Return on Assets (ROA) (Annualized): 0,87%, menilai efektivitas aset dalam menghasilkan laba.
  • Return on Equity (ROE) (Annualized): 5,26%, menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.
  • Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO): 86,33%, menunjukkan tingkat efisiensi operasional bank (semakin rendah semakin baik).

Kualitas Aset

  • Non-Performing Loan (NPL) Gross: 2,17%, rasio kredit bermasalah terhadap total kredit.
  • Non-Performing Loan (NPL) Net: 1,31%, rasio kredit bermasalah setelah dikurangi CKPN.

Valuasi Pasar

  • Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp220 per 25 Februari 2026, PER (annualized) tercatat 10,11x.
  • Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham Rp425,81, PBV berada di level 0,52x.

Kesimpulan

Kinerja keuangan PT Bank Maybank Indonesia Tbk selama tahun 2025 menunjukkan peningkatan profitabilitas yang solid di tengah tantangan kontraksi penyaluran kredit. Pertumbuhan NII yang stabil menjadi indikator utama, sementara perbaikan kualitas kredit dan efisiensi beban operasional menjadi faktor penting lainnya. Tingkat permodalan (CAR) masih terjaga kuat.

Dari sisi valuasi, saham BNII saat ini diperdagangkan pada PBV yang relatif menarik dibandingkan rata-rata industrinya karena berada jauh di bawah nilai bukunya. Investor perlu mempertimbangkan prospek pertumbuhan kredit, efisiensi operasional, risiko suku bunga, dan kondisi makroekonomi dalam mengevaluasi potensi investasi pada saham ini.


Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Latest Post

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular