Pada tahun 2025, PT Astra International Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang 12 bulan penuh tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
- Total Aset: Per 31 Desember 2025, total aset tercatat sebesar Rp 507,37 triliun, mengalami kenaikan 7,62% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 471,45 triliun.
- Aset Lancar: Aset lancar tumbuh 6,97% menjadi Rp 188,56 triliun, terutama dipengaruhi oleh perubahan pada kas dan setara kas serta peningkatan piutang pembiayaan.
- Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 318,81 triliun, naik 8,00%, didorong oleh investasi pada ventura bersama dan entitas asosiasi, aset tetap, serta properti investasi.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Hingga akhir Desember 2025, liabilitas mencapai Rp 216,55 triliun, naik 8,58% dibandingkan akhir tahun lalu.
- Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 152,08 triliun, meningkat 16,54%, terutama disebabkan oleh kenaikan pinjaman jangka pendek dan bagian jangka pendek dari utang jangka panjang (pinjaman bank dan surat utang).
- Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 64,48 triliun, dengan penurunan 6,49%, mencerminkan perubahan struktur pendanaan jangka panjang berupa pelunasan pinjaman bank dan pinjaman lain-lain.
Ekuitas
- Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 290,81 triliun, naik 6,91% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh peningkatan saldo laba yang belum dicadangkan.
Laporan Laba Rugi
Pendapatan
Selama 12 bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 323,39 triliun, turun 1,55% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 328,48 triliun. Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh pelemahan pendapatan di segmen otomotif serta alat berat dan pertambangan seiring fluktuasi komoditas.
Laba Bersih
Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 32,77 triliun, turun 3,34% YoY dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 33,90 triliun. Perubahan ini disebabkan oleh pelemahan pendapatan kotor serta peningkatan beban umum dan administrasi.
Earnings per Share (EPS)
EPS tercatat sebesar Rp 810, mencerminkan penurunan 3,23% YoY, sejalan dengan perubahan laba bersih dan jumlah saham beredar.
Rasio Keuangan
Likuiditas
- Current Ratio: 1,24x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
- Quick Ratio: 1,00x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.
Profitabilitas
- Margin Laba Kotor: 22,09%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan.
- Margin Laba Bersih: 12,43%, mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.
Efisiensi & Pengembalian
- Return on Assets (ROA): 7,92%, menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
- Return on Equity (ROE): 14,32%, menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.
Solvabilitas
- Debt to Equity Ratio (DER): 0,74x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan dan tingkat ketergantungan pada utang.
Valuasi Pasar
- Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 6.725 per 26 Februari 2026, PER tercatat 8,30x, mengindikasikan valuasi yang kompetitif terhadap sektor sejenis.
- Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 5.654, PBV perusahaan berada di level 1,19x, mencerminkan tingkat kepercayaan pasar yang stabil terhadap prospek pertumbuhan.
Kesimpulan
Kinerja keuangan PT Astra International Tbk selama tahun 2025 menunjukkan stabilitas yang berkelanjutan, meskipun terdapat tantangan eksternal seperti fluktuasi harga komoditas dan pergerakan daya beli pada sektor otomotif.
Likuiditas dan margin yang terjaga menjadi sinyal positif terhadap efektivitas strategi bisnis perusahaan. Namun, investor perlu memperhatikan peningkatan leverage kewajiban jangka pendek serta risiko makroekonomi yang dapat mempengaruhi kinerja periode selanjutnya.
Profil Singkat Perusahaan
PT Astra International Tbk didirikan di Jakarta pada tahun 1957 sebagai sebuah perusahaan dimana kegiatan usaha yang dijalankan oleh Perusahaan mencakup perdagangan umum, perindustrian, pertambangan, pengangkutan, pertanian, pembangunan, jasa dan konsultasi.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


